Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Risiko Hedging dan Tips Aman Melakukannya

Hedging adalah suatu investasi yang dilakukan demi melindungi investasi yang sudah dimiliki sebelumnya dari risiko di masa depan. Tujuan hedging adalah menimimalkan atau mengimbangi risiko kerugian, sekaligus membatasi jumlah dana yang hilang jika investor terpaksa menanggung rugi. Di sisi lain, ada sejumlah risiko hedging yang perlu diwaspadai oleh pelakunya.

Perumpamaan hedging itu seperti asuransi. Kita membeli premi asuransi secara rutin setiap bulan demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran rumah, kecelakaan mobil, atau bencana lain. Orang yang baru membeli rumah mewah tentu berharap rumah berdiri terus hingga berpuluh tahun ke depan, tetapi tetap perlu mengantisipasi risiko dengan mengikuti asuransi. Demikian pula, hedging dilakukan oleh trader untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan harga suatu aset keuangan ke arah yang berlawanan dengan prediksi awal.

Kebanyakan investor dan trader melakukan hedging menggunakan aset derivatif, yaitu kontrak keuangan yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi mengandung nilai yang diturunkan dari aset acuan (underlying asset), seperti kontrak options dan futures. Ada pula yang melakukan hedging dengan cara diversifikasi aset (berinvestasi pada beberapa aset berbeda). Teknis cara melakukannya sangat beragam, tetapi umumnya dapat dibedakan menjadi tiga:

  1. Hedging pada aset yang sama: Trader membuka posisi buy dan sell pada satu aset yang sama.
  2. Hedging pada aset yang berkorelasi positif: Trader membuka posisi buy dan sell pada dua aset atau lebih yang memiliki korelasi positif (cenderung bergerak searah). Contohnya saham Apple dengan kontrak options saham Apple, EUR/USD dengan GBP/USD, dan lain sebagainya.
  3. Hedging pada aset yang berkorelasi negatif: Trader membuka dua atau lebih posisi yang sama pada dua atau lebih aset berbeda. Hal ini dilakukan khusus pada aset-aset yang memiliki korelasi negatif (cenderung bergerak berlawanan). Contohnya saham dengan obligasi pemerintah, EUR/USD dan USD/CHF, dan lain sebagainya.

Bagaimana teknisnya? Simak beberapa contoh hedging sederhana di bawah ini:

  1. Seorang investor memiliki saham Apple. Ia berpikir harga saham akan naik, tetapi ingin menanggulangi risiko penurunan harga saham Apple juga. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk melakukan hedging dengan membeli kontrak option saham Apple berjenis put dengan sejumlah biaya rendah. Berdasarkan kontrak tersebut, sang investor mendapat hak untuk menjual saham Apple dengan harga yang sama. Jika harga saham Apple ternyata tidak jadi jatuh, maka sang investor dapat mengeksekusi kontrak option tersebut dan mengimbangi kerugian yang ditanggungnya dari investasi saham Apple biasa.
  2. Seorang investor memiliki saham Google dan Yahoo. Ia berpikir harga kedua saham ini akan terus meningkat karena kebutuhan pasar terhadap internet yang makin pesat. Namun, ia juga ingin menanggulangi risiko kemungkinan harga saham jatuh. Oleh karena itu, ia memilih untuk melengkapi portofolio dengan obligasi pemerintah. Ketika harga saham jatuh, ia berharap kenaikan dalam obligasi dapat mengimbanginya.
  3. Seorang trader memiliki posisi buy GBP/USD pada level 1.2400 dengan ekspektasi harga akan naik sampai 1.2800. Namun, setelah pembukaan posisi, harga malah turun. Nah, untuk mitigasi risiko, trader tersebut juga membuka kembali posisi sell GBP/USD, misalnya pada level 1.2300. Seandainya posisi buy tadi merugi, sang trader masih bisa profit dari posisi sell pada pair yang sama.
  4. Seorang trader lain sama-sama punya posisi buy GBP/USD pada level 1.2400 dengan ekspektasi harga akan naik sampai 1.2800. Ia juga khawatir ketika harga malah bergerak turun. Tapi untuk mitigasi risiko, ia memilih untuk hedging dengan cara melakukan sell pada EUR/USD. EUR/USD dan GBP/USD merupakan dua mata uang yang berkorelasi positif, sehingga hedging seperti ini juga dapat mengimbangi risiko.

Risiko Hedging untuk Trader dan Investor

Dari beberapa gambaran di atas, sepintas hedging terdengar masuk akal. Akan tetapi, sebenarnya ada sejumlah risiko besar di balik hedging. Apa sajakah itu? Berikut ini beberapa risiko hedging yang wajib diketahui oleh trader dan investor:

  1. Hedging pada dasarnya merupakan upaya mengendalikan risiko dengan mengambil risiko tambahan. Ingat, semua aktivitas investasi memiliki kemungkinan untung dan rugi masing-masing. Apabila berhasil, hedging benar-benar dapat meminimalkan kerugian. Namun jika gagal, maka kerugian akan berlipat ganda.
  2. Hedging berbasis pada korelasi antar aset yang sifatnya fluktuatif. Korelasi antar aset tidak bersifat statis, sehingga kadang melemah dan kadang menguat. Trader apes bisa menghadapi situasi ketika korelasi melemah, sehingga aset yang berkorelasi positif mendadak bergerak berlawanan atau aset yang berkorelasi negatif mendadak bergerak searah.
  3. Hedging membutuhkan modal besar untuk membuka banyak posisi investasi dalam waktu yang sama. Hal ini sangat berbeda dengan sejumlah langkah manajemen risiko lain seperti Stop Loss atau Trailing Stop yang tidak membutuhkan modal tambahan.

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko dalam Trading Forex

Tips Aman Melakukan Hedging

Terlepas dari banyaknya risiko hedging, tetap saja ada trik dan tips untuk melakukannya dengan lebih aman. Pertama-tama, harus dipahami bahwa hedging bukanlah teknik trading (investasi) yang cocok untuk pemula. Trader dan investor yang melakukan hedging harus mengenali beragam jenis risiko pasar, serta mampu menganalisis teknikal dan fundamental secara jelas.

Kedua, trader forex yang berminat untuk melakukan hedging sebaiknya memiliki tabel korelasi mata uang (forex correlation table). Hal ini penting agar trader bisa memastikan beberapa mata uang yang di-hedging benar-benar sedang memiliki korelasi kuat. Tabel seperti ini sudah disediakan oleh banyak pihak secara gratis di internet.

Ketiga, trader dan investor sebaiknya melakukan hedging sebagai bagian dari rencana trading, bukan karena reaksi spontan terhadap kondisi pasar. Hal ini penting sekali karena kita perlu memperhitungkan risiko hedging secara matang sebelum open posisi. Jika tidak diperhitungkan, kerugian bisa berlipat ganda dan memakan habis semua modal kita.

Terakhir, trader dan investor yang ingin melakukan hedging perlu melakukan simulasi dulu pada akun demo sebelum menerapkan strategi pada akun riil. Dengan berlatih, kita bisa mengetahui bagaimana merencanakan hedging dengan baik dan benar-benar meminimalkan risiko (bukannya malah rugi makin banyak).

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda