Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa itu Fibonacci Retracement dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Fibonacci Retracement adalah suatu alat analisa populer di kalangan trader forex yang mengandalkan pendekatan teknikal. Alat analisa ini merupakan pengembangan dari rasio antar angka dalam bilangan-bilangan Fibonacci, yaitu deret angka-angka utama yang diidentifikasi oleh matematikawan Leonardo Fibonacci pada abad ke -13.

Pada prakteknya, analisa teknikal menggunakan Fibonacci Retracement dilakukan dengan menarik garis untuk menghubungkan dua titik ekstrim pada grafik harga aset, biasanya titik tertinggi (high) dan titik terendah (low). Setelah itu, trader membagi jarak vertikal antara kedua titik ekstrim itu berdasarkan rasio Fibonacci 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%. Hasilnya berupa garis horizontal yang menandai level-level support dan resistance potensial dalam pergerakan harga sebelumnya dan berikutnya.

Beberapa poin penting yang harus dipahami oleh semua trader:

  1. Fibonacci Retracement dibuat dalam tiga langkah. Yaitu menandai dua titik ekstrim pada grafik harga, menarik garis untuk menghubungkan kedua titik tersebut, lalu membagi jarak vertikalnya dengan rasio 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%.
  2. Fibonacci Retracement adalah alat analisa teknikal populer yang membantu trader untuk menemukan level-level support dan resistance potensial di mana mereka dapat menempatkan target profit (TP) atau stop loss (SL).
  3. Fibonacci Retracement bukanlah alat trading forex yang bisa jadi solusi sapu jagat. Trader tetap akan membutuhkan indikator lain untuk membantu memprediksi arah pergerakan tren harga, kekuatan tren, dan seterusnya.

Cara Trading Forex Menggunakan Fibonacci Retracement

Ada banyak artikel di internet yang membahas deret Fibonacci dan bagaimana menghitung Fibonacci Retracement secara manual. Akan tetapi, trader sebenarnya tak perlu repot memikirkan perkara dasar teoritis seperti itu. Platform trading forex seperti Metatrader telah dilengkapi dengan fitur untuk menggambar Fibonacci Retracement secara otomatis.

Untuk trading forex menggunakan Fibonacci Retracement, ikuti saja langkah-langkah berikut ini:

  1. Buka Metatrader, kemudian pilih tampilan grafik pasangan mata uang dan timeframe favorit Anda. Perlu diperhatikan pada langkah ini, Fibonacci Retracement lebih cocok digunakan pada timeframe 1H (Hourly) atau lebih tinggi. Apabila Anda ingin scalping pada timeframe lebih rendah, maka sebaiknya carilah indikator lain.
  2. Pada grafik harga, perhatikan pergerakan harga, lalu temukan titik pembalikan harga tertinggi dan terendah paling akhir.
  3. Perhatikan menu toolbar pada bagian atas Metatrader, pilih menu “Sisipkan”, lalu klik “Objek”, kemudian pilih “Fibonacci”. Ada beberapa pilihan Fibonacci di sana yang memiliki fungsi berbeda-beda. Sebagai permulaan, cobalah Fibonacci Retracement dulu. Klik “Fibonacci Retracement”, kemudian bawa kursor ke atas grafik, klik pada titik harga tertinggi/terendah yang ada di sisi kiri, lalu bawa kursor ke atas titik harga tertinggi/terendah pada sisi kanan.

Dari langkah-langkah tadi, Anda akan mendapatkan grafik seperti ini:

Garis merah menghubungkan titik yang menandai pembalikan harga terendah dan tertinggi pada grafik. Lihatlah juga garis-garis kuning pada snapshot tersebut. Pergerakan harga memiliki kecenderungan untuk memantul (berbalik arah) pada garis-garis tersebut. Sangat menarik, bukan? Garis-garis kuning itulah yang dinamakan level Fibonacci Retracement.

Ada enam (6) level Fibonacci Retracement inti, yakni level 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%. Diantaranya, level Fibonacci Retracement paling penting adalah level 38.2%, 50%, dan 61.8%. Penembusan salah satu dari ketiganya akan dianggap sinyal breakout penting; sedangkan apabila pergerakan harga gagal tembus, maka bisa dianggap sebagai sinyal reversal.

Level 50% sebenarnya bukan berasal dari rasio Fibonacci, tetapi trader sering memperhatikannya. Kenapa? Karena pergerakan harga memiliki kecenderungan untuk melanjutkan ke suatu arah tertentu setelah melewatinya. Jika harga tembus level 50% ke arah atas, maka reli harga kemungkinan akan sampai level 0.0%. Sebaliknya, jika harga berhasil menerobos level 50% ke arah bawah, maka kemerosotan harga kemungkinan akan berlanjut hingga level 100.0%.

Dalam kondisi tren naik (uptrend), Anda akan menarik Fibonacci Retracement dari titik terendah sisi kiri ke titik tertinggi di sisi kanan. Sebaliknya, ada kondisi tren turun (downtrend), Anda akan menarik Fibonacci Retracement dari titik tertinggi sisi kiri ke titik terendah di sisi kanan. Level-level horizontal yang dihasilkannya akan bersifat statis (tidak berubah-ubah) selama Anda tidak menggeser titik patokan awalnya.

Kelebihan dan Kekurangan Fibonacci Retracement

Dengan memanfaatkan Fibonacci Retracement, trader dapat menemukan titik-titik yang akurat untuk dijadikan acuan Take Profit (TP) maupun Stop Loss (SL). Acuan itu pun bisa berlapis-lapis, seperti TP1, TP2, TP3, dan seterusnya, sehingga trader dapat mengoptimalkan profit yang diraup. Namun, ada dua (2) kelemahan Fibonacci Retracement yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Fibonacci Retracement Bersifat Subjektif

Jika dicermati lagi, cara menarik Fibonacci Retracement sebenarnya cukup subjektif. Ada kalanya pasar membentuk grafik yang dapat digambar Fibonacci Retracement dengan cara berbeda-beda oleh setiap trader. Oleh karena itu, trader yang mampu menggunakannya dengan baik akan menilai bahwa Fibonacci Retracement sangat ampuh. Tapi banyak juga trader yang menganggap Fibonacci itu cuma omong kosong.

  • Fibonacci Retracement Tidak Dapat Mengidentifikasi Tren Harga

Fibonacci Retracement selayaknya hanya dapat menunjukkan level-level support dan resistance saja. Tapi jika cuma menggunakan alat analisis ini, maka Anda hanya bisa mengira-ngira harga akan breakout di sini atau bounce di sana. Anda takkan tahu apakah sinyal breakout dan bounce tersebut kuat atau lemah. Untuk mengetahui arah dan kekuatan tren, ada baiknya Anda mengombinasikan Fibonacci Retracement dengan indikator lain seperti Moving Averages, Parabolic SAR dan Average Directional Movement Index (ADX).

Nah, setelah mengetahui semua ini, apakah Anda tertarik untuk menggunakan Fibonacci Retracement dalam aktivitas trading sehari-hari? Cobalah dulu berlatih mengutak-atiknya pada akun demo, lalu baru mengaplikasikan pada akun live di broker favorit Anda.

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda