Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Pengangguran di AS Membengkak di Tengah Kebijakan Pembatasan Sosial

Pengangguran di AS Membengkak di Tengah Kebijakan Pembatasan Sosial
Pengangguran di AS Membengkak di Tengah Kebijakan Pembatasan Sosial

Pengangguran di AS Membengkak di Tengah Kebijakan Pembatasan Sosial. Sebanyak jutaan atau lebih banyak warga AS terlihat sedang berjuang untuk mendapatkan tunjangan pengangguran pada pekan lalu, situasi ini merupakan akibat dari adanya perluasan PHK yang dialami banyaknya warga AS, dimana ini merupakan cara perusahaan dalam menghadapi industri ke segmen ekonomi lainnya dan mungkin kasus PHK ini akan meningkat bahkan ketika banyak negara bagian lainnya mulai beroperasi normal kembali.

Baca Juga : Dolar AS Menguat di Tengah Pandemi Coronavirus yang Meluas

Laporan mingguan tentang data pengangguran pada Departemen Tenaga Kerja AS di hari Kamis tampaknya memperkuat pandangan para ekonom tentang sulitnya untuk pemulihan ekonomi di situasi yang berlarut-larut ini, seperti yang terlihat dalam kebijakan penguncian nasional untuk memperlambat penyebaran virus COVID-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus.

Kondisi perekonomian AS menyusut pada laporan di kuartal pertama, ini merupakan laju yang paling curam sejak adanya Resesi yang Hebat di tahun 2007-2009. Laporan klaim mingguan akan mengikuti berita pada hari Rabu, dimana daftar gaji swasta turun dengan rekor 20,2 juta pada bulan April, ini akan membuat pasar tenaga kerja akan kehilangan para pekerjanya.

“Bahkan dengan kondisi ekonomi yang perlahan mulai dibuka kembali, jumlah pengangguran terus saja meningkat tajam, ini karena pemerintah maupun banyaknya sektor bisnis yang telah gagal mempertahankan lajunya di tengah konsisi pandemi ini, sehingga mereka memberhentikan banyak pekerja,” kata Joel Naroff, kepala ekonom di Naroff Economics di Holland, Pennsylvania.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran di AS kemungkinan akan berjumlah sebanyak 3,0 juta yang telah disesuaikan secara musiman untuk pekan yang akan berakhir di tanggal 2 Mei, menurut survei Reuters terhadap para ekonom. Itu akan turun dari 3,839 juta pada minggu sebelumnya dan menandai penurunan mingguan kelima berturut-turut sejak mencapai rekor 6,867 juta pada pekan yang akan berakhir di tanggal 28 Maret.

Baca Juga : Warga Amerika Merasa bahwa COVID-19 akan Sangat Memengaruhi Keuangan Mereka

Pengajuan pada minggu lalu tampaknya akan mengangkat jumlah orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran menjadi sekitar 33,3 juta sejak tanggal 21 Maret, itu sekitar 22% dari populasi usia kerja.

Adanya klaim tunjangan untuk pengangguran tampaknya tidak akan berdampak pada data ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS untuk bulan April, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat. Meski klaim tunjangan untuk pengangguran berjumlah 26,5 juta hingga tanggal 12 April. Namun, para ekonom mengatakan bahwa bukan berarti akan ada jumlah yang sama dari warga yang kehilangan pekerjaan di laporan ketenagakerjaan dengan yang dipantau ketat oleh pemerintah.

Beberapa perusahaan seperti Walmart (WMT.N) dan Amazon (AMZN.O) merekrut pekerja untuk memenuhi permintaan besar dalam belanja online. Ada juga permintaan untuk pengemudi truk serta pekerja di apotek, supermarket dan perusahaan kurir.

Menurut survei Reuters terhadap para ekonom, daftar gaji nonpertanian diperkirakan telah anjlok sebesar 22 juta pada bulan April. Tingkat pengangguran terlihat melonjak menjadi 16% pada bulan April, yang akan menghancurkan rekor pasca Perang Dunia Kedua sebesar 10,8% pada bulan November 1982. Pada bulan Maret tingkat pengangguran melonjak 0,9 poin persentase, perubahan bulanan terbesar sejak Januari 1975, menjadi 4,4%.

Baca Juga : Saham Starbucks Dapat Menuju ke Arah yang Lebih Baik Setelah Pandemi ini Berakhir

Sumber : www.reuters.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda