Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Dimaksud dengan Leverage?

Apa yang Dimaksud dengan Leverage?

Leverage adalah penggunaan modal pinjaman sebagai sumber pendanaan saat berinvestasi guna memperluas aset dasar perusahaan dan menghasilkan pengembalian modal risiko. Leverage adalah sebuah strategi investasi dalam menggunakan uang pinjaman—khususnya, penggunaan berbagai instrumen keuangan atau modal pinjaman— untuk meningkatkan potensi pengembalian investasi. Leverage juga bisa merujuk pada jumlah utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai aset.

 

KUNCI PENTING

  • Leverage mengacu pada penggunaan utang (dana pinjaman) untuk memperkuat pengembalian dari investasi atau proyek.
  • Investor menggunakan leverage untuk melipatgandakan daya beli mereka di pasar.
  • Perusahaan menggunakan leverage untuk membiayai aset mereka—alih-alih menerbitkan saham untuk meningkatkan modal, perusahaan dapat menggunakan utang untuk berinvestasi dalam operasi bisnis dalam upaya meningkatkan nilai pemegang saham.

Baca juga: Tentang Hukum Penawaran dan Permintaan

 

Memahami Leverage

Leverage adalah penggunaan hutang (modal pinjaman) untuk melakukan investasi atau melakukan sebuah proyek. Tujuannya  adalah melipatgandakan potensi pengembalian dari suatu proyek. Pada saat yang sama, leverage juga akan menggandakan potensi turunnya risiko jika investasi tidak berjalan dengan baik. Ketika seseorang merujuk suatu perusahaan, baik properti, maupun investasi sebagai “highly leverage,” itu berarti perusahaan atau investasi tersebut memiliki lebih banyak utang daripada ekuitas.

Konsep leverage digunakan oleh investor dan perusahaan. Investor menggunakan leverage untuk secara signifikan meningkatkan pengembalian yang dapat diberikan pada sebuah investasi. Mereka meningkatkan investasi mereka dengan menggunakan berbagai instrumen, termasuk opsi, futures, dan margin account. Perusahaan dapat menggunakan leverage untuk membiayai aset mereka. Dengan kata lain, alih-alih menerbitkan saham untuk meningkatkan modal, perusahaan dapat menggunakan pembiayaan utang untuk berinvestasi dalam operasi bisnis dalam upaya meningkatkan nilai pemegang saham.

Investor yang tidak nyaman menggunakan leverage secara langsung memiliki berbagai cara untuk mengakses leverage secara tidak langsung. Mereka dapat berinvestasi di perusahaan yang menggunakan leverage dalam kegiatan bisnis normal mereka untuk membiayai atau memperluas operasi—tanpa meningkatkan pengeluaran mereka.

 

Penting: Leverage menguatkan kemungkinan pengembalian, sama seperti tuas dapat digunakan untuk memperkuat kekuatan seseorang saat memindahkan beban yang berat.

 

Pertimbangan Khusus

Melalui analisis neraca, investor dapat mengamati utang dan ekuitas berbagai perusahaan dalam buku-buku yang tersedia dan investor juga dapat berinvestasi di perusahaan yang memanfaatkan leverage untuk bekerja atas nama bisnis mereka. Statistik seperti return on equity (ROE), debt to equity (D/E), dan return on capital employed (ROCE) membantu investor menentukan bagaimana perusahaan menggunakan modal dan berapa banyak modal yang dipinjam perusahaan. Untuk mengevaluasi statistik ini dengan tepat, penting untuk diingat bahwa leverage ada dalam beberapa varietas, termasuk leverage operasi, finansial, dan kombinasi.

Untuk analisis fundamental investor dapat menggunakan tingkat leverage operasi. Seseorang dapat menghitung tingkat leverage operasi dengan membagi perubahan persentase pendapatan per saham perusahaan (EPS) dengan perubahan persentase dalam pendapatannya sebelum bunga dan pajak (EBIT) selama suatu periode. Investor juga dapat menghitung tingkat leverage operasi dengan membagi EBIT perusahaan dengan EBIT dikurangi biaya bunga. Tingkat leverage operasi yang lebih tinggi menunjukkan tingkat volatilitas yang lebih tinggi dalam EPS perusahaan.

Sedangkan analisis DuPont menggunakan “pengganda ekuitas” untuk mengukur leverage keuangan. Seseorang dapat menghitung pengganda ekuitas dengan membagi total aset perusahaan dengan total ekuitasnya. Setelah mendapat hasilnya, lipatgandakan leverage keuangan dengan total perputaran aset dan margin laba untuk menghasilkan laba atas ekuitas. Misalnya, jika perusahaan swasta memiliki total aset senilai $500 juta dan ekuitas pemegang saham senilai $250 juta, maka pengganda ekuitas adalah 2,0 ($500 juta/$250 juta). Hal ini menunjukkan perusahaan telah membiayai setengah dari total asetnya dengan ekuitas. Oleh karena itu, pengganda ekuitas yang lebih besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki lebih banyak leverage keuangan.

Jika membaca spreadsheet dan melakukan analisis fundamental bukanlah hal yang Anda sukai, Anda dapat membeli reksa dana atau dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menggunakan leverage. Dengan menggunakan instrumen ini, Anda dapat mendelegasikan keputusan penelitian dan investasi kepada para ahli.

 

Leverage vs. Margin

Meskipun saling berhubungan—karena keduanya melibatkan pinjaman—leverage dan margin tidak sama. Leverage mengacu pada mengambil utang, sedangkan margin adalah utang atau uang pinjaman yang digunakan perusahaan untuk berinvestasi dalam instrumen keuangan lainnya.

Akun margin memungkinkan Anda untuk meminjam uang dari broker dengan tingkat bunga tetap untuk membeli sekuritas, opsi, atau kontrak futures untuk mengantisipasi mendapatkan pengembalian yang tinggi secara substansial. Anda dapat menggunakan margin untuk membuat leverage.

 

Kerugian Leverage

Leverage adalah hal yang memiliki banyak aspek, kompleks. Teorinya terdengar hebat, dan pada kenyataannya, penggunaan leverage bisa saja menguntungkan, namun hal sebaliknya juga mungkin terjadi. Leverage memperbesar keuntungan dan kerugian. Jika seorang investor menggunakan leverage untuk melakukan investasi dan investasinya bergerak melawan investor, kerugian investor akan jauh lebih besar dari yang seharusnya ia terima jika sang investor tidak menggunakan leverage pada investasinya.

Untuk alasan ini, leverage harus sering dihindari oleh para investor pemula, sampai nanti jika mereka sudah mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam berinvestasi. Dalam dunia bisnis, perusahaan dapat menggunakan leverage untuk menghasilkan kekayaan bagi pemegang saham, tetapi jika gagal melakukannya, beban bunga dan risiko kredit gagal bayar menghancurkan nilai pemegang saham.

 

Baca juga: Pembahasan Suku Bunga

 

Contoh Leverage

Sebuah perusahaan dibentuk dengan investasi sebesar $5 juta dari investor, dimana ekuitas di perusahaan tersebut adalah sebesar $5 juta—ini adalah uang yang dapat digunakan perusahaan untuk beroperasi. Jika perusahaan menggunakan debt financing dengan meminjam $20 juta, itu berarti perusahaan tersebut memiliki $ 25 juta sekarang untuk berinvestasi dalam operasi bisnisnya dan akan lebih banyak mendapat kesempatan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Seorang pembuat mobil, misalnya, dapat meminjam uang untuk membangun pabrik baru. Pabrik baru tersebut akan memungkinkan pembuat mobil untuk meningkatkan jumlah mobil yang diproduksi dan meningkatkan keuntungan.

 

Sumber: investopedia.com