Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Definisi Pengusaha

Apa itu Pengusaha?

Pengusaha adalah individu yang menciptakan bisnis baru, menanggung sebagian besar risiko dan menikmati sebagian besar penghargaan. Pengusaha umumnya dilihat sebagai inovator, sumber dari ide-ide baru, barang, jasa, dan bisnis/atau prosedur.

Pengusaha memainkan peran penting dalam ekonomi apa pun, menggunakan keterampilan dan inisiatif yang diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan dan membawa ide-ide baru yang baik ke pasar. Pengusaha yang terbukti berhasil dalam mengambil risiko dari startup dihargai dengan keuntungan, ketenaran, dan peluang pertumbuhan berkelanjutan. Mereka yang gagal, menderita kerugian dan menjadi kurang terkenal di pasar.

 

KUNCI PENTING

  • Seseorang yang mengambil risiko dengan memulai usaha bisnis baru disebut pengusaha.
  • Pengusaha menciptakan perusahaan, yang mengumpulkan modal dan tenaga kerja untuk menghasilkan barang atau jasa demi keuntungan.
  • Kewirausahaan adalah pendorong penting pertumbuhan ekonomi dan inovasi.
  • Kewirausahaan memilki risiko tinggi, tetapi juga bisa menjadi imbalan-tinggi karena berfungsi menghasilkan kekayaan, pertumbuhan, dan inovasi ekonomi.

 

Cara Pengusaha Bekerja

Kewirausahaan adalah salah satu sumber daya yang dikategorikan oleh para ekonom sebagai bagian integral dari produksi, tiga hal lainnya adalah tanah/sumber daya alam, tenaga kerja dan modal. Pengusaha menggabungkan tiga hal pertama untuk memproduksi barang atau memberikan jasanya. Mereka biasanya membuat rencana bisnis, mempekerjakan buruh, memperoleh sumber daya dan pembiayaan, dan memberikan kepemimpinan dan manajemennya untuk bisnis.

Pengusaha umumnya menghadapi banyak kendala ketika membangun perusahaan mereka. Tiga hal yang banyak mereka sebutkan sebagai hal yang paling menantang adalah sebagai berikut:

  1. Mengatasi birokrasi
  2. Mendapatkan bakat
  3. Memperoleh pembiayaan

 

Pengusaha dan Pembiayaan

Mengingat risiko dari usaha baru, akuisisi dana modal menjadi sangat menantang, dan banyak pengusaha menanganinya melalui bootstrap: membiayai bisnis menggunakan metode seperti menggunakan uang mereka sendiri, menyediakan sweat equity untuk mengurangi biaya tenaga kerja, meminimalkan persediaan, dan anjak piutang.

Beberapa pengusaha adalah pemain tunggal yang berjuang untuk memulai usaha kecil dengan shoestring, sedangkan pengusaha yang lain mengambil mitra yang difasilitasi dengan akses yang lebih besar ke modal dan sumber daya lainnya. Dalam situasi ini, perusahaan baru dapat memperoleh pembiayaan dari venture capitalist, investor malaikat, pengelola investasi global, crowdsourcing, atau melalui sumber yang lebih tradisional seperti pinjaman bank.

 

Definisi Kewirausahaan

Ekonom tidak pernah memiliki definisi yang konsisten tentang “entrepreneur atau pengusaha” atau “entrepreneurship atau kewirausahaan” (kata “entrepreneur” berasal dari kata entreprendre kata kerja Perancis, yang berarti “melakukan”). Meskipun konsep pengusaha ada dan dikenal selama berabad-abad, para ekonom klasik dan neoklasik menghapus kata pengusaha dari model formal mereka: Mereka berasumsi bahwa informasi yang sempurna akan diketahui oleh pelaku yang sepenuhnya rasional, tanpa meninggalkan ruang untuk pengambilan risiko atau penemuan. Baru pada pertengahan abad ke-20 para ekonom secara serius berusaha memasukkan kewirausahaan ke dalam model mereka.

Tiga pemikir utama dari dimasukkannya kata pengusaha adalah: Joseph Schumpeter, Frank Knight, dan Israel Kirzner. Schumpeter mengemukakan bahwa para pengusaha—bukan hanya perusahaan— bertanggung jawab atas penciptaan hal-hal baru dalam pencarian keuntungan. Knight berfokus pada pengusaha sebagai pembawa ketidakpastian dan percaya mereka bertanggung jawab atas premi risiko di pasar keuangan. Kirzner menganggap kewirausahaan sebagai proses yang mengarah pada penemuan.

 

Pengusaha Berdampak pada Perekonomian

Dalam ilmu ekonomi, seorang pengusaha bertindak sebagai agen koordinator dalam ekonomi kapitalis. Koordinasi ini mengambil bentuk sumber daya yang dialihkan menuju peluang keuntungan potensial baru. Pengusaha menggerakkan berbagai sumber daya, baik berwujud maupun tidak berwujud, dan mempromosikan pembentukan modal.

Dalam pasar yang penuh ketidakpastian, pengusahalah yang sebenarnya dapat membantu menjernihkan ketidakpastian itu, saat ia membuat penilaian atau mengambil risiko. Sejauh kapitalisme adalah sistem untung-rugi yang dinamis, pengusaha mendorong penemuan yang efisien dan secara konsisten mengungkapkan pengetahuan. Perusahaan yang sudah mapan menghadapi peningkatan persaingan dan tantangan dari para pengusaha, yang seringkali mendorong mereka ke arah upaya penelitian dan pengembangan. Dalam istilah ekonomi teknis, pengusaha mengacaukan jalan menuju kesetimbangan kondisi-mapan.

 

Pengusaha Membantu Ekonomi

Memupuk kewirausahaan dapat memiliki dampak positif pada ekonomi dan masyarakat dalam beberapa cara. Sebagai permulaan, pengusaha menciptakan bisnis baru. Mereka menemukan barang dan jasa, menghasilkan lapangan kerja, dan sering menciptakan efek riak, menghasilkan semakin banyak pengembangan. Sebagai contoh, setelah beberapa perusahaan teknologi informasi dimulai di India pada 1990-an, bisnis di industri terkait, seperti operasi pusat panggilan dan penyedia perangkat keras, mulai berkembang juga, menawarkan layanan dan produk pendukung.

Pengusaha menambah pendapatan nasional bruto. Bisnis yang telah ada mungkin tetap terbatas pada pasar mereka dan akhirnya mencapai batas penghasilan. Tetapi produk atau teknologi baru menciptakan pasar baru dan kekayaan baru. Dan peningkatan lapangan kerja dan pendapatan yang lebih tinggi berkontribusi pada basis pajak suatu negara, memungkinkan pemerintah membuat pengeluaran yang lebih besar untuk proyek-proyek publik.

Pengusaha menciptakan perubahan sosial. Mereka menghancurkan tradisi dengan penemuan unik yang mengurangi ketergantungan pada metode dan sistem yang ada, kadang-kadang membuatnya menjadi usang. Ponsel pintar dan aplikasinya, misalnya, telah merevolusi kerja dan permainan di seluruh dunia.

Pengusaha berinvestasi dalam proyek-proyek komunitas dan membantu badan amal dan organisasi nirlaba lainnya, mendukung hal-hal di luar dunia mereka sendiri. Bill Gates, misalnya, telah menggunakan kekayaannya yang besar untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat.

 

Ekosistem Wirausaha

Ada penelitian yang menunjukkan tingkat wirausaha yang tinggi dapat menghambat pembangunan ekonomi: Kewirausahaan, jika tidak diatur dengan benar, dapat menyebabkan praktik pasar yang tidak adil dan korupsi, dan terlalu banyak pengusaha yang dapat menciptakan ketidaksetaraan pendapatan di masyarakat. Namun, secara keseluruhan, kewirausahaan adalah pendorong penting inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, mendorong kewirausahaan adalah bagian penting dari strategi pertumbuhan ekonomi bagi banyak pemerintah daerah dan nasional di seluruh dunia.

Untuk tujuan ini, pemerintah umumnya membantu dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan, yang mungkin termasuk adalah pengusaha itu sendiri, program bantuan yang disponsori pemerintah dan venture capitalist. Mereka juga dapat mencakup organisasi non-pemerintah, seperti asosiasi pengusaha, inkubator bisnis, dan program pendidikan.

Misalnya, California’s Silicon Valley sering disebut-sebut sebagai contoh ekosistem wirausaha yang berfungsi dengan baik. Wilayah ini memiliki basis modal ventura yang berkembang dengan baik, memilki banyak talenta berpendidikan, terutama di bidang teknis, dan berbagai program pemerintah dan non-pemerintah yang membina usaha baru dan memberikan informasi dan dukungan kepada pengusaha.

 

Menjadi Seorang Pengusaha

Setelah mengundurkan diri dari profesi sebagai penari sepatu profesional, Judi Sheppard Missett mengajar kelas tari kepada warga sipil untuk mendapatkan uang tunai tambahan. Tetapi dia segera mengetahui bahwa wanita yang datang ke studionya kurang tertarik untuk mempelajari langkah-langkah yang tepat dibandingkan dengan mereka yang ingin kehilangan berat badan dan meningkatkan berat badan. Sheppard Missett kemudian melatih instruktur untuk mengajarkan rutinitasnya kepada masyarakat, dan lahirlah Jazzercise. Sebuah waralaba yang banyak diikuti. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki lebih dari 8.900 lokasi di seluruh dunia.

Mengikuti kursus korespondensi membuat es krim, Jerry Greenfield dan Ben Cohen menggabungkan $8.000 dalam bentuk tabungan dan  $4.000 dalam bentuk pinjaman, mereka menyewa sebuah pompa bensin Burlington, Vt., dan membeli peralatan untuk membuat es krim dengan rasa yang unik untuk pasar lokal. Dua puluh tahun kemudian, Ben & Jerry menghasilkan jutaan pendapatan tahunan.

Meskipun “self-made man” (atau woman) selalu menjadi tokoh populer di masyarakat Amerika, kewirausahaan telah menjadi sangat diminati dalam beberapa dekade terakhir. Pada abad ke-21, contoh perusahaan Internet seperti Alphabet, fka Google (GOOG) dan Facebook (FB)—keduanya telah membuat para pendirinya kaya raya — orang-orang terpikat dengan gagasan menjadi pengusaha.

Tidak seperti profesi tradisional, dimana sering ada jalan yang pasti untuk diikuti, jalan menuju kewirausahaan membingungkan bagi kebanyakan orang. Apa yang berhasil pada satu pengusaha mungkin tidak bekerja untuk pengusaha lainnya dan sebaliknya. Dikatakan, ada lima langkah umum yang sebagian besar, jika tidak semua, telah diiktui oleh pengusaha sukses:

  1. Pastikan Stabilitas Keuangan

Langkah pertama ini bukan persyaratan yang harus diikuti namun sangat dianjurkan. Selagi pengusaha telah membangun bisnis yang sukses sedangkan ia mengalami kekurangan flush financial (anggaplah pendiri Facebook Mark Zuckerberg sebagai mahasiswa), mulailah dengan pasokan uang tunai yang memadai dan memastikan pendanaan yang berkelanjutan dan hal tersebut hanya dapat membantu pengusaha yang bercita-cita tinggi, meningkatkan landasan pacu pribadinya dan beri pengusaha lebih banyak waktu untuk bekerja membangun bisnis yang sukses, daripada memikirkan untuk menghasilkan uang cepat.

  1. Bangun Serangkaian Keterampilan yang Beragam

Begitu seseorang memiliki keuangan yang kuat, penting untuk membangun serangkaian keterampilan yang beragam dan kemudian menerapkan keterampilan itu di dunia nyata. Keuntungan langkah kedua adalah bisa dilakukan bersamaan dengan langkah satu.

Membangun serangkaian keterampilan dapat dicapai melalui pembelajaran dan mencoba tugas-tugas baru dalam dunia nyata. Sebagai contoh, jika seorang pengusaha yang bercita-cita memiliki latar belakang di bidang keuangan, ia dapat berpindah peran menjadi penjual di perusahaannya untuk mempelajari soft skill yang diperlukan untuk menjadi sukses. Setelah serangkaian keterampilan yang beragam dibangun, itu memberi pengusaha sebuah toolkit yang dapat diandalkannya ketika ia dihadapkan pada situasi sulit yang tak terhindarkan.

  1. Konsumsi Konten Di Berbagai Saluran

Sama pentingnya dengan membangun serangkaian keterampilan yang beragam, kebutuhan untuk mengonsumsi beragam konten juga sama penting. Konten ini bisa dalam bentuk podcast, buku, artikel atau ceramah. Yang penting adalah isinya, tidak peduli salurannya, harus bervariasi dalam apa yang dicakupnya. Seorang pengusaha yang bercita-cita tinggi harus selalu membiasakan diri dengan dunia di sekitarnya sehingga ia dapat melihat industri dengan perspektif yang baru, memberinya kemampuan untuk membangun bisnis pada saektor tertentu.

  1. Identifikasi Masalah untuk Dipecahkan

Melalui konsumsi konten di berbagai saluran, seorang pengusaha yang bercita-cita tinggi mampu mengidentifikasi berbagai masalah untuk dipecahkan. Satu pepatah bisnis mengatakan bahwa produk atau layanan perusahaan perlu menyelesaikan titik masalah tertentu — baik untuk bisnis lain atau untuk kelompok konsumen. Melalui identifikasi masalah, seorang pengusaha yang bercita-cita tinggi mampu membangun bisnis untuk menyelesaikan masalah itu.

Sangat penting untuk menggabungkan langkah tiga dan empat sehingga memungkinkan untuk mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dengan melihat berbagai industri sebagai orang luar. Hal ini sering memberi pengusaha yang bercita-cita tinggi kemampuan untuk melihat masalah yang mungkin tidak dimiliki orang lain.

  1. Memecahkan Masalah Tersebut

Startup yang sukses mampu memecahkan masalah tertentu untuk perusahaan lain atau untuk publik. Ini dikenal sebagai “nilai tambah dalam masalah.” Hanya dengan menambahkan nilai pada masalah atau titik sakit tertentu seorang pengusaha bisa menjadi sukses.

Katakanlah, misalnya, Anda mengidentifikasi proses untuk membuat janji dengan dokter gigi adalah hal yang rumit bagi pasien, dan akibatnya dokter gigi kehilangan pelanggan. Nilainya bisa berupa membangun sistem janji temu online yang membuatnya lebih mudah untuk memesan janji temu.

 

Gairah untk bertindak

Apa lagi kesamaan kisah sukses kewirausahaan? Mereka selalu melibatkan orang-orang yang rajin menyelam ke dalam hal-hal yang mereka sukai secara alami.

Memberikan kepercayaan pada pepatah, “temukan cara untuk mendapatkan bayaran untuk pekerjaan yang akan Anda lakukan secara gratis,” gairah bisa disebut sebagai komponen yang paling penting yang harus dimiliki oleh pemilik bisnis startup, dan setiap sisi membantu. Selagi prospek menjadi bos untuk diri Anda sendiri dan mendapatkan kekayaan adalah hal yang memikat bagi para pemimpi kewirausahaan, namun juga terdapat kemungkinan yang sangat besar untuk mengalami kerugian dalam membangun bisnis sendiri. Penghasilan tidak terjamin, tunjangan yang disponsori perusahaan sia-sia dan ketika bisnis Anda kehilangan uang, aset pribadi Anda dapat terdampak — bukan hanya laba perusahaan. Tetapi mengikuti beberapa prinsip yang sudah teruji dan benar bisa membawa banyak risiko.

 

Buat Tangan Anda Kotor

Saat memulai, sangat penting untuk secara pribadi menangani penjualan dan interaksi pelanggan lainnya bila memungkinkan. Kontak klien langsung adalah cara yang paling jelas untuk mendapatkan umpan balik yang jujur ​​tentang apa yang disukai pasar sasaran dan apa yang bisa Anda lakukan untuk lebih baik. Jika tidak praktis untuk antarmuka dengan pelanggan, pengusaha harus melatih karyawan untuk memancing komentar pelanggan secara alami. Hal ini tidak hanya membuat pelanggan merasa diberdayakan, tetapi pelanggan yang bahagia cenderung merekomendasikan bisnis kita kepada orang lain.

Menjawab telepon secara pribadi adalah salah satu keunggulan paling kompetitif yang dimiliki oleh pengusaha rumahan atas pesaing mereka yang lebih besar. Dalam masa reaksi teknologi tinggi, di mana pelanggan frustrasi dengan respons otomatis dan menu nada sentuh, mendengar suara manusia merupakan salah satu cara aman untuk memikat pelanggan baru dan membuat yang sudah ada merasa dihargai — fakta penting, mengingat bahwa sekitar 80% dari semua bisnis dihasilkan dari pelanggan tetap.

Paradoksnya, selagi pelanggan menghargai akses telepon dengan sentuhan manusia, mereka juga mengharapkan situs web yang sangat memikat. Sekalipun bisnis Anda tidak berada di industri teknologi tinggi, para pengusaha tetap harus memanfaatkan teknologi internet untuk menyampaikan pesan mereka. Bisnis berbasis garage-based dapat memiliki situs web yang unggul daripada perusahaan yang didirikan senilai $100 juta. Pastikan manusia yang menjawab telpon para pelanggan.

 

Mengetahui Waktu untuk Mengubah Arah Perjalanan

Beberapa pemilik bisnis yang sukses menemukan formula sempurna langsung di awal karirnya. Sebaliknya: ide harus berubah seiring berjalannya waktu. Entah mengutak-atik desain produk atau mengubah item makanan pada menu, menemukan sweet spot yang sempurna membutuhkan trial and error.

Mantan Ketua dan CEO Starbucks Howard Schultz awalnya berpikir memainkan musik opera Italia melalui speaker toko akan menonjolkan pengalaman kedai kopi Italia yang ia coba tiru. Tetapi pelanggan melihat hal-hal secara berbeda dan sepertinya tidak menyukai musik tersebut dengan espresso mereka. Akibatnya, Schultz membuang opera dan memperkenalkan kursi-kursi yang nyaman sebagai gantinya.

 

Pengelolaan Uang yang Cerdas

Melewati inti dari setiap bisnis baru yang sukses, perusahaan mengalahkan kekuatan arus kas yang stabil—penting untuk membeli inventaris, membayar sewa, memelihara peralatan, dan mempromosikan bisnis. Kunci untuk tetap dalam kegelapan adalah pembukuan yang ketat atas pendapatan dibandingkan dengan pengeluaran. Dan karena sebagian besar bisnis baru tidak menghasilkan laba di tahun pertama, dengan menyisihkan uang untuk kemungkinan ini, pengusaha dapat membantu mengurangi risiko kekurangan dana. Terkait dengan ini, penting untuk menjaga biaya pribadi dan bisnis terpisah, dan jangan pernah menggunakan dana bisnis untuk menutupi biaya hidup sehari-hari.

Tentu saja, penting untuk membayar diri Anda sendiri gaji realistis yang memungkinkan Anda untuk melunasi hal-hal penting, tetapi tidak lebih — terutama di mana investor terlibat. Tentu saja, pengorbanan semacam itu dapat menyulitkan hubungan dengan orang-orang terkasih yang mungkin perlu menyesuaikan diri dengan standar hidup yang lebih rendah dan menanggung kekhawatiran atas risiko aset keluarga. Untuk alasan ini, pengusaha harus mengomunikasikan masalah-masalah ini jauh sebelumnya, dan memastikan orang tercinta mempercayai anda.

 

Pertanyaan untuk Para Pengusaha

Memulai jalur karier kewirausahaan untuk “menjadi bos bagi Anda sendiri” sangat menyenangkan. Namun seiring dengan semua riset Anda, pastikan untuk melakukan pekerjaan rumah Anda tentang diri Anda dan situasi Anda.

 

Beberapa Pertanyaan untuk Ditanyakan pada Diri Sendiri :

  • Apakah saya memiliki kepribadian, temperamen, dan pola pikir untuk meraih dunia dengan cara saya sendiri?
  • Apakah saya memiliki suasana dan sumber daya yang diperlukan untuk mencurahkan seluruh waktu saya untuk usaha saya?
  • Apakah saya memiliki rencana pelarian yang matang dengan garis waktu yang jelas kalau-kalau usaha saya tidak berhasil?
  • Apakah saya memiliki rencana konkret untuk jumlah bulan “x” berikutnya atau akankah saya menghadapi tantangan di tengah jalan karena keluarga, keuangan atau komitmen lainnya? Apakah saya memiliki rencana mitigasi untuk tantangan-tantangan itu?
  • Apakah saya memiliki jaringan yang diperlukan untuk mencari bantuan dan saran sesuai kebutuhan?
  • Sudahkah saya mengidentifikasi dan membangun jembatan dengan mentor yang berpengalaman untuk belajar dari keahlian mereka?
  • Sudahkah saya menyiapkan draf kasar penilaian risiko yang lengkap, termasuk ketergantungan pada faktor-faktor eksternal?
  • Sudahkah saya menilai secara realistis potensi penawaran saya dan bagaimana hal itu akan terlihat di pasar yang ada?
  • Jika penawaran saya akan menggantikan produk yang ada di pasar, bagaimana pesaing saya akan bereaksi?
  • Untuk mengamankan penawaran saya, apakah masuk akal untuk mendapatkan hak paten? Apakah saya memiliki kapasitas untuk menunggu selama itu?
  • Sudahkah saya mengidentifikasi basis pelanggan target saya untuk tahap awal? Apakah saya memiliki rencana skalabilitas yang siap untuk pasar yang lebih besar?
  • Sudahkah saya mengidentifikasi saluran penjualan dan distribusi?

 

Pertanyaan yang Menggali Faktor Eksternal:

  • Apakah wirausaha saya memenuhi peraturan dan hukum setempat? Jika tidak layak secara lokal, dapatkah saya dan haruskah saya pindah ke daerah lain?
  • Berapa lama untuk mendapatkan lisensi atau izin yang diperlukan dari otoritas terkait? Bisakah saya bertahan selama itu?
  • Apakah saya memiliki rencana untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan dan karyawan yang terampil, dan apakah saya telah membuat pertimbangan biaya yang sama?
  • Apa jadwal tentatif untuk membawa prototipe pertama ke pasar atau untuk layanan yang akan berfungsi?
  • Siapa pelanggan utama saya?
  • Siapa sumber pendanaan yang mungkin perlu saya dekati untuk menjadi sebesar ini? Apakah usaha saya cukup baik untuk meyakinkan para pemangku kepentingan potensial?
  • Infrastruktur teknis apa yang saya butuhkan?
  • Setelah bisnis didirikan, apakah saya akan memiliki dana yang cukup untuk mendapatkan sumber daya dan membawanya ke tingkat berikutnya? Akankah perusahaan besar lain meniru model saya dan mematikan usaha saya?

Sumber: https://www.investopedia.com/terms/e/economicgrowth.asp

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda