Inilah Saatnya Anda Menjual Obligasi Anda

Obligasi
Obligasi

Investasi dapat menjadi hal yang rumit, teutama apabila Anda ingin melakukan investasi “aman” seperti obligasi. Ketika sebuah perusahaan menerbitkan obligasi, uang yang diterima oleh perusahaan tersebut sebagai imbalan adalah berupa pinjaman, dan harus dibayarkan pada investor seiring dengan jalannya waktu. Banyak investor yang memilih obligasi sebagai investasi jangka panjang karena terdapat jaminan pengembalian investasi selain pendapatan bunga tahunan.

Namun, jika Anda berinvestasi dalam obligasi, Anda harus tetap waspada terhadap tiga tanda-tanda di bawah ini. Apabila tanda ini telah muncul, artinya Anda perlu segera menjual obligasi anda.

  1. Suku Bunga Diatur untuk Naik

Sinyal jual yang paling signifikan di pasar obligasi adalah ketika suku bunga siap untuk naik secara signifikan. Karena nilai obligasi di pasar terbuka sangat tergantung pada tingkat kupon obligasi lainnya, kenaikan suku bunga menandakan obligasi saat ini kemungkinan akan kehilangan nilainya. Dengan adanya obligasi baru yang diterbitkan dengan tingkat kupon yang lebih tinggi dan mencerminkan peningkatan ekonomi nasional, harga pasar obligasi yang lebih dulu dengan kupon yang lebih rendah akan berkurang, sehingga mengurangi pembayaran bunga untuk mengkompensasi pembeli baru.

Baca juga : Apa Yang Dimaksud Dengan Suku Bunga The Fed?

Para pakar, analis, dan siapa pun yang memiliki akun media sosial dapat berspekulasi tentang bagaimana dan kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Jika Anda menjual obligasi Anda segera setelah seseorang mengisyaratkan kata “kenaikan,” Anda mungkin akan aman. Anda juga perlu memperhatikan hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). FOMC memutuskan tentang masa depan suku bunga AS pada pertemuan tersebut. Ketika konsensus pasar adalah kenaikan tarif yang berada tepat di tikungan, maka ini saat yang tepat bagi Anda untuk terjun ke pasar.

Kecuali Anda siap memegang obligasi Anda hingga jatuh tempo meskipun terdapat ketersediaan opsi yang lebih menguntungkan, kenaikan suku bunga yang menjulang akan tetap menjadi sinyal jual yang jelas. Jika Anda memegang obligasi atau surat utang lainnya yang memiliki tanggal jatuh tempo yang kurang dari satu tahun, risiko suku bunga menjadi minimal, karena laba atas investasi Anda sangat dekat dan sebagian besar pembayaran kupon telah habis.

  1. Entitas Penerbit Tidak Stabil

Alasan lainnya untuk melakukan likuidasi kepemilikan obligasi Anda adalah jika entitas yang mengeluarkan uang tiba-tiba menjadi tidak stabil secara finansial, mengalami kerugian besar yang sehingga sulit untuk mempertahankan keuntungannya di masa yang akan datang, atau terlibat dalam masalah hukum. Karena daya tarik obligasi adalah jaminan dari penghasilan pendapatan, kredibilitas dan solvabilitas, maka entitas yang mengeluarkan obligasi tersebut harus menjadi salah satu perhatian utama. Jika pemerintah atau perusahaan yang menerbitkan obligasi Anda menyatakan kebangkrutan, misalnya, kemungkinan Anda hanya akan memulihkan sebagian dari investasi Anda.

Tinjaulah secara berkala keuangan perusahaan atau pemerintah yang menerbitkan obligasi Anda dan lakukan pertimbangan yang serius untuk menjual obligasi tersebut apabila keuangan perusahaan atau pemerintah yang berkaitan sedang menuju ke bawah. Meskipun Anda dapat memulihkan sebagian uang Anda jika penerbit obligasi gagal, namun melakukan ikuidasi dari kepemilikan Anda dan menginvestasikannya kembali dalam produk yang lebih aman adalah opsi yang lebih sederhana dan lebih masuk akal.

  1. Harga Pasar Tidak Biasa Tinggi

Seperti trader saham, trader obligasi pun sering melihat indikator teknis untuk sinyal beli maupun sinyal jual. Untuk memaksimalkan hasil, lakukan penetapan aturan tentang berapa banyak laba yang Anda harapkan dan berapa banyak kerugian yang Anda bersedia ambil. Meskipun memegang obligasi hingga jatuh tempo cukup menguntungkan, Anda mungkin dapat memperoleh keuntungan lebih besar dengan menjual obligasi ketika nilai pasar tinggi, terutama jika Anda sudah memegang obligasi selama beberapa tahun dan telah mendapatkan berbagai manfaat dari pembayaran kupon.

Dengan mengawasi harga pasar rata-rata selama periode jangka pendek dan jangka panjang, Anda dapat menentukan waktu ketika harga obligasi Anda berada di puncak tertingginya dan menjual kembali sebelum bergerak kembali ke arah mean. Seperti analisis saham, Anda dapat menggunakan alat charting interaktif. Carilah waktu yang tepat ketika angka rata-rata bergerak (SMA) jangka pendek melintasi SMA jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa harga jual obligasi Anda saat ini secara konsisten menjadi lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir dibandingkan dengan beberapa jangka waktu ke depannya.

Baca juga : Harga Yang Mempengaruhi Harga Pasar Forex

Tentu saja, Anda harus selalu melakukan analisis biaya-manfaat sebelum melakukan perdagangan apa pun. Jika periode holding return yang dihasilkan oleh penjualan sekarang sama dengan atau lebih besar daripada penjualan saat tanggal jatuh tempo, maka saat ini mungkin merupakan waktu yang tepat untuk melakukan penjualan.

Sumber: investopedia.com

Recent Post

Demonetisasi India : 99,3% Uang Kembali

Demonetisasi India Sebuah laporan baru demonetisasi india, bank sentral India telah...

Rial Iran Mencapai Rekor Terendah terhadap Dolar

Rial Iran Mencapai Rekor Terendah Dubai - Rial Iran memperpanjang penurunannya pada hari Rabu,...

Saham Berjangka AS Membukukan Nilai Lebih Rendah

Saham Berjangka AS Indeks saham berjangka AS menunjukkan pembukaan sedikit lebih rendah pada...

Bagaimana Rasio Biaya Reksadana Memengaruhi Laba?

Rasio Biaya Reksadana Rasio biaya reksadana mempengaruhi pengembalian dalam jumlah yang besar....

3 Saham Yang Menjadi Pioneer Kesuksesan Saham Biotek

Saham Biotek Menurut iShares Nasdaq Biotechnology ETF (IBB), sejak akhir Mei saham biotek telah...

Broker News

GBP/USD. Fitur pasangan mata uang populer

Pound Inggris adalah salah satu mata uang paling penting di dunia. Pound menempati peringkat ke-4...

Analisis Fundamental Dalam Forex Trading

Analisis Fundamental Dalam dunia perdagangan Forex, analisis fundamental bertujuan menganalisis...

Manajemen risiko dalam trading forex trading: tips & trik

Cukup jelas bahwa operasi trading mana pun di pasar finansial bagaimanapun juga akan berhubungan...

Profil Broker Forex PT Askap Futures

Askap Futures adalah salah satu broker forex terbesar dan tertua di Indonesia yang telah berdiri...

PT. Agrodana Futures

PT Agrodana Futures adalah salah satu pialang berjangka lokal Indonesia yang juga berperan sebagai...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...

Daftar Broker Forex Resmi Di Indonesia

Trading forex adalah salah satu cara investasi jangka pendek yang bisa dilakukan dengan mudah oleh...