Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Memahami Earnings Before Interest, Taxes, and Amortization (EBITA)

Apa itu EBITA?

Earnings before interest, taxes, and amortization (EBITA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi adalah ukuran profitabilitas perusahaan yang digunakan oleh investor. Hal ini sangat membantu untuk membandingkan satu perusahaan dengan yang lain dalam lini bisnis yang sama. Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat memberikan pandangan yang lebih akurat tentang kinerja nyata perusahaan dari waktu ke waktu.

Ukuran serupa lainnya menambahkan depresiasi pada daftar faktor yang harus dihilangkan dari total pendapatan. Yaitu Earnings before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

 

Memahami EBITA

EBITA perusahaan dianggap oleh beberapa analis dan investor sebagai representasi yang lebih akurat dari pendapatan riilnya. EBITA menghilangkan persamaan pajak terhutang, bunga utang perusahaan, dan efek amortisasi, yang merupakan praktik akuntansi penghapusan biaya aset selama periode tahun.

Salah satu manfaatnya adalah menunjukkan lebih jelas berapa banyak arus kas yang dimiliki perusahaan untuk diinvestasikan kembali dalam bisnis atau membayar dividen. Hal itu juga dilihat sebagai indikator efisiensi operasi perusahaan.

 

EBITA vs EBITDA

EBITA tidak digunakan secara umum seperti EBITDA, yang menambahkan depresiasi ke dalam perhitungan. Depresiasi, dalam akuntansi perusahaan, adalah pencatatan penyusutan nilai aset perusahaan dari waktu ke waktu. Ini adalah penyusutan pada peralatan dan fasilitas. Beberapa perusahaan seperti yang ada di industri utilitas, manufaktur, dan telekomunikasi, memerlukan pengeluaran yang signifikan dalam peralatan dan infrastruktur, yang tercermin dalam buku mereka.

 

KUNCI PENTING

  • EBITA dapat memberikan pandangan yang lebih akurat tentang kinerja nyata perusahaan dari waktu ke waktu.
  • EBITA menghilangkan beberapa faktor yang dapat merusak gambaran kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.
  • Ukuran ini juga memungkinkan perbandingan yang lebih mudah antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya di industri yang sama.

Baik EBITA dan EBITDA adalah alat yang berguna dalam mengukur profitabilitas operasi perusahaan. Profitabilitas adalah pendapatan yang dihasilkan sepanjang kegiatan bisnis umum. Gambaran yang lebih jelas tentang profitabilitas perusahaan dapat diperoleh jika pengeluaran modal dan biaya pendanaan dikurangi dari total pendapatan resmi.

Analis umumnya menganggap EBITA dan EBITDA sebagai indikator arus kas perusahaan yang andal. Namun, beberapa industri memerlukan investasi yang signifikan dalam aset tetap. Menggunakan EBITA untuk mengevaluasi perusahaan di industri-industri tersebut dapat mendistorsi profitabilitas perusahaan dengan mengabaikan depresiasi aset-aset tersebut. EBITA dianggap sebagai ukuran yang lebih tepat untuk profitabilitas operasinya.

Dengan kata lain, pengukuran EBITA dapat digunakan sebagai pengganti EBITDA untuk perusahaan yang memiliki pengeluaran modal yang besar yang dapat membelokkan angka tersebut.

 

Perhitungan EBITA

Untuk menghitung EBITA perusahaan, seorang analis harus terlebih dahulu menentukan earnings before tax (EBT) perusahaan atau pendapatan perusahaan sebelum pajak. Angka ini muncul dalam laporan laba rugi perusahaan dan materi hubungan investor lainnya. Tambahkan ke angka ini setiap bunga dan biaya amortisasi. Jadi, rumusnya adalah: EBITA = EBT + biaya bunga + biaya amortisasi.

 

Contoh EBITA

Pada 2016, perusahaan XYZ menerima $600,000 dan memperoleh laba bersih $390,000 untuk tahun itu. Perusahaan tersebut kemudian mengambil pinjaman untuk merenovasi lantai penjualannya. Tahun berikutnya, penjualan naik menjadi $1,000,000 tetapi laba bersih turun menjadi $382,000, turun dari tahun sebelumnya.

Namun, dengan menggunakan perhitungan EBITA, laba perusahaan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi meningkat di antara tahun-tahun yang tercatat, meskipun laba bersih menurun karena biaya renovasi.

Sekilas, tampaknya kinerja perusahaan lebih buruk pada tahun kedua yang dilaporkan karena biaya renovasi tidak diperhitungkan. Contoh ini menunjukkan pentingnya mempelajari berbagai metrik saat mengevaluasi kinerja perusahaan.

Sumber: https://www.investopedia.com/terms/e/ebita.asp

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda