Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Dimaksud Pendapatan Tetap

Pendapatan tetap (fixed income) secara luas mengacu pada jenis-jenis keamanan investasi yang membayar bunga tetap atau membayar dividen para investornya sampai tanggal jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, investor mendapatkan penegmbalian dengan jumlah pokok yang telah mereka investasikan. Obligasi pemerintah dan korporasi adalah jenis produk pendapatan tetap yang paling umum. Tidak seperti ekuitas yang mungkin membayar yang bukan arus kas kepada investor, atau sekuritas pendapatan variabel, dimana pembayaran dapat berubah berdasarkan beberapa ukuran yang mendasarinya -seperti suku bunga jangka pendek- pembayaran keamanan pendapatan tetap sudah diketahui sebelumnya.

 

Selain membeli sekuritas pendapatan tetap secara langsung, ada beberapa reksa dana pendapatan tetap yang diperdagangkan di bursa efek dan reksa dana yang sudah tersedia.

 

KUNCI PENTING

  • Pendapatan tetap adalah kelas aset dan sekuritas yang membayar suku arus kas yang ditetapkan kepada investor, biasanya dalam bentuk bunga tetap atau dividen.
  • Pada saat jatuh tempo, untuk beberapa sekuritas pendapatan tetap, investor medapatkan pengembalian dengan jumlah pokok yang telah mereka investasikan selain bunga yang telah mereka terima.
  • Obligasi pemerintah dan korporasi adalah jenis produk pendapatan tetap yang paling umum.
  • Dalam hal kebangkrutan perusahaan, investor dengan pendapatan tetap sering mendapatkan bayaran terlebih dahulu sebelum pemegang saham biasa.

 

Memahami Penghasilan Tetap

Perusahaan dan pemerintah menerbitkan surat utang untuk mengumpulkan uang guna mendanai operasi sehari-hari dan membiayai proyek-proyek besar. Untuk investor, instrumen pendapatan tetap dapat membayar pengembalian suku bunga tertentu sebagai imbalan bagi investor yang meminjamkan uang mereka. Pada tanggal jatuh tempo, investor mendapatkan pembayaran kembali dengan jumlah awal yang mereka investasikan — dikenal sebagai prinsipal.

Misalnya, perusahaan mungkin menerbitkan obligasi sebesar 5% dengan nilai par atau nilai nominal $1.000 yang jatuh tempo dalam lima tahun. Seorang investor membeli obligasi tersebut dengan besaran $1.000 dan tidak akan menadaptkan pembayaran kembali sampai lima tahun. Selama lima tahun tersebut, perusahaan membayar pembayaran bunga — disebut pembayaran kupon — berdasarkan suku bunga 5% per tahun. Oleh karena itu, investor akan dibayar $50 per tahun selama lima tahun. Pada akhir tahun ke lima, investor mendapatkan pengembalian sebesar $1.000 yang telah diinvestasikan diawal pada tanggal jatuh tempo. Investor juga dapat menemukan investasi pendapatan tetap yang dapat membayar pembayaran kupon bulanan, triwulanan, atau setengah tahunan.

Sekuritas pendapatan tetap direkomendasikan untuk para investor konservatif yang mencari portofolio yang terdiversifikasi. Persentase portofolio yang didedikasikan untuk pendapatan tetap tergantung pada gaya investasi investor. Terdapat juga peluang untuk mendiversifikasi portofolio dengan mencampurkan produk pendapatan tetap dan saham sehingga menciptakan portofolio yang mungkin memiliki 50% produk pendapatan tetap dan 50% dalam saham.

Obligasi pemerintah, obligasi daerah, obligasi perusahaan, dan sertifikat deposito (CD) adalah contoh produk pendapatan tetap. Obligasi diperdagangkan over-the-counter (OTC) di pasar obligasi dan pasar sekunder.

Pertimbangan Khusus

Investasi pendapatan tetap adalah strategi konservatif dimana pengembalian dihasilkan dari sekuritas berisiko rendah yang membayar bunga yang dapat diprediksi. Karena risikonya lebih rendah, pembayaran kupon bunga juga biasanya lebih rendah. Membangun portofolio pendapatan tetap dapat mencakup investasi dalam obligasi, obligasi reksadana, dan sertifikat deposito (CD). Salah satu strategi menggunakan produk pendapatan tetap disebut strategi laddering.

Strategi laddering menawarkan pendapatan bunga yang stabil melalui investasi dalam serangkaian obligasi jangka pendek. Ketika obligasi jatuh tempo, manajer portofolio menginvestasikan kembali pokok pengembalian ke dalam obligasi jangka pendek baru yang memperpanjang jenjang ladder. Metode ini memungkinkan investor untuk memiliki akses ke modal tersedia dan menghindari kerugian dari kenaikan suku bunga pasar.

Sebagai contoh, investasi $60.000 dapat dibagi menjadi obligasi satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun. Investor membagi prinsip $60.000 menjadi tiga bagian yang sama, menginvestasikan $20.000 ke masing-masing dari tiga obligasi tersebut. Ketika obligasi satu tahun jatuh tempo, pokok $20.000 akan digulirkan menjadi obligasi yang jatuh tempo satu tahun setelah kepemilikan tiga tahun diawal. Ketika obligasi kedua jatuh tempo, dana-dana tersebut digulirkan ke obligasi yang memperpanjang ladder untuk satu tahun lagi. Dengan cara ini, investor memiliki pengembalian bunga yang stabil dan dapat mengambil keuntungan dari suku bunga yang lebih tinggi.

 

Jenis Produk Pendapatan Tetap

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, contoh paling umum dari sekuritas pendapatan tetap adalah obligasi pemerintah atau korporasi. Sekuitas pemerintah yang paling umum adalah sekuritas yang diterbitkan oleh pemerintah AS dan umumnya disebut sebagai sekuritas Treasury. Namun, banyak juga sekuritas pendapatan tetap yang ditawarkan dari pemerintah dan perusahaan non-AS.

Berikut adalah jenis-jenis produk pendapatan tetap yang paling umum:

  • Treasury bills (T-bills)adalah sekuritas pendapatan tetap jangka pendek yang jatuh tempo dalam satu tahun yang tidak dikenakan pembayaran pengembalian kupon. Investor membeli sekuritas ini dengan harga kurang dari nilai nominalnya dan investor mendapatkan perbedaan tersebut pada saat jatuh tempo.
  • Treasury note (T-notes)jatuh tempo antara dua sampai 10 tahun, membayar suku bunga tetap, dan biasanya memiliki nilai nominal $1.000. Pada akhir jatuh tempo, investor mendapatkan pengembalian pokok namun setiap tahunnya hanya mendapatkan pembayaran bunga setengah tahunan untuk mereka yang memegang sekuritas.
  • Treasury bond (T-bonds)mirip dengan T-note namun sekuritas ini jatuh tempo dalam 30 tahun. T-bonds dapat memiliki nilai nominal masing-masing sebesar $10.000.
  • Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) melindungi investor dari inflasi. Jumlah pokok obligasi TIPS disesuaikan dengan inflasi dan deflasi.
  • Obligasi daerahini mirip dengan Treasury karena diterbitkan oleh pemerintah, namun obligasi ini dikeluarkan dan didukung oleh negara, kota, atau daerah, bukan pemerintah federal, dan digunakan untuk modal kenaikan gaji yang digunakan untuk membiayai pengeluaran lokal. Obligasi daerah juga dapat memiliki manfaat bebas pajak bagi para investornya.
  • Obligasi korporasi terbagi dalam beberapa jenis, dan harga dan suku bunga yang ditawarkan yang sebagian besar tergantung pada stabilitas keuangan perusahaan dan kelayakan kreditnya. Obligasi dengan peringkat kredit yang lebih tinggi biasanya membayar suku bunga kupon yang lebih rendah.
  • Obligasi sampah-juga disebut obligasi high-yield- adalah masalah korporasi yang membayar kupon lebih besar karena risiko gagal bayar yang lebih tinggi. Kegagalan terjadi saat perusahaan gagal membayar kembali pokok dan bunga obligasi atau jaminan hutang.
  • Sertifikat deposito atau Certificate of Deposit (CD)adalah sarana pendapatan tetap yang ditawarkan oleh lembaga keuangan dengan jangka waktu kurang dari lima tahun. Angkanya lebih tinggi dari rekening tabungan biasa, dan CD memuat perlindungan FDIC atau National Credit Union Administration (NCUA).
  • Reksa dana pendapatan tetap (dana obligasi)—seperti yang ditawarkan oleh Vanguard — berinvestasi dalam berbagai obligasi dan instrumen utang. Dana ini memungkinkan investornya untuk memiliki aliran pendapatan dengan manajemen portofolio yang profesional. Namun, mereka akan membayar biaya untuk kenyamanan tersebut.
  • Alokasi aset atau pendapatan tetap ETFbekerja seperti reksadana. Dana ini menargetkan peringkat kredit tertentu, jangka waktu, atau faktor lainnya. ETF juga menanggung biaya manajemen profesional.

 

Keuntungan Penghasilan Tetap

Investasi pendapatan tetap menawarkan investor aliran pendapatan yang stabil selama masa obligasi atau instrumen utang sekaligus menawarkan kepada penerbit akses yang sangat dibutuhkan untuk modal atau uang. Penghasilan stabil memungkinkan investor merencanakan pengeluaran, alasan inilah yang mebuat produk ini populer dalam portofolio pensiunan.

Pembayaran bunga dari produk pendapatan tetap juga dapat membantu investor menstabilkan pengembalian risiko dalam portofolio investasi mereka—yang dikenal sebagai resiko pasar. Untuk investor yang memegang saham, harga dapat berfluktuasi sehingga memungkinkan menghasilkan keuntungan atau malah kerugian besar. Pembayaran bunga yang tetap dan stabil dari produk-produk pendapatan tetap sebagian dapat mengimbangi kerugian dari penurunan harga saham. Oleh karena itu, investasi aman seperti ini dapat membantu mendiversifikasi risiko portofolio investasi.

Terlebih, investasi pendapatan tetap dalam bentuk obligasi pemerintah (T-bond) mendapat dukungan dari pemerintah AS. Sertifikat deposito pendapatan tetap memiliki perlindungan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) hingga $ 250.000 per individu. Obligasi korporasi, walaupun tidak diasuransikan, didukung oleh kelayakan finansial dari perusahaan yang mendasarinya. Jika suatu perusahaan menyatakan kebangkrutan atau likuidasi, pemegang obligasi memiliki klaim yang lebih tinggi atas aset perusahaan daripada pemegang saham biasa.

Meskipun ada banyak manfaat untuk produk-produk pendapatan tetap, seperti semua investasi, ada beberapa risiko yang harus diperhatikan investor sebelum membelinya.

 

Risiko Terkait Pendapatan Tetap

Risiko Kredit dan Kegagalan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Treasury dan CD memiliki perlindungan melalui pemerintah dan FDIC. Hutang perusahaan, yang kurang aman masih berperingkat lebih tinggi daripada melakukan pembagian saham untuk melakukan pengembalian. Ketika memilih investasi, berhati-hatilah untuk melihat peringkat kredit obligasi dan perusahaan yang mendasarinya. Obligasi dengan peringkat di bawah BBB berarti memiliki kualitas rendah dan dipandang sebagai obligasi sampah.

Risiko kredit yang dikaitkan dengan suatu perusahaan dapat memiliki berbagai efek pada penilaian instrumen pendapatan tetap menjelang jatuh tempo. Jika perusahaan sedang berjuang, harga obligasi di pasar sekunder mungkin menurun nilainya. Jika seorang investor mencoba untuk menjual obligasi perusahaan yang sedang dalam masa sulit, obligasi tersebut mungkin dijual dengan harga kurang dari nilai nominal atau nilai par. Selain itu, mungkin dapat menyulitkan investor untuk menjual obligasi tersebut di pasar terbuka dengan harga yang wajar atau bahkan tidak sama sekali menjualnya karena tidak ada permintaan untuk hal tersebut.

Harga obligasi dapat naik dan turun selama masa pakai obligasi tersebut berlaku. Jika investor memegang obligasi hingga jatuh tempo, pergerakan harga tidak dipedulikan karena investor akan dibayar dengan nilai nominal obligasi pada saat jatuh tempo. Namun, jika pemegang obligasi menjual obligasi sebelum jatuh tempo melalui broker atau lembaga keuangan, investor akan menerima harga pasar saat pada saat penjualan. Harga jual tersebut dapat menghasilkan keuntungan atau kerugian tergantung pada perusahaan yang mendasarinya, suku bunga kupon, dan suku bunga pasar saat dilakukan penjualan.

Risiko Suku Bunga

Investor pendapatan tetap mungkin menghadapi resiko suku bunga. Risiko ini terjadi di lingkungan dimana suku bunga pasar naik, dan nilai yang dibayarkan oleh obligasi tertinggal. Dalam hal ini, obligasi akan kehilangan nilai di pasar obligasi sekunder. Selain itu, modal investor terikat dalam investasi, dan mereka tidak dapat menggunakannya untuk mendapatkan penghasilan lebih tinggi tanpa mengambil kerugian diawal. Sebagai contoh, jika seorang investor membeli obligasi 2-tahun dengan pembayaran 2,5% per tahun dan suku bunga untuk obligasi 2-tahun melonjak menjadi 5%, investor akan tetap terkunci di 2,5%. Baik atau buruk, investor yang memegang produk penghasilan tetap menerima kurs tetapnya dimana pun suku bunga bergerak di pasar.

Risiko Inflasi

Risiko inflasi juga berbahaya bagi investor dengan pendapatan tetap. Laju dimana harga naik dalam perekonomian disebut inflasi. Jika harga naik atau inflasi naik, itu memakan keuntungan dari sekuritas pendapatan tetap. Sebagai contoh, jika sekuritas hutang dengan suku bunga tetap membayar pengembalian sebesar 2% dan inflasi naik  menjadi 1,5%, investor akan rugi, karena hanya menghasilkan pengembalian sebesar 0,5% secara riil.

 

Pro dan Kontra

Pro

  • Aliran pendapatan stabil
  • Pengembalian lebih stabil daripada investasi saham
  • Klaim lebih tinggi untuk aset jika terjadi kebangkrutan
  • Pemerintah dan FDIC mendukung beberapa investasi pendapatan tetap

Kontra

  • Pengembalian lebih rendah dari investasi lain
  • Eksposur risiko kredit dan kegagalan
  • Rentan terhadap risiko suku bunga
  • Sensitif terhadap risiko Inflasi

 

Contoh dari Penghasilan Tetap

Sebagai ilustrasi, katakanlah Pepsico Inc. (PEP) memunculkan masalah obligasi pendapatan tetap untuk pabrik botol baru di Argentina. Obligasi 5% yang diterbitkan tersedia dengan nilai nominal masing-masing $1.000 dan akan jatuh tempo dalam lima tahun. Perusahaan berencana untuk menggunakan hasil dari pabrik baru untuk membayar hutang.

Anda membeli 10 obligasi dengan total biaya $10.000 dan akan menerima $500 sebagai pembayaran bunga di setiap tahun selama lima tahun (0,05 x $10.000 = $500). Jumlah bunga tersebut tetap dan akan memberikan Anda penghasilan tetap. Perusahaan menerima $10.000 dan menggunakan dana tersebut untuk membangun pabrik di luar negeri. Setelah jatuh tempo dalam lima tahun, perusahaan membayar kembali jumlah pokok sebesar $10.000 kepada investor yang telah memperoleh total $2.500 dalam bentuk bunga selama lima tahun ($500 x lima tahun).

 

Sumber: https://www.investopedia.com/terms/f/fixedincome.asp