Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa itu Neraca Keuangan?

Apa yang dimaksud Neraca?

Neraca adalah laporan keuangan yang melaporkan aset perusahaan, liabilitas, dan ekuitas pemegang saham perusahaan pada titik waktu tertentu dan menyajikan dasar untuk menghitung tingkat pengembalian dan evaluasi struktur modalnya. Neraca adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang apa yang dimiliki perusahaan dan utang perusahaan serta jumlah yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Hal ini digunakan bersama dengan laporan keuangan penting lainnya seperti laporan laba rugi dan laporan arus kas dalam melakukan analisis fundamental atau menghitung rasio keuangan. 

 

Formula yang digunakan untuk neraca

Neraca mengikuti persamaan akuntansi berikut ini dimana aset di satu sisi, dan kewajiban ditambah ekuitas pemegang saham di sisi yang lain, menyeimbangkan:

Aset = Liabilitas + Ekuitas pemegang saham

Formula ini Intuitif: sebuah perusahaan harus membayar semua hal yang dimilikinya (aset) dengan meminjam uang (mengambil kewajiban) atau mengambilnya dari investor (menerbitkan ekuitas pemegang saham).

Sebagai contoh, jika perusahaan mengambil pinjaman lima tahun sebesar $ 4.000 dari bank, asetnya (khususnya, akun tunai) akan meningkat sebesar $ 4.000. kewajibannya (khususnya, akun utang jangka panjang) juga akan meningkat sebesar $ 4.000, menyeimbangkan kedua Sisi persamaan. Jika perusahaan mengambil $ 8.000 dolar dari investor, asetnya akan meningkat sebesar jumlah itu, demikian juga ekuitas pemegang sahamnya. Semua pendapatan perusahaan menghasilkan lebih dari kewajibannya akan masuk ke akun ekuitas pemegang saham, mewakili aset bersih yang dimiliki oleh pemilik. Pendapatan ini akan diseimbangkan di sisi aset, muncul sebagai uang tunai, investasi inventaris atau aset lainnya.

Aset, liabilitas, dan ekuitas pemegang saham masing-masing terdiri dari beberapa akun yang lebih kecil yang menguraikan spesifikasi keuangan perusahaan. Akun-akun ini sangat bervariasi berdasarkan industri, dan istilah yang sama dapat memiliki implikasi yang berbeda tergantung pada sifat bisnis. Namun secara luas, ada beberapa komponen umum yang kemungkinan besar akan dijumpai oleh investor.

Apa yang ada di neraca? 

Neraca adalah potret yang menggambarkan keadaan keuangan perusahaan pada saat tertentu. Dengan sendirinya, hal itu tidak bisa memberikan pemahaman tentang tren yang bermain dalam periode yang lama. Karena alasan ini neraca harus dibandingkan dengan periode sebelumnya. Neraca juga harus dibandingkan dengan bisnis lain dalam industri yang sama karena industri yang berbeda memiliki pendekatan unik untuk pembiayaan.

Sejumlah rasio dapat diturunkan dari neraca, membantu investor memahami seberapa sehat suatu perusahaan. Hal ini termasuk rasio utang terhadap ekuitas (debt-to eqiuty ratio) dan rasio cepat (acid-test-ratio), bersama dengan banyak hal lainnya. Laporan laba rugi dan laporan arus kas juga memberikan konteks yang berharga untuk menilai keuangan sebuah perusahaan, seperti halnya catatan atau tambahan apapun dalam laporan laba-rugi yang mungkin merujuk kembali ke neraca.

 

Kunci penting

  • Neraca adalah laporan keuangan yang melaporkan aset, liabilitas, dan ekuitas pemegang saham perusahaan.
  • Neraca adalah salah satu dari tiga (laporan laba rugi dan laporan arus kas sebagai dua lainnya) laporan keuangan inti yang digunakan untuk mengevaluasi sebuah perusahaan. 
  • Neraca adalah potret yang menggambarkan keadaan keuangan perusahaan (apa yang dimiliki dan utang) pada tanggal penerbitannya. 
  • Analisis fundamental menggunakan neraca, bersama dengan laporan keuangan lainnya untuk menghitung keuangan.

 

Aset

Dalam segmen aset, akun diurutkan dari atas ke bawah dalam urutan likuiditasnya–yaitu memudahkan untuk dikonversi menjadi uang tunai. mereka dibagi menjadi aset lancar, yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam satu tahun atau kurang; dan aset tidak lancar atau jangka panjang, yang tidak bisa.

Berikut adalah urutan umum akun dalam aset lancar:

  • Kas dan setara kas adalah aset yang paling likuid dan dapat mencakup surat utang jangka pendek (Treasury bills) dan sertifikat deposito jangka pendek, serta mata uang dari negara industri (hard currency).
  • Surat surat berharga adalah surat berharga dan surat utang yang mana terdapat pada pasar likuid. 
  • Piutang usaha mengacu pada uang yang dihutang pelanggan kepada perusahaan, mungkin termasuk estimasi piutang tak tertagih karena proporsi tertentu dari pelanggan dapat diharapkan untuk tidak membayar. 
  • Persediaan adalah barang yang tersedia untuk dijual, dihargai dengan biaya atau harga pasar yang lebih rendah.
  • Biaya dibayar dimuka merupakan harga yang telah dibayarkan, seperti asuransi, iklan kontrak atau di sewa.

Aset jangka panjang meliputi: 

  • Investasi jangka panjang adalah surat-surat yang tidak akan atau tidak dapat di likuidasi pada tahun berikutnya.
  • Aset tetap termasuk tanah, mesin, peralatan, bangunan, dan aset tahan lama lainnya, umumnya padat modal. 
  • Aset tidak berwujud termasuk aset non fisik (tetapi masih bernilai) seperti kekayaan intelektual dan goodwill. Secara umum, aset tidak berwujud hanya terdaftar di neraca jika aset tersebut diperoleh, daripada mengembangkan in-house. Nilai mereka dengan demikian dapat dikecilkan– dengan tidak memasukkan logo yang diakui secara global, misalnya –atau hanya dengan melebih-lebihkan.

 

Liabilitas 

Liabilitas adalah uang yang harus dibayar perusahaan kepada pihak luar, mulai dari tagihan yang harus dibayarkan kepada pemasok hingga bunga obligasi yang telah dikeluarkan kepada kreditor untuk penyewaan, utilitas, dan gaji. Liabilitas jangka pendek adalah liabilitas yang jatuh tempo dalam satu tahun dan terdaftar dalam dalam urutan tanggal jatuh tempo. Liabilitas jangka panjang adalah liabilitas yang jatuh tempo pada satu titik setelah satu tahun.

Liabilitas jangka pendek meliputi:

Porsi hutang jangka panjang saat ini

  • Hutang bank
  • Hutang bunga
  • Sewa, pajak, utilitas
  • Upah dibayar
  • Pembayaran dimuka pelanggan
  • Hutang dividen dan lainnya
  • Premi yang diterima dan tidak diterima

Liabilitas jangka panjang meliputi:

  • Hutang jangka panjang: bunga dan pokok obligasi yang diterbitkan
  • Liabilitas dana pensiun: uang yang harus dibayarkan perusahaan ke dalam rekening pensiun karyawannya
  • Liabilitas pajak tangguhan: pajak yang telah diperoleh tetapi tidak akan dibayarkan untuk tahun berikutnya (disamping waktu, angka ini merekonsiliasi perbedaan antara persyaratan pelaporan keuangan dan cara pajak di nilai, seperti perhitungan depresiasi.)

Beberapa liabilitas dianggap diluar neraca, artinya tidak akan muncul di neraca.

 

Ekuitas pemegang saham 

Ekuitas pemegang saham adalah uang yang diatribusikan kepada pemilik bisnis, berarti pemegang sahamnya. Ia juga dikenal sebagai “aset bersih,” karena itu secara setara dengan total aset perusahaan dikurangi liabilitasya, yaitu, utang kepada yang bukan pemegang saham.

Laba ditahan adalah laba bersih sebuah perusahaan yang diinvestasikan kembali dalam bisnis atau digunakan untuk melunasi hutang; sisanya dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden.

Treasury stock adalah saham yang dibeli kembali oleh perusahaan atau tidak pernah diterbitkan. Hal tersebut dapat dijual di kemudian hari untuk mengumpulkan uang tunai atau dicadangkan untuk menangkis peserteruan pengambilalihan.

Beberapa perusahaan menerbitkan saham (preferred stock) preferen, yang akan dicatat kan sebagai secara terpisah dari saham biasa (common stock) di bawah ekuitas pemegang saham. Saham preferen diberi nilai nominal yang berubah-ubah –seperti saham biasa, dalam beberapa kasus– yang tidak berpengaruh pada nilai pasar saham (seringkali, nilai nominalnya hanya $0,01). Akun “saham biasa” dan “saham preferen” dihitung dengan mengalikan nilai nominal dengan jumlah saham yang dikeluarkan.

Tambahan modal disetor atau surplus modal menunjukkan jumlah yang telah diinvestasikan pemegang saham melebihi akun “saham biasa” atau “saham preferen”, yang didasarkan pada nilai nominal dari pada harga pasar. Ekuitas pemegang saham tidak secara langsung terkait dengan kapitalisasi pasar perusahaan: yang terakhir didasarkan pada harga saham saat ini, sedangkan modal disetor adalah jumlah ekuitas yang telah dibeli dengan harga berapa pun.

 

Keterbatasan neraca 

Neraca merupakan informasi yang sangat berharga bagi investor dan analis; namun, hal tersebut memiliki beberapa kekurangan. Karena hal tersebut hanya potret dalam suatu waktu, neraca hanya dapat menggunakan perbedaan antara titik waktu sekarang dan satu titik waktu lainnya di masa lalu. Karena neraca statis, banyak rasio keuangan menggunakan data termasuk dalam neraca dan laporan laba rugi yang lebih dinamis dan laporan arus kas untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang apa yang terjadi dengan bisnis perusahaan.

Sistem akuntansi yang berbeda dan cara berurusan dengan depresiasi dan inventaris juga akan mengubah angka yang diposting ke dalam neraca. Oleh karena itu menejer memiliki beberapa kemampuan untuk memainkan angka agar terlihat lebih menguntungkan. Perhatikan catatan kaki pada neraca untuk menentukan sistem mana yang digunakan dalam akuntansi mereka dan untuk melihat bendera merah (red flag).

 

Sumber : https://www.investopedia.com/terms/b/balancesheet.asp

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda