Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Pengertian Hedge Fund dan Contohnya

Nama Hedge Fund sering disebut-sebut di kalangan trader forex. Konon, Hedge Fund merupakan investor kelas kakap yang dapat mempengaruhi kurs mata uang di pasar forex. Namun, benarkah demikian? Apa itu Hedge Fund? Seperti apa contoh Hedge Fund? Dan berapa sih dana yang dikuasai oleh Hedge Fund terbesar di dunia?

Pengertian Hedge Fund

Hedge Fund adalah wadah investasi alternatif yang menghimpun dana dari berbagai investor untuk kemudian dikelola dengan strategi tertentu guna meraup keuntungan berlipat ganda. Hedge Fund sepintas mirip dengan reksa dana, tetapi sebenarnya ada banyak perbedaan antara keduanya.

Hedge Fund menargetkan profit secara agresif dengan mengelola aset-aset berisiko tinggi seperti saham, komoditi berjangka, atau bahkan instrumen derivatif di pasar internasional. Setiap Hedge Fund dirancang berbasis pada suatu strategi tertentu dan hanya menggunakan gaya investasi tertentu saja. Beberapa strategi populer yang dilakukan oleh Hedge Fund antara lain memanfaatkan leverage dan short-selling.

Lembaga Hedge Fund sangat populer di Amerika Serikat. Di sana, Hedge Fund memiliki aturan lebih longgar dibanding lembaga keuangan lain, tetapi hanya investor terakreditasi saja yang boleh menanamkan dana dalam Hedge Fund. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah mewacanakan regulasi khusus untuk Hedge Fund yang juga hanya akan menerima klien khusus karena mengandung risiko tinggi.

Perbedaan Reksa Dana dan Hedge Fund

Dalam bahasa Inggris, reksa dana disebut dengan nama “Mutual Fund”. Karena sama-sama “fund”, maka banyak orang mengira reksa dana sama dengan Hedge Fund. Padahal, ada banyak sekali perbedaan reksa dana dan Hedge Fund. Berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Hedge Fund termasuk jenis investasi yang hanya cocok untuk investor agresif, karena biasanya memanfaatkan leverage tinggi. Di sisi lain, reksa dana cocok untuk investor dengan profil risiko beragam mulai dari konservatif hingga agresif.
  2. Hedge Fund hanya dibuka untuk investor tertentu dan membutuhkan modal awal sangat besar antara ratusan ribu hingga jutaan dolar AS. Sedangkan reksa dana dapat dibuka dengan mudah oleh siapa saja dengan modal mulai dari 10 ribu rupiah.
  3. Hedge Fund termasuk investasi yang tidak likuid, karena investor biasanya tidak diperbolehkan menarik dana dalam waktu lama. Penarikan profit atau investasi dari Hedge Fund hanya diperbolehkan dalam interval tertentu, seperti kuartalan atau semesteran. Di sisi lain, investasi reksa dana dapat ditarik kapan saja.
  4. Hedge Fund mengenakan biaya investasi lebih tinggi daripada reksa dana atau lembaga keuangan lain. Mereka bukan hanya memotong biaya komisi untuk pengelolaan aset, melainkan juga mengambil jatah persentase tertentu dari profit sebagai imbalan kinerja.
  5. Hedge Fund dapat memilih lebih banyak kelas aset investasi daripada reksa dana, mulai dari real estate, saham, trading forex, dan beragam aset derivatif. Hal ini sangat berbeda dengan reksa dana yang hanya memiliki pilihan terbatas antara saham, obligasi, atau aset investasi lain yang berisiko lebih rendah.

Secara umum, dapat disimpulkan bahwa Hedge Fund berupaya untuk mengejar profit setinggi-tingginya. Sedangkan reksa dana lebih berorientasi pada pengendalian risiko.

Baca juga: Berapa Banyak Uang yang Diperlukan untuk Mulai Trading Forex?

Contoh Hedge Fund Terbesar dan Paling Terkenal di Dunia

Alfred Winslow Jones meluncurkan perusahaan Hedge Fund pertama dengan nama AW Jones & Co pada tahun 1949. Mantan sosiolog itu terinspirasi untuk mengelola dana investasi saat menulis artikel tentang tren investasi untuk majalah Fortune. Ia berupaya meminimalkan risiko holding saham jangka panjang dengan melakukan short-selling pada saham lain. Kini, ia dijuluki sebagai “Bapak Hedge Fund”.

Hedge Fund makin populer setelah majalah Fortune melaporkan bahwa kinerjanya mengungguli sebagian besar reksa dana pada era 1960-an. Sejak saat itu, bermunculan beragam perusahaan Hedge Fund yang mengelola dana investor dengan beragam strategi inovatif. Sayangnya, strategi-strategi itu mengambil risiko terlalu tinggi hingga banyak perusahaan Hedge Fund kolaps pada era 1970-an.

Pemulihan pasar keuangan global selanjutnya mendorong kebangkitan kembali tren Hedge Fund. Orang-orang yang berhasil membuat strategi trading ampuh dapat membuat perusahaan Hedge Fund-nya sendiri, seperti George Soros dan Jim Simmons. Data dari grup HFR menunjukkan ada lebih dari 15,000 Hedge Fund di seluruh dunia dengan total dana kelolaan mencapai sekitar 3 Triliun USD.

Perusahaan Hedge Fund terbesar di dunia saat ini adalah Bridgewater Associates dengan dana kelolaan USD132 miliar per Juni 2019. Peringkat kedua diduduki oleh Renaissance Technologies yang mengelola USD68 miliar, disusul oleh Man Group pada urutan ketiga. Man Group merupakan Hedge Fund terbesar di benua Eropa yang mengelola dana sebesar USD62 miliar.

Selain ketiga perusahaan itu, ada pula BlackRock yang mengelola dana sebesar USD7.4 Triliun per akhir tahun 2019 hingga dijuluki sebagai “bank bayangan”. Akan tetapi, statusnya merupakan perusahaan manajemen aset (asset management). Dari total dana tadi, hanya USD32.9 miliar yang dikelola di bawah sayap bisnis Hedge Fund-nya.

Berbekal dana kelolaan yang sedemikian besar, tak dapat dipungkiri kalau Hedge Fund layak dicurigai sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pasar forex. Namun, tetap saja mereka tidak dapat menggerakkan kurs mata uang secara sepihak. Berdasarkan data terakhir, volume perdagangan harian di pasar forex mencapai lebih dari USD5 Triliun. Angka tersebut masih jauh lebih tinggi dibanding dana kelolaan Hedge Fund mana pun. Apalagi Hedge Fund tidak selalu bermain di pasar forex saja, melainkan juga ada yang hanya fokus berkecimpung di bursa saham atau pasar komoditas.

Baca juga: Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pasar Valuta Asing

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda