Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Pembahasan Joint Venture (JV) dalam Bisnis

Pembahasan Joint Venture (JV) dalam Bisnis.

 

Apa itu Joint Venture (JV)?

Joint Venture (JV) adalah perjanjian bisnis dimana dua pihak atau lebih sepakat untuk menyatukan sumber daya mereka dengan tujuan menyelesaikan tugas tertentu. Tugas ini dapat berupa proyek baru atau aktivitas bisnis lainnya.

Dalam Joint Venture (JV), masing-masing pihak bertanggung jawab atas keuntungan, kerugian, dan biaya yang terkait didalamnya. Namun, perusahaan yang terbuntuk nantinya berdiri sebagai entitasnya sendiri, terpisah dari kepentingan bisnis pihak lainnya.

 

KUNCI PENTING

  • JV adalah perjanjian bisnis dimana dua pihak atau lebih sepakat untuk menyatukan sumber daya mereka dengan tujuan menyelesaikan tugas tertentu.
  • Mereka adalah kemitraan dalam arti kata sehari-hari tetapi dapat menggunakan struktur hukum apa pun.
  • Umumnya JV digunakan untuk bermitra dengan bisnis lokal dengan tujuan memasuki pasar asing.

Baca juga: Mengenal Job Market dalam Ekonomi

 

Memahami Joint Ventures (JVs)

Joint Venture, meskipun merupakan kemitraan dalam artian sehari-hari, dapat menggunakan struktur hukum apa pun. Perusahaan, kemitraan, perseroan terbatas, dan entitas bisnis lainnya semuanya dapat digunakan untuk membentuk JV. Terlepas dari kenyataan bahwa tujuan JV biasanya untuk melakukan produksi atau penelitian, mereka juga dapat dibentuk untuk tujuan yang berkelanjutan. Joint Venture dapat menggabungkan perusahaan besar dan kecil untuk melakukan satu atau beberapa proyek dan kesepakatan baik yang besar maupun yang kecil.

Ada tiga alasan utama mengapa perusahaan membentuk Joint Venture:

Sumber Daya Leverage

Sebuah Joint Venture dapat mengambil keuntungan sumber daya gabungan dari kedua perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya. Satu perusahaan mungkin memiliki proses manufaktur yang mapan, sedangkan perusahaan lain mungkin memiliki saluran distribusi yang unggul.

Penghematan biaya

Dengan menggunakan skala ekonomis, kedua perusahaan di JV dapat meningkatkan produksi mereka dengan biaya per unit yang lebih rendah daripada jika mereka melakukannya secara terpisah. Hal ini sangat sejalan dengan hadirnya kemajuan teknologi yang mahal untuk diimplementasikan. Penghematan biaya lain dari terbentuknya JV yaitu mencakup berbagi iklan atau biaya tenaga kerja.

Keahlian Gabungan

Dua perusahaan atau pihak yang membentuk Joint Venture masing-masing mungkin memiliki latar belakang, keterampilan, dan keahlian yang unik. Ketika dikombinasikan melalui JV, masing-masing perusahaan dapat mengambil manfaat dari keahlian dan bakat yang lain dalam perusahaan mereka.

Terlepas dari struktur hukum yang digunakan untuk JV, dokumen yang paling penting adalah perjanjian JV yang menetapkan semua hak dan kewajiban mitra. Tujuan JV, kontribusi awal mitra, operasi sehari-hari, dan hak atas laba, dan tanggung jawab atas kerugian JV semuanya tercantum dalam dokumen ini. Penting untuk menyusunnya dengan hati-hati, untuk menghindari litigasi di jalan.

 

Penting: JV tidak diakui oleh IRS, dimana perjanjian JV akan menentukan bagaimana pajak akan dibayarkan.

 

Pertimbangan Khusus

Membayar Pajak Joint Venture (JV)

Saat membentuk JV, hal paling umum yang dapat dilakukan oleh kedua pihak adalah membuat entitas baru. Tetapi karena JV itu sendiri tidak diakui oleh Internal Revenue Service (IRS), bentuk bisnis antara kedua pihak tersebut membantu menentukan bagaimana pajak akan dibayar. Jika JV adalah entitas yang terpisah, maka JV tersebut akan membayar pajak seperti bisnis atau korporasi lainnya. Jika JV tersebut beroperasi sebagai LLC, maka keuntungan dan kerugian akan melalui pengembalian pajak pribadi pemilik seperti LLC lainnya.

Perjanjian JV akan medeskripsikan bagaimana laba atau rugi dikenai pajak. Tetapi jika perjanjian tersebut hanyalah hubungan kontraktual antara kedua pihak, maka perjanjian JV mereka akan menentukan bagaimana pajak dibagi diantara kedua pihak.

 

Menggunakan Joint Venture (JV) untuk Masuk ke Pasar Asing

Umumnya JV digunakan untuk bermitra dengan bisnis lokal dengan tujuan memasuki pasar asing.

Perusahaan yang ingin memperluas jaringan distribusinya ke negara-negara baru dapat memanfaatkan perjanjian JV untuk memasok produknya ke bisnis lokal, sehingga dapat manfaat dari jaringan distribusi yang sudah ada. Beberapa negara juga memiliki batasan pada orang asing jika ingin memasuki pasar mereka, membangun JV dengan bisnis lokal adalah satu-satunya cara agar dapat melakukan bisnis di negara tersebut.

 

Joint Venture (JV) vs. Kemitraan dan Konsorsium

Joint Venture (JV) bukanlah kemitraan. Istilah kemitraan digunakan untuk satu entitas bisnis yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. Sedangkan Joint Venture adalah bergabungnya dua atau lebih entitas yang berbeda menjadi sesuatu yang baru, dapat berbentuk kemitraan atau bukan kemitraan.

Istilah “konsorsium” dapat digunakan untuk menggambarkan sebuah Joint Venture. Namun, konsorsium adalah perjanjian yang lebih informal antara sekelompok bisnis yang berbeda, daripada menciptakan sesuatu yang baru. Sebuah konsorsium agen perjalanan dapat bernegosiasi dan memberikan harga khusus kepada anggotanya untuk hotel dan tiket pesawat, tetapi tidak membuat entitas atau perusahaan yang sama sekali baru.

 

Persyaratan untuk Membentuk Joint Venture

Elemen-elemen kunci untuk sebuah Joint Venture dapat mencakup (tetapi tidak terbatas):

  • Jumlah pihak yang terlibat
  • Ruang lingkup dimana JV akan beroperasi (geografi, produk, teknologi)
  • Apa dan berapa banyak masing-masing pihak akan berkontribusi pada JV
  • Struktur JV itu sendiri
  • Kontribusi awal dan pemisahan kepemilikan dari masing-masing pihak
  • Jenis pengaturan yang akan dibuat setelah transaksi selesai
  • Bagaimana JV dikendalikan dan dikelola
  • Bagaimana JV akan dikelola?

Baca juga: Apa itu January Effect?

 

 

Contoh Joint Venture

Begitu Joint Venture (JV) sudah mencapai tujuannya, ia dapat dilikuidasi atau dijual seperti bisnis lainnya. Sebai contoh, pada tahun 2016, Microsoft Corporation (NASDAQ: MSFT) menjual 50% sahamnya di Caradigm, sebuah JV yang telah dibuatnya pada tahun 2011 dengan General Electric Company (NYSE: GE). JV didirikan untuk mengintegrasikan data kesehatan perusahaan Amalga dan sistem intelijen Microsoft, bersamaan dengan berbagai teknologi dari GE Healthcare. Microsoft kini telah menjual sahamnya ke GE, yang secara efektif mengakhiri JV. GE sekarang adalah pemilik tunggal perusahaan tersebut dan bebas untuk menjalankan bisnis sesuka hatinya.

Sony Ericsson adalah contoh lain dua perusahaan besar yang terkenal dari JV. Dalam hal ini, mereka bermitra di awal tahun 2000 dengan tujuan untuk menjadi pemimpin dunia dalam ponsel. Setelah beberapa tahun beroperasi sebagai JV, usaha itu akhirnya menjadi milik Sony.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda