Bitcoin Menuju Titik Kematian

Kurang lebih, satu tahun telah berlalu sejak para penggemar bitcoin memperkirakan bahwa cryptocurrency akan mencapai harga $ 1 juta. Namun ternyata keadaan di lapangan memperlihatkan hal yang justru sebaliknya.

Dengan harga bitcoin BTCUSD, + 2.02% yang berarti telah jatuh hampir 80% dari puncaknya, dan sekarang berdagang di bawah tingkat dukungan $ 6.000, semua orang bertanya-tanya bagaimana kelanjutan Bitcoin kedepannya? Jawabannya adalah, penurunan cepat dan menyakitkan menuju ke titik nol.

Bitcoin semakin dekat ke titik dimana nilai jualnya sudah tidak lagi meyakinkan. Begitu harga Bitcoin turun di bawah biaya penambangannya, insentif untuk menambang akan memburuk, mendorong bitcoin ke spiral kematian. Artinya, tanpa kegiatan penambangan yang mendukung buku besar yang menyimpan catatan siapa yang memiliki apa – bitcoin adalah, setelah semua, serangkaian nomor terenkripsi yang tidak dapat menetapkan kepemilikan apapun – bitcoin akan menjadi tidak berharga.

Selain itu, ada satu masalah tambahan: Tidak seperti emas, yang entah bagaimana caranya, bisa diterima secara universal sebagai penyimpan nilai, bitcoin adalah komoditas digital tanpa penerimaan universal yang memiliki nilai. Lebih menyedihkannya lagi, para penggiat Bitcoin yang sudah veteran adalah adalah orang percaya bahwa Bitcoin bisa memberikan perubahan yang dijanjikan, dan bersedia untuk membuat investasi yang diperlukan untuk keuntungan di masa depan, pembeli dan penambang yang lebih baru malah menjadikan Bitcoin sebagai ladang keserakahan.

 

Spiral kematian

Jadi, tampaknya bitcoin sekarang memasuki spiral kematian: Jika harga terus turun dan biaya penambangan tidak turun secara bersamaan (biaya penambangan akan menurun secara algoritma, tetapi tidak harus sama dengan penurunan harga), bitcoin akan dengan cepat menuju nol.

Para pendukung Bitcoin akan berdebat bahwa harga bitcoin telah turun dengan persentase besar sebelumnya. Kecuali penurunan terbaru ini berbeda dalam tiga hal signifikan. Pertama, besarnya penurunan baru-baru ini mengerdilkan besarnya penurunan di masa lalu. Kedua, yang kalah dalam penurunan baru-baru ini adalah investor baru yang kemungkinan akan mundur sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang kasus penggunaan bitcoin. Ketiga, pasar berjangka telah mengubah permainan, memungkinkan penambang memperkirakan kerugian dan keuntungan pertambangan mereka sejak awal.

 

Sumber : https://www.marketwatch.com/story/bitcoin-is-close-to-becoming-worthless-2018-12-03

Broker News

AMEGA Forex Broker Review

AMEGA is an international broker, offering some of the best trading conditions on the market. The...

Saham CubeSmart Siap Untuk Tembus

Saham CubeSmart siap untuk tembus. CubeSmart (CUBE), penyimpanan-sendiri real esatate investment...

Rekor Saham Roku Keluar Setelah Penghasilan Besar

Rekor saham Roku keluar setelah penghasilan besar. Saham mencapai puncak baru 52-minggu, tetapi...

Saham Boeing Jatuh ke Dukungan Utama Setelah Turun

Saham Boeing Jatuh ke Dukungan Utama Setelah Turun Saham Boeing Jatuh ke Dukungan Utama Setelah...

Apakah Sebaiknya Saya Membiarkan Order Terbuka di Akhir Pekan?

Jumat adalah akhir minggu kerja bagi semua trader. Setelah itu datang akhir pekan dan waktu...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...