Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Yen dan Franc Merosot

Yen dan Franc Merosot
Yen dan Franc Merosot

Yen Jepang dan franc Swiss mereda dari level tertinggi sebelumnya karena kekhawatiran tentang jatuhnya ekonomi dari wabah virus corona di Tiongkok yang sudah mulai berkurang, meskipun indeks dolar tetap bertahan di dekat level tertingginya dalam dua bulan.

Pasar global agak stabil setelah aksi jual risiko yang berlangsung dari hari Senin hingga Selasa pagi. Yen Jepang terakhir melemah sebesar 0,22% pada 109,13 per dolar, setelah mencapai level tertingginya dalam 2-1 / 2 minggu pada hari Senin. Franc Swiss melemah sebesar 0,36% terhadap dolar, terakhir di 0,973.

Sebelumnya pada hari Selasa mata uang ini telah menguat ke 1,067 franc per euro, mencapai level tertingginya sejak April 2017.

“Jika ada sesuatu yang mendorong hal-hal lainnya, sepertinya hanya memudarkan kekhawatiran terkait virus corona. Hal ini didasarkan pada lebih banyak laporan bahwa orang-orang Tionghoa sedang melakukan sebuah tindakan,”kata Thierry Wizman, suku bunga global dan ahli strategi mata uang di Macquarie Group.

Baca juga: Dolar Melemah Terhadap Yen dan Franc

Presiden Xi Jinping pada hari Selasa mengatakan bahwa Tiongkok yakin akan mengalahkan virus “setan” ini, yang telah menewaskan 106 orang. Namun terlepas dari kepercayaannya, alarm internasional pun telah meningkat: Dari Perancis hingga pemerintah Jepang yang mengorganisir evakuasi, dan Hong Kong berencana untuk menangguhkan hubungan kereta api dan feri dengan daratan.

Pasar saham global dan harga minyak telah anjlok dalam beberapa hari terakhir di tengah adanta kekhawatiran terkait virus ini yang akan semakin merusak perekonomian Tiongkok yang sudah semakin melemah. Kekhawatiran ini juga secara singkat membalikkan kurva yield Treasury AS 10-tahun dalam tiga bulan, yang dianggap sebagai prediktor resesi yang cukup handal.

Namun, pada Selasa sore, saham dan hasil Treasury AS telah berbalik dan yuan lepas pantai mendapatkan sedikit kelegaan. Mata uang Tiongkok ini menguat sebesar 0,24% terhadap dolar, naik dari posisi terendahnya dalam tiga minggu.

Baca juga: Dolar Lebih Rendah terhadap Yen, Franc Swiss di Tengah Sanksi Iran

Indeks dolar, aset safe-haven lainnya, sedikit turun dari level tertingginya dalam dua bulan sebelumnya, tetapi tetap diminati pada Selasa sore. Mata uang ini terakhir diperdagangkan naik sebesar 0,4% pada hari itu di 97,995.

“Dengan sebagian besar pasar Asia yang ditutup, saya pikir mungkin orang asing merasa satu-satunya cara mereka bisa mendapatkan eksposur ke pasar saham global adalah dengan membeli pasar AS karena pasar Tiongkok dan Hong Kong sedang ditutup . Mungkin itu sebabnya dolar menjadi lebih kuat. Jika itu masalahnya, maka hal itu akan berbalik pada saat pasar lain buka kembali, “kata Wizman.

Federal Reserve memulai pertemuan kebijakannya dalam dua hari pada hari Selasa, di mana sebagian besar mengharapkan suku bunganya akan tetap ditahan untuk tahun ini.

sumber: Reuters

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda