Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara Membaca Candlestick Akurat Dalam 1 Menit

Candlestick merupakan tipe grafik yang paling banyak digunakan oleh trader dan investor, karena dianggap memberikan informasi pasar paling lengkap dan visual yang indah. Tapi tahukah Anda, ternyata tak semua orang dapat membaca candlestick secara akurat dalam waktu singkat! Diperlukan beberapa wawasan khusus agar dapat membaca candlestick dengan cepat dan akurat, termasuk pengetahuan tentang anatomi candlestick, rentang waktu, dan ukuran candlestick. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui lebih jelas tentang topik belajar forex yang cukup spesifik ini.

A. Memahami Anatomi Candlestick

Candlestick berawal dari sebuah metode pencatatan harga beras yang dikembangkan oleh para pedagang Jepang. Mereka mencatat perubahan harga dari waktu ke waktu dengan menggambar kotak-kotak bersumbu mirip lilin. Hal ini ditiru oleh para trader masa kini. Contohnya seperti grafik candlestick di bawah ini:

Grafik candlestick menunjukkan perkembangan harga suatu aset seiring dengan terbentuknya formasi mirip lilin dalam satu periode waktu tertentu. Setiap kotak menggambarkan pergerakan harga dalam satu periode, dengan penanda khusus untuk harga awal periode (pembukaan/opening), harga tertinggi dalam periode (high), harga terendah dalam periode (low), dan harga pada akhir periode (penutupan/closing). Berikut rincian anatominya:

  1. Harga Pembukaan (Opening): Posisinya bertepatan dengan bagian atas atau bawah body lilin. Jika harga meningkat dalam satu periode, maka opening akan berada di bawah body yang berwarna hijau. Sedangkan jika harga menurun dalam satu periode, maka opening akan berada di atas body yang berwarna merah.
  2. Harga Tertinggi (High): Posisinya bertepatan dengan puncak sumbu lilin teratas. Tapi jika harga penutupan atau pembukaan merupakan harga tertinggi, maka lilin tidak akan memiliki sumbu.
  3. Harga Terendah (Low): Posisinya bertepatan dengan puncak sumbu atau ekor lilin terbawah. Tapi jika harga penutupan atau pembukaan merupakan harga terendah, maka lilin tidak akan memiliki sumbu bawah ataupun ekor.
  4. Harga Penutupan (Closing): Posisinya bertepatan dengan bagian atas atau bawah body lilin. Jika harga meningkat dalam satu periode, maka closing akan berada di atas body yang berwarna hijau. Sedangkan jika harga menurun dalam satu periode, maka closing akan berada di bawah body yang berwarna merah.

Keempat penanda harga OHLC ini akan terus berubah-ubah selama candle masih dalam fase pembentukan. Setelah candle selesai terbentuk, maka candle baru akan langsung digambarkan lagi di sebelahnya. Demikian berlangsung secara terus menerus selama jam perdagangan aktif. Ini pula sebabnya mengapa warna dan ukuran candle terakhir pada grafik paling kanan selalu berubah-ubah.

B. Sesuaikan Candlestick dengan Rentang Waktu

Apabila Anda membandingkan grafik candlestick pada timeframe berbeda, maka bentuknya pasti berbeda-beda. Bahkan bisa terjadi, grafik candlestick pada timeframe harian (Daily) naik, tetapi grafik candlestick pada timeframe 5 menit (M5) malah menurun. Hal ini karena patokan harga OHLC mengikuti perkembangan harga dalam satu timeframe saja.

Satu candlestick pada timeframe Daily akan mewakili harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan dalam satu hari. Satu candlestick pada timeframe 5 menit akan mewakili harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan dalam 5 menit. Satu candlestick pada timeframe Hourly akan mewakili harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan dalam satu jam. Demikian seterusnya.

Rentang waktu ini sangat penting untuk diperhatikan agar Anda dapat membaca candlestick secara akurat. Selain itu, Anda perlu menunggu hingga candlestick selesai terbentuk dalam suatu periode tertentu sebelum menggunakannya dalam analisa forex. Mengapa? Karena selama satu candle masih dalam fase pembentukan, maka warna dan ukurannya akan terus berubah-ubah, sehingga sinyal-nya tidak dapat dipastikan.

Baca juga: Tips Strategi Trading Multi Time Frame

C. Perhatikan Ukuran dan Jarak Candlestick

Ukuran candlestick ditentukan oleh fluktuasi harga dalam satu periode waktu. Semakin tinggi fluktuasi harga, maka ukurannya akan makin besar. Hal ini dapat dijadikan indikator bagi kuat atau lemahnya arus beli/arus jual suatu pasangan mata uang.

Ada empat patokan penting yang harus Anda ingat selalu:

  1. Body candlestick besar dan berwarna hijau menandakan arus beli tinggi atau pergerakan buyer yang sangat kuat.
  2. Body candlestick besar dan berwarna merah menandakan arus jual tinggi atau pergerakan seller yang sangat kuat.
  3. Sumbu atas atau sumbuh bawah candlestick sangat panjang dengan body yang kecil, menandakan kemungkinan pembalikan arah pergerakan harga. Tapi jika sumbu atas dan sumbu bawah sama panjang dengan body kecil (candle doji), maka itu mensinyalkan pasar yang sedang kebingungan untuk menentukan arah pergerakan harga.
  4. Jarak antar candlestick yang terlalu jauh (ujung sumbu atau body tidak bersinggungan) akan menciptakan sebuah gap. Gap menandakan gejolak harga yang terlalu tinggi atau kondisi pasar yang minim likuiditas. Gap wajar terjadi di awal pekan. Namun, apabila terjadi gap di waktu lain, maka Anda perlu mencari tahu dulu apakah ada berita berdampak besar yang mengejutkan pasar pada saat itu.

Dengan memahami ketiga hal ini saja, niscaya Anda akan dapat membaca candlestick hanya dalam sekali pandang. Pada awalnya mungkin sulit, tetapi seiring dengan semakin banyak latihan dan pembiasaan diri, maka Anda akan makin fasih melakukannya.

Sebagai bahan latihan, coba buka platform Metatrader, kemudian periksa grafik candlestick dari pair mata uang favorit Anda pada beragam timeframe. Mulai dari timeframe 5 menit, 10 menit, 1 jam, dan seterusnya.

Coba analisis pergerakan harga pada setiap timeframe. Identifikasi candle mana yang menunjukkan arus buyer kuat atau arus seller kuat, periksa candle mana yang menjadi titik pembalikan harga, dan kenali juga apakah ada gap pada timeframe terkait. Setelah memahami semua ini, barulah melangkah ke tahap belajar cara membaca candlestick tingkat menengah, yaitu seputar pola-pola candlestick seperti Three Black Crows, Abandoned Baby, Morning Star, dan lain sebagainya.

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda