Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Dimaksud dengan J-Curve

Apa itu J-Curve?

J-curve atau kurva-J adalah trendline yang menunjukkan kerugian di awal dan segera diikuti dengan keuntungan yang drastis. Dalam bagan, pola aktivitas ini akan mengikuti bentuk huruf kapital “J”.

Efek J-curve sering disebut dalam ekonomi untuk menggambarkan, misalnya, cara neraca perdagangan suatu negara pada awalnya memburuk setelah dilakukan devaluasi pada mata uangnya, kemudian dengan cepat pulih dan akhirnya melampaui kinerja sebelumnya.

J-curve juga digunakan dalam bidang yang lain termasuk kedokteran dan ilmu politik. Dalam setiap kasus, J-curve menggambarkan kerugian di awal yang diikuti oleh kenaikan yang signifikan ke level yang melebihi performa awal.

Baca juga: Mengenal International Financial Reporting Standards (IFRS)

 

Memahami J-curve

J-curve berfungsi untuk menggambarkan efek suatu peristiwa atau tindakan selama periode waktu tertentu. Secara terbuka, hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih buruk terlebih dahulu sebelum akhirnya menjadi lebih baik.

 

KUNCI PENTING

  • J-curve menggambarkan sebuah tren yang dimulai dengan penurunan tajam dan diikuti oleh kenaikan yang drastis.
  • Trendline berakhir pada peningkatan dari titik awal.
  • Dalam ekonomi, J-curve menunjukkan bagaimana depresiasi mata uang memperburuk ketidakseimbangan perdagangan yang diikuti oleh peningkatan yang substansial.

 

Dalam ekonomi, J-curve sering digunakan untuk mengamati efek mata uang yang lebih lemah pada neraca perdagangan. Polanya adalah sebagai berikut:

  • Segera setelah mata uang suatu negara didevaluasi, impor menjadi lebih mahal dan ekspor menjadi lebih murah, menciptakan defisit perdagangan menjadi lebih buruk (atau setidaknya surplus perdagangan menjadi lebih kecil).
  • Tak lama kemudian, volume penjualan ekspor negara itu mulai naik dengan mantap, berkat harga yang relatif murah.
  • Di waktu yang bersamaan, konsumen di rumah mulai membeli lebih banyak barang yang diproduksi secara lokal karena harganya relatif terjangkau dibandingkan dengan barang impor.
  • Seiring waktu, neraca perdagangan antara negara dan mitranya bangkit kembali dan bahkan melebihi waktu pra-devaluasi.

Devaluasi mata uang negara memiliki efek negatif secara langsung karena keterlambatan tak terelakkan dalam memenuhi permintaan yang lebih besar untuk produk-produk dalam negeri.

Ketika mata uang suatu negara terapresiasi, para ekonom mencatat, J-curve terbalik mungkin terjadi. Ekspor negara tersebu tiba-tiba menjadi lebih mahal bagi negara-negara pengimpor. Jika negara lain dapat memenuhi permintaan untuk harga yang lebih rendah, mata uang yang lebih kuat akan mengurangi daya saing ekspornya. Konsumen lokal juga dapat beralih ke barang impor, karena mereka menjadi lebih kompetitif dengan barang-barang yang diproduksi secara lokal.

Baac juga: Apa itu High-yield Checking Account? Inilah yang Perlu Anda Ketahui

 

J-curve dalam Ekuitas Pribadi

Istilah J-curve digunakan untuk menggambarkan lintasan khas investasi yang dibuat oleh perusahaan ekuitas swasta.

 

Penting: J-curve adalah representasi visual dari fakta sederhana bahwa kadang-kadang suatu keadaan akan menjadi lebih buruk terlebih dahulu sebelum menjadi lebih baik nantinya.

 

Perusahaan ekuitas swasta memiliki jalur yang berbeda untuk mendapatkan keuntungan dibandingkan perusahaan publik atau dana yang berinvestasi di dalamnya.

Portofolio mereka, berdasarkan desain, terdiri dari perusahaan yang berkinerja buruk pada saat dibeli. Perusahaan kemudian menghabiskan dana yang besar untuk memperlengkapi perusahaan tersebut sebelum memutarnya sebagai perusahaan baru.

Itu berarti penurunan kinerja awal diikuti, setidaknya secara teoritis, oleh peningkatan tajam dalam kinerja.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda