Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Memahami Insider Trading

Apa itu Insider Trading?

Insider trading atau perdagangan orang dalam melibatkan perdagangan saham perusahaan publik oleh seseorang yang memiliki informasi penting non-publik tentang saham tersebut dengan berbagai alasan. Insider trading dapat menjadi ilegal atau legal tergantung pada saat orang dalam tersebut melakukan perdagangan. Menjadi ilegal ketika informasi penting tersebut masih bersifat non-publik, dan insider trading semacam ini mengandung konsekuensi yang besar.

 

KUNCI PENTING

  • Insider trading adalah pembelian atau penjualan saham perusahaan yang diperdagangkan secara publik oleh seseorang yang memiliki informasi penting non-publik tentang saham tersebut.
  • Informasi penting non-publik adalah segala informasi yang secara substansial dapat memengaruhi keputusan investor untuk membeli atau menjual sekuritas yang belum tersedia untuk publik.
  • Insider trading ini bersifat ilegal dan disertai hukuman berat termasuk denda dan hukuman penjara.
  • Insider trading dapat menjadi legal selama sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh SEC.

Baca juga: Definisi Trend Trading

 

Memahami Insider Trading

Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat mendefinisikan insider trading yang ilegal sebagai berikut:

“Pembelian atau penjualan sekuritas, yang melanggar kewajiban fidusia atau hubungan kepercayaan dan kepercayaan lainnya, berdasarkan informasi penting dan informasi non publik tentang sekuritas tersebut.”

Informasi penting adalah segala informasi yang secara substansial dapat memengaruhi keputusan investor untuk membeli atau menjual sekuritas. Informasi non-publik adalah informasi yang tidak tersedia untuk umum secara hukum.

Pertanyaan tentang legalitas merupakan upaya SEC untuk mempertahankan pasar yang adil. Seorang individu yang memiliki akses informasi ke insider trading akan memiliki keuntungan dan menjadi tidak adil bagi investor lain, yang tidak memiliki akses yang sama, dan insider trading juga berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar, keuntungan ‘tidak adil’ dibandingkan dengan investor lain.

Insider trading ilegal termasuk memberi tip kepada orang lain ketika Anda memiliki informasi penting non-publik. Insider trading yang legal terjadi ketika para direktur perusahaan membeli atau menjual saham, tetapi mereka mengungkapkan transaksi mereka secara legal. Securities and Exchange Commission (SEC) memiliki aturan untuk melindungi investasi dari efek insider trading. Tidak perduli bagaimana informasi penting non-publik diterima atau jika orang tersebut dipekerjakan oleh perusahaan. Sebagai contoh, misalkan seseorang belajar tentang informasi penting non publik dari anggota keluarganya dan membagikannya kepada seorang teman. Jika temannya tersebut menggunakan informasi insider trading ini untuk mendapatkan keuntungan di pasar saham, maka ketiga orang yang terlibat tersebut bisa dituntut.

 

Penting: Cara terbaik untuk menghindari masalah hukum adalah dengan menghindari atau menggunakan berbagi informasi penting non-publik, bahkan jika Anda tidak sengaja mendengarnya.

 

Contoh: Martha Stewart dan Insider Trading

Direktur perusahaan bukan satu-satunya orang yang berpotensi dihukum karena adanya insider trading. Pada tahun 2003, Martha Stewart didakwa oleh SEC karena menghalangi keadilan dan melakukan penipuan sekuritas -termasuk insider trading- untuk bagiannya dalam kasus ImClone 2001.

Stewart menjual hampir 4000 saham perusahaan bio-farmasi ImClone Systems berdasarkan informasi yang diterima dari Peter Bacanovic, seorang broker di Merrill Lynch. Tip untuk Bacanovic diberikan setelah CEO ImClone Systems (CEO), Samuel Waksal, menjual semua sahamnya di perusahaan. Hal ini terjadi ketika ImClone sedang menunggu keputusan Food and Drug Administration (FDA) tentang perawatan kankernya, Erbitux.

Tak lama setelah penjualan ini, FDA menolak obat ImClone, menyebabkan saham turun 16% dalam satu hari. Penjualan awal yang dilakukan Stewart menyelamatkannya dari kerugian sebesar $45.673. Namun, penjualan itu dilakukan berdasarkan tip yang ia terima tentang Waksal yang akan menjual sahamnya, dan hal tersebut bukan merupakan informasi publik. Setelah persidangan tahun 2004, Stewart didakwa dengan kejahatan yang lebih kecil karena menghalangi persidangan, melakukan konspirasi, dan membuat pernyataan palsu kepada penyelidik federal. Stewart bertugas selama 5 bulan di fasilitas koreksi federal.

 

Contoh: Kasus Insider Trading di Amazon

Pada bulan September 2017, mantan analis keuangan Amazon.com Inc. (AMZN) Brett Kennedy didakwa dengan kasus insider trading. Pihak berwenang mengatakan, Kennedy memberi informasi kepada rekan alumninya di University of Washington, Maziar Rezakhani tentang pendapatan kuartal pertama Amazon di 2015 sebelum berita tersebut dirilis. Rezakhani membayar Kennedy sebesar $10.000 untuk informasi tersebut. Dalam kasus terkait, SEC mengatakan Rezakhani mendapatkan keuntungan sebesar $115.997 dalam perdagangan saham Amazon berdasarkan tip dari Kennedy.

Baca juga: Apa itu Trading Fraksional?

 

Contoh Hukum Insider Trading

Istilah “insider trading” pada umumnya memiliki konotasi negatif. Insider trading yang legal terjadi di pasar saham setiap minggunya. SEC mengharuskan transaksi diserahkan secara elektronik dengan tepat waktu. Transaksi diserahkan secara elektronik ke SEC dan juga harus dipublikasikan di situs web perusahaan.

Securities Exchange Act of 1934 adalah langkah pertama pengungkapan hukum transaksi saham perusahaan. Direktur dan pemilik utama saham harus mengungkapkan saham, transaksi, dan perubahan kepemilikan mereka.

  • Formulir 3 digunakan sebagai pengarsipan awal yang menunjukkan saham di perusahaan.
  • Formulir 4 digunakan untuk mengungkapkan transaksi saham perusahaan dalam waktu dua hari setelah pembelian atau penjualan.
  • Formulir 5 digunakan untuk menjelaskan transaksi sebelumnya atau transaksi yang telah ditangguhkan.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda