Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Tentang Return on Investment (ROI)

Tentang Return on Investment (ROI)

Apa itu Return on Investment (ROI)?

Return on Investment (ROI) adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi yang berbeda. ROI mencoba secara langsung untuk mengukur jumlah pengembalian investasi tertentu, dibagi dengan biaya investasi. Untuk menghitung ROI, keuntungan (atau pengembalian) investasi dibagi dengan biaya investasi. Hasilnya dinyatakan sebagai persentase atau rasio.

Baca juga: Panduan Menghitung Return On Investment (ROI)

 

Bagaimana Menghitung ROI

Rumus Return on Investment adalah sebagai berikut:

ROI = Nilai Investasi Saat Ini / Biaya Investasi

“Nilai Investasi Saat Ini” merujuk pada hasil yang diperoleh dari penjualan investment of interest. Karena ROI diukur sebagai persentase, ROI dapat dengan mudah dibandingkan dengan pengembalian dari investasi lain, memungkinkan seseorang untuk mengukur berbagai jenis investasi terhadap satu sama lain.

 

Memahami Return on Investment (ROI)

ROI adalah metrik yang populer karena keserbagunaan dan kesederhanaannya. Pada dasarnya, ROI dapat digunakan sebagai pengukur dasar profitabilitas investasi. Ini dapat berupa ROI pada investasi saham, ROI yang diharapkan perusahaan untuk memperluas pabrik, atau ROI yang dihasilkan dalam transaksi real estate. Perhitungannya sendiri tidak terlalu rumit, dan relatif mudah untuk ditafsirkan untuk berbagai aplikasinya. Jika ROI investasi hasilnya bersih positif, mungkin dapat menjadi manfaat. Tetapi jika peluang lain dengan ROI yang lebih tinggi tersedia, sinyal ini dapat membantu investor menghilangkan atau memilih opsi terbaik. Dengan demikian, investor harus menghindari ROI negatif, yang menyiratkan kerugian bersih.

Misalnya, Joe menginvestasikan $1.000 di Slice Pizza Corp. pada tahun 2017 dan menjual sahamnya dengan total $1.200 satu tahun kemudian. Untuk menghitung return on investment nya, dia akan membagi keuntungannya ($1.200 – $1.000 = $200) dengan biaya investasi ($1.000), untuk ROI $200 / $1.000, atau sebesar 20 persen.

Dengan informasi ini, dia dapat membandingkan investasinya di Slice Pizza dengan proyeknya yang lain. Misalkan Joe juga menginvestasikan $2.000 di Big-Sale Stores Inc. pada tahun 2014 dan menjual sahamnya dengan total $2.800 pada tahun 2017. ROI pada kepemilikan Joe di Big-Sale akan menjadi $800 / $2.000, atau 40 persen. (Lihat Batasan ROI di bawah untuk potensi masalah yang timbul dari kerangka waktu yang kontras.)

 

Batasan ROI

Contoh seperti Joe (di atas) menyingkap beberapa batasan dalam menggunakan ROI, terutama saat membandingkan investasi. Meskipun ROI investasi kedua Joe dua kali lipat dari investasi pertamanya, namun waktu antara pembelian dan penjualan Joe adalah satu tahun untuk investasi pertamanya dan tiga tahun untuk investasi keduanya.

Joe dapat menyesuaikan ROI dari investasi multi-tahunnya yang sesuai. Karena total ROI-nya adalah 40 persen, untuk mendapatkan ROI tahunan rata-rata, dia dapat membagi 40 persen dengan 3 untuk menghasilkan 13,33 persen. Dengan penyesuaian ini, tampak bahwa meskipun investasi kedua Joe menghasilkan lebih banyak keuntungan, investasi pertamanya sebenarnya adalah pilihan yang lebih efisien.

ROI dapat digunakan bersama dengan rate of return, yang memperhitungkan kerangka waktu proyek. Seseorang juga dapat menggunakan Net Present Value (NPV), yang menjelaskan perbedaan nilai uang dari waktu ke waktu, karena inflasi. Penerapan NPV saat menghitung tingkat pengembalian sering disebut dengan Real Rate of Return atau Tingkat Pengembalian Riil.

Baca juga: Memahami Produk Domestik Bruto (PDB) Riil

 

Perkembangan dalam ROI

Baru-baru ini, investor dan bisnis tertentu telah tertarik pada pengembangan bentuk baru metrik ROI, yang disebut “Social Return on Investment”, atau SROI. SROI awalnya dikembangkan pada akhir 1990-an dan memperhitungkan dampak proyek yang lebih luas menggunakan nilai ekstra-finansial (yaitu, metrik sosial dan lingkungan yang saat ini tidak tercermin dalam neraca keuangan konvensional). SROI membantu memahami proposisi nilai kriteria STL (Sosial & Tata Kelola Lingkungan) tertentu yang digunakan dalam praktik investasi yang bertanggung jawab secara sosial atau socially responsible investing (SRI). Misalnya, sebuah perusahaan mungkin berupaya mendaur ulang air di pabriknya dan mengganti penerangannya dengan semua lampu LED. Usaha ini memiliki biaya langsung yang dapat berdampak negatif terhadap ROI tradisional — namun, manfaat bersihnya bagi masyarakat dan lingkungan dapat mengarah pada SROI yang positif.

Terdapat beberapa jenis ROI baru lainnya yang telah dikembangkan untuk tujuan tertentu. ROI statistik media sosial menunjukkan dengan tepat keefektifan kampanye media sosial — misalnya, berapa banyak klik atau suka yang dihasilkan untuk satu unit sebuah upaya. Demikian pula, statistik pemasaran ROI mencoba mengidentifikasi laba yang disebabkan oleh iklan atau kampanye pemasaran. Begitu juga ROI pembelajaran berkaitan dengan jumlah informasi yang dipelajari dan disimpan sebagai pengembalian pendidikan atau pelatihan keterampilan. Seiring kemajuan dunia dan perubahan ekonomi, beberapa bentuk ROI lainnya pasti akan dikembangkan di masa depan.

 

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda