Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Arti Bullish dan Bearish dalam Trading Saham dan Forex

Dalam perbincangan tentang investasi saham atau trading forex, Anda mungkin sering mendengar istilah atau jargon khas seperti bullish dan bearish. Trader pemula sering merasa asing terhadap arti istilah seperti itu, padahal sangat penting dalam menganalisis kondisi pasar keuangan. Tak jarang juga malah terjadi salah paham. Agar mengerti dengan benar, mari simak artikel ini bersama-sama.

Pengertian Bullish

Bullish berarti kondisi pasar sedang bagus dan harga aset akan terus meningkat. Gambarannya seperti seekor banteng (bull) yang menyerang dengan cara menyerudukkan tanduk-nya ke atas. Umpamanya ketika seorang investor “bullish” terhadap EUR/USD, maka itu artinya ia meyakini Euro akan terus menguat terhadap USD, sehingga grafik EUR/USD diperkirakan bakal bergerak naik terus.

Penilaian bullish investor dapat dipadukan dengan kerangka waktu tertentu. Contohnya:

  1. Bullish jangka pendek: Ketika seorang trader meyakini harga suatu aset akan meningkat dalam kurun waktu beberapa jam, beberapa hari, atau beberapa minggu, maka ia bisa mengatakan aset tersebut “bullish dalam jangka pendek”. Posisi harga aset tersebut bisa jadi masih menurun sekarang, tetapi karena memprediksi akan bullish, maka investor akan melakukan analisis teknikal dengan target mencari titik reversal (pembalikan harga). Titik reversal itu dapat menjadi sinyal untuk close posisi jual (sell) yang sudah dibuka, maupun sinyal untuk entry membeli (buy) aset tersebut.
  2. Bullish jangka panjang: Ketika seorang investor meyakini bahwa harga suatu aset akan meningkat dalam waktu antara satu tahun ke depan atau lebih, maka ia dapat mengatakan aset tersebut “bullish dalam jangka panjang”. Prediksi seperti ini merupakan sinyal beli yang sangat kuat untuk partisipan pasar saham, karena menandakan adanya peluang profit dari capital gain maupun dividen.

Pengertian Bearish

Istilah bearish memiliki makna berlawanan dengan bullish. Gambarannya seperti seekor beruang (bear) yang menyerang dengan menggarukkan cakarnya ke bawah. Ketika suatu aset diperkirakan bearish, itu berarti harganya akan jatuh. Umpamanya ketika seorang investor “bearish” terhadap USD/JPY, maka itu artinya ia meyakini USD akan terus melemah terhadap Yen Jepang, sehingga grafik USD/JPY diperkirakan bakal bergerak turun terus.

Seorang investor juga bisa memiliki keyakinan bearish terhadap sebuah emiten (saham) atau komoditas. Berdasarkan perkiraan bearish, ia akan segera menjual (sell) aset tersebut atau menutup posisi beli (buy) yang telah dibuka sebelumnya.

Cara Menemukan Sinyal Bullish dan Bearish

Setelah mengetahui pengertian bullish dan bearish di atas, boleh jadi Anda bertanya-tanya tentang bagaimana kita mengetahui suatu pair mata uang atau saham itu bullish atau bearish? Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan analisis pasar. Analisis pasar secara teknikal atau fundamental dapat membantu trader dan investor untuk mengevaluasi proyeksi nilai aset ke depan.

Contoh analisis fundamental misalnya ketika data-data ekonomi Amerika Serikat bagus, maka nilai tukar USD diperkirakan bullish juga. Atau jika sebuah perusahaan publik menanggung utang besar dan mencatat rugi netto dalam laporan keuangan terbaru, maka harga sahamnya bearish.

Sedangkan analisis teknikal dapat dilakukan dengan memantau grafik harga dan menerapkan indikator tertentu. Berikut ini beberapa contohnya:

  • Trader melakukan analisis teknikal jangka pendek terhadap AUD/USD dengan memasang indikator Moving Average. Pertama-tama, ia akan menerapkan Moving Average 50-Day pada grafik AUD/USD ber-timeframe harian (1D). Apabila grafik harga mampu memotong MA-50 Day dari bawah ke atas dan mencetak satu candle utuh di atas garis MA-50 Day, maka itu merupakan sinyal bullish (perhatikan kotak hijau). Sedangkan jika grafik berbalik dan harga turun ke bawah garis MA-50 Day, maka itu merupakan sinyal bearish.

  • Investor memantau grafik candlestick IHSG (IDX Composite Index) pada timeframe bulanan (1M). Dalam grafik tersebut, ia menyaksikan ada pola candlestick Bearish Engulfing (perhatikan kotak merah). Ini merupakan sinyal bearish yang cukup akurat, sehingga dapat diperkirakan kalau IHSG akan jatuh. Selain Bearish Engulfing, masih ada banyak sekali pola-pola candlestick lain yang dapat memberikan sinyal bullish maupun bearish.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Akurat Dalam 1 Menit

Setiap trader dan investor harus memahami apa arti bullish dan bearish. Istilah-istilah ini sering dipergunakan dalam berita keuangan, artikel seputar trading dan investasi, maupun analisis pasar dari para pakar. Anda juga akan sering mendengarnya dalam diskusi dengan sesama pelaku pasar. Tanpa memahami istilah-istilah ini, kemungkinan Anda akan salah paham terhadap komentar atau pandangan yang disampaikan oleh orang lain.

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda