Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Dolar AS Menguat di Tengah Pandemi Coronavirus yang Meluas

Dolar AS Menguat di Tengah Pandemi Coronavirus yang Meluas
Dolar AS Menguat di Tengah Pandemi Coronavirus yang Meluas

Dolar AS Menguat di Tengah Pandemi Coronavirus yang Meluas. Dolar AS menarik perhatian dengan kembali diminati pada hari Rabu, kondisi tersebut di karenakan para investor mulai mencari tempat berlindung yang aman di tengah kondisi pandemi Coronavirus yang telah menyebar di seluruh dunia ini, dimana membuat kondisi perekonomian di Eropa menjadi semakin memburuk.

Baca Juga : Cara Berdagang ETF dengan Kinerja Terbaik tahun 2019

Pada pukul 3 dini hari ET (07:00 GMT), Indeks Dolar AS terhadap enam mata uang lainnya berdiri di level 100,345, dimana terlihat naik sebesar 0,4%, sementara itu pasangan mata uang seperti EUR/USD turun sebesar 0,3% menjadi berada di level 1,0857 dan pasangan mata uang GBP/USD terlihat turun sebesar 0,3% ke level 1.2300. Terakhir adalah pasangan mata uang USD/JPY yang naik sebesar 0,1% hingga berada di level 108,81.

AS mengatakan bahwa dari data yang di terima, dalam satu hari kematian tertinggi yang di akibatkan oleh coronavirus yaitu terjadi pada hari selasa. Data mengatakan bahwa ada sekitar 1.800 kematian yang tercatat pada hari tersebut. Gubernur Andrew Cuomo juga mengatakan bahwa kematian yang terjadi di negara bagian New York juga meningkat.

Kondisi ini tentu membuat AS sangat terpukul, dimana dalam dua hari sebelumnya laju infeksi dari virus tersebut tampak telah melambat dengan adanya sedikit kematian yang terjadi.

“Saat ini penghindaran risiko dan dolar AS tampak berjalan beriringan,” Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank, dalam wawancaranya dengan CNBC.

“Perbaikan telah diusahakan berdasarkan pada beberapa statistik yang di dapatkan dari berbagai belahan dunia, tetapi dalam pandangan kami kondisi pasar masih akan tetap berombak atau tidak stabil, dengan kondisi seperti ini kami tidak dapat memprediksi tentang adanya berita baik maupun berita buruk yang akan terjadi kedepannya,” dia menambahkan.

Baca Juga : 5 Hal Terbaik yang Perlu diketahui dalam Pasar pada hari Kamis, 12 Maret

Di sisi lain Euro tampak melemah karena para menteri keuangan di zona eropa masih berjuang untuk dapat mencapai kesepakatan tentang bagaimana membantu negara-negara anggota yang terkena dampak akibat coronavirus.

Dalam hal ini, poin yang paling menonjol tampaknya adalah penerbitan instrumen utang umum untuk membiayai pengeluaran terkait coronavirus, umumnya dikenal sebagai ‘coronabonds’, yang didorong oleh Prancis, Italia dan Spanyol, sementara Jerman, Belanda, Austria, dan Finlandia sangat menentang hal ini.

Namun, adanya kebutuhan akan bantuan menjadi semakin penting di setiap harinya.

Bank of France memperkirakan pada hari Rabu bahwa perekonomian di negara itu mengalami kontraksi sebesar 6% pada kuartal pertama akibat kebijakan ‘Lockdown’ yang telah diberlakukan untuk memerangi wabah coronavirus. Itu akan menjadi kontraksi terbesar dalam setiap triwulannya sejak Perang Dunia II.

Dan langkah-langkah ini sepertinya tidak akan berakhir dalam waktu yang dekat, dengan pers Italia melaporkan bahwa Italia mungkin tidak akan membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah sebelum bulan September.

Sumber : www.investing.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda