Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Tentang Pendapatan Operasional

Tentang Pendapatan Operasional

Apakah Pendapatan Operasional Itu?

Pendapatan operasional—operating income—adalah angka akuntansi yang menghitung jumlah keuntungan yang direalisasikan dari operasi bisnis, setelah dikurangi biaya operasi seperti upah, depresiasi dan harga pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS).

Pendapatan operasional – juga disebut pendapatan dari operasional – mengambil pendapatan kotor perusahaan, yang setara dengan total pendapatan dikurangi COGS, dan mengurangi semua biaya operasional. Biaya operasional bisnis adalah biaya yang timbul dari aktivitas operasional normal dan termasuk item seperti perlengkapan kantor dan utilitas.

Baca juga: Pembahasan Pendapatan Bersih – Net Income (NI)

 

KUNCI PENTING

  • Pendapatan operasional melaporkan jumlah keuntungan yang direalisasikan dari operasi bisnis yang sedang berjalan.
  • Pendapatan operasional mengambil pendapatan kotor perusahaan, yang setara dengan total pendapatan dikurangi harga pokok penjualan (COGS), dan mengurangkan semua biaya operasi.
  • Menganalisis pendapatan operasional sangat membantu investor karena hal tersebut tidak termasuk pajak dan item satu kali lainnya yang dapat mengganggu keuntungan perusahaan pada tahun tertentu.

 

Memahami Pendapatan Operasional

Pendapatan operasional merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa besar pendapatan perusahaan yang pada akhirnya akan menjadi keuntungan. Pendapatan operasional mirip dengan pendapatan perusahaan sebelum bunga dan pajak atau ernings before interest and taxes (EBIT); yang juga disebut sebagai laba operasi atau laba berulang. Satu perbedaan besar antara pendapatan operasional dan EBIT adalah bahwa EBIT mencakup pendapatan non-operasional yang dihasilkan perusahaan.

Menganalisis pendapatan operasional bermanfaat bagi investor karena hal tersebut tidak termasuk pajak dan item lain yang mungkin mengganggu laba atau laba bersih. Perusahaan yang menghasilkan peningkatan jumlah pendapatan operasional akan dipandang menguntungkan karena itu berarti manajemen perusahaan menghasilkan lebih banyak pendapatan sambil mengendalikan biaya, biaya produksi, dan overhead.

 

Cara Menghitung Pendapatan Operasional

Rumus pendapatan operasional diuraikan di bawah ini:

Pendapatan Operasional = Pendapatan Kotor – Biaya Operasional

Biaya operasional meliputi biaya penjualan, umum, dan administrasi atau selling, general, administrative expense (SG&A), depresiasi, dan amortisasi, dan biaya operasional lainnya. Pendapatan operasional tidak termasuk item seperti investasi di perusahaan lain (pendapatan non-operasional), pajak, dan biaya bunga. Selain itu, item yang tidak berulang, seperti uang tunai yang dibayarkan untuk penyelesaian gugatan, tidak disertakan. Pendapatan operasional diperlukan untuk menghitung  margin operasi, yang menggambarkan efisiensi operasi perusahaan.

 

Penting: Pendapatan operasional adalah jumlah pendapatan yang dihasilkan perusahaan dari operasi intinya, yang berarti tidak termasuk pendapatan dan pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan bisnis inti.

 

Contoh Pendapatan Operasional

Banyak perusahaan fokus pada pendapatan operasional ketika mengukur keberhasilan operasional bisnis mereka. Misalnya, Perusahaan ABC, rumah sakit dan perusahaan obat, melaporkan pendapatan operasional naik sebesar 20% dari tahun ke tahun menjadi $25 juta selama dua kuartal pertama tahun fiskal. Perusahaan menyadari peningkatan pendapatan dan pendapatan operasional terjadi karena adanya peningkatan volume pasien selama dua kuartal. Peningkatan kunjungan pasien didorong oleh dua obat imunoterapi baru perusahaan: Satu obat untuk kanker paru-paru dan satu obat untuk mengobati melanoma.

Dalam contoh lain, kami memiliki Perusahaan Red, yang melaporkan hasil keuangan untuk kuartal pertama tahun fiskal. Pendapatan operasional perusahaan tersebut meningkat sebesar 37%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan kenaikan pendapatan operasional ini sangat penting karena perusahaan tersebut sedang ingin melakukan merger dengan Perusahaan Blue, dan pemegang saham dijadwalkan untuk memberikan suara pada potensi merger bulan depan. Meskipun penjualan kuartal pertama Perusahaan Red turun sebesar 3%, pertumbuhan pendapatan operasionalnya berpotensi memberi kepercayaan pemegang saham Perusahaan Blue dalam pemungutan suara untuk menggabungkan kedua perusahaan tersebut.

Baca juga: Memahami Non-Disclosure Agreement (NDA)

 

Bagaimana Menemukan Pendapatan Operasional

Contoh di bawah ini menyoroti cara menemukan dan menghitung pendapatan operasional menggunakan laporan laba rugi dari Apple (AAPL). Angka-angka tersebut berasal dari kuartal yang berakhir pada 29 Juni 2019.

  • Pendapatan operasional untuk bulan Juni 2019 adalah sebesar $11,5 miliar (disorot dengan warna hijau).
  • Pendapatan operasional dihitung sebelumnya, atau terletak sedikit di atas, laba bersih.
  • Kita dapat melihat bahwa pendapatan operasional adalah hasil dari pendapatan kotor – atau margin kotor pada laporan laba rugi Apple – sebesar $20,2 miliar dikurangi biaya operasional sebesar $8,6 miliar.

Penting untuk dicatat bahwa pendapatan operasional berbeda dengan pendapatan bersih (serta laba kotor). Pendapatan operasional mencakup lebih banyak item baris biaya daripada laba kotor, yang utamanya mencakup biaya produksi. Pendapatan operasional mencakup COGS — atau biaya penjualan — serta biaya operasional. Namun, pendapatan operasional tidak termasuk item seperti pendapatan lain-lain, pendapatan non-operasional, dan biaya non-operasional. Sebaliknya, angka-angka tersebut dimasukkan dalam perhitungan laba bersih.

 

Sumber: investopedia.com