Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Dimaksud Pasar Bebas?

Apa itu Pasar Bebas?

Pasar bebas adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada penawaran dan permintaan dengan sedikit atau tanpa adanya kendali dari pemerintah. Hal ini merupakan deskripsi singkat dari pertukaran sekarela (voluntary exchange) yang terjadi di lingkungan ekonomi tertentu. Pasar bebas dicirikan oleh tatanan pengaturan yang spontan dan terdesentralisasi dimana individu membuat keputusan ekonomi. Berdasarkan aturan politik dan hukumnya, ekonomi pasar bebas suatu negara dapat berkisar antara pasar yang sangat besar atau pasar yang seluruhnya gelap.

Baca jugaDefinisi Pasar Berjangka – Apa itu Pasar Berjangka?

KUNCI PENTING

  • Pasar bebas adalah pasar dimana pertukaran sukarela (voluntary exchange) serta hukum penawaran dan permintaan memiliki asas tersendiri untuk sistem ekonomi, tanpa campur tangan pemerintah.
  • Ciri utama dari pasar bebas adalah tidak adanya transaksi atau kondisi yang dipaksakan (dipaksa) pada transaksi.
  • Tidak ada ekonomi pasar bebas murni yang benar-benar terwujud, dan semua pasar dalam beberapa pasti memiliki batasan, ekonom yang mengukur tingkat kebebasan di pasar telah menemukan hubungan yang secara umum positif antara pasar bebas dan ukuran kesejahteraan ekonomi.

 

Memahami Pasar Bebas

Istilah “pasar bebas” kadang-kadang digunakan sebagai sinonim untuk kapitalisme laissez-faire. Ketika kebanyakan orang mendiskusikan “pasar bebas,” yang mereka maksudkan adalah ekonomi dengan persaingan tanpa hambatan dan hanya transaksi pribadi antara pembeli dan penjual. Namun, definisi yang lebih inklusif harus mencakup kegiatan ekonomi voluntary dan tidak dikendalikan oleh otoritas pusat yang memaksa.

Dengan menggunakan deskripsi ini, kapitalisme laissez-faire dan sosialisme sukarela masing-masing dapat dikatakan sebagai contoh pasar bebas, meskipun sosialisme meliputi kepemilikan bersama atas alat-alat produksi. Ciri utamanya adalah tidak adanya pemaksaan atau pembatasan terkait kegiatan ekonomi.[1] Pemaksaan di psar bebas hanya dapat terjadi melalui kesepakatan bersama sebelumnya dalam kontrak sukarela, seperti pemulihan kontraktual yang ditegakkan oleh hukum gugatan.

 

Hubungan Pasar Bebas dengan Kapitalisme dan Kebebasan Individu

Tidak ada negara modern yang melarang sepenuhnya operasi pasar bebas. Namun, pasar yang paling bebas cenderung bertepatan dengan negara-negara yang menghargai properti pribadi, kapitalisme, dan hak-hak individu. Hal Ini masuk akal karena sistem politik yang menghindar dari peraturan atau subsidi untuk perilaku individu tidak terlalu mengganggu transaksi ekonomi sukarela . Selain itu, pasar bebas  cenderung lebih tumbuh dan berkembang dalam sistem dimana hak-hak properti dilindungi dengan baik dan kapitalis memiliki dorongan untuk mengejar keuntungan.

 

Pasar Bebas dan Pasar Keuangan

Di pasar bebas, pasar keuangan dapat berkembang untuk memfasilitasi kebutuhan pembiayaan bagi mereka yang tidak dapat atau tidak ingin melakukan pembiayaan sendiri. Sebagai contoh, beberapa individu atau bisnis berspesialisasi dalam memperoleh tabungan dengan cara secara konsisten tidak mengonsumsi semua kekayaan mereka saat ini. Yang lain berspesialisasi dalam mengeluarkan tabungan untuk melakukan aktivitas wirausaha, seperti memulai atau memperluas bisnis. Aktor-aktor ini dapat memperoleh manfaat dari perdagangan sekuritas keuangan seperti saham dan obligasi.

Misalnya, penabung dapat membeli obligasi dan menukar tabungan mereka saat ini dengan pengusaha untuk perjanjian simpanan di masa depan plus imbalan, atau bunga. Dengan saham, tabungan diperdagangkan untuk klaim kepemilikan atas penghasilan masa depan. Tidak ada contoh modern dari pasar keuangan bebas yang murni.

 

Kendala Umum di Pasar Bebas

Semua kendala pada pasar bebas menggunakan ancaman kekuatan implisit atau eksplisit. Contoh umumnya adalah: larangan pertukaran spesifik, perpajakan, peraturan, mandat pada persyaratan tertentu dalam pertukaran, persyaratan lisensi, nilai tukar tetap, persaingan dari layanan yang disediakan untuk publik, kontrol harga, dan kuota untuk produksi, pembelian barang, atau praktik perekrutan karyawan. Alasan umum untuk batasan yang diberlakukan secara politis pada pasar bebas adalah keamanan konsumen, keadilan antara berbagai kelompok yang diuntungkan atau tidak di masyarakat, dan penyediaan barang publik.  Apa pun alasan khususnya, perusahaan bisnis dan kelompok kepentingan lain dalam masyarakat sering melobi untuk membentuk kendala-kendala ini demi kebaikan mereka sendiri dalam sebuah fenomena yang dikenal sebagai rent-seeking. Ketika perilaku pasar bebas diatur, ruang lingkup pasar bebas dibatasi namun biasanya tidak dihilangkan seluruhnya, dan pertukaran sukarela masih dapat terjadi dalam kerangka peraturan pemerintah.

Beberapa pertukaran juga dapat terjadi dengan melanggar aturan dan regulasi pemerintah tentang apa yang disebut “pasar gelap,” yang dalam beberapa hal mungkin dianggap sebagai versi gelap dari pasar bebas. Namun, pertukaran pasar masih sangat terkendala karena, di pasar gelap, persaingan sering membawa konflik kekerasan antara kelompok saingan produsen atau konsumen yang bertentangan dengan persaingan pasar bebas atau persaingan rent-seeking melalui sistem politik. Akibatnya, di pasar gelap, kompetitif yang unggul cenderung berpihak ke mereka yang memiliki keunggulan dalam kekerasan, sehingga perilaku monopolistik atau oligopolistik mungkin terjadi dan kemungkinan hambatan tersebut untuk masuk ke pasar tinggi karena pemain yang lebih lemah akan diusir dari pasar.

 

Mengukur Kebebasan Ekonomi

Untuk mempelajari efek pasar bebas terhadap perekonomian, para ekonom telah menyusun beberapa indeks kebebasan ekonomi yang terkenal. Hal ini termasuk Indeks Kebebasan Ekonomi yang diterbitkan oleh Heritage Foundation dan Kebebasan Ekonomi Dunia dan Kebebasan Ekonomi Amerika Utara yang diterbitkan oleh Fraser Institute. Indeks-indeks ini mencakup item-item seperti keamanan hak properti, beban regulasi, dan keterbukaan pasar keuangan, di antara banyak item lainnya. Analisis empiris yang membandingkan indeks-indeks ini dengan berbagai ukuran pertumbuhan ekonomi, pembangunan, dan standar kehidupan menunjukkan bukti kuat tentang hubungan antara pasar bebas dan kesejahteraan materi di berbagai negara.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda