Sinyal Fed di Jeda Untuk Menilai Kenaikan

Sinyal Fed di Jeda Untuk Menilai Kenaikan
Sinyal Fed di Jeda Untuk Menilai Kenaikan

Sinyal Fed di Jeda Untuk Menilai Kenaikan. Sebuah langkah pasti untuk menyenangkan Presiden Trump, Federal Reserve AS telah mengindikasikan bahwa pihaknya menyerukan penghentian (setidaknya untuk saat ini) terhadap rencananya untuk menormalkan tingkat suku bunga AS terhadap nilai rata-rata Krisis Finansial Global sebelum mereka.

Saat ini, suku bunga AS terletak di antara 2,25 dan 2,5%. Yang secara signifikan lebih tinggi daripada kebanyakan suku bunga bank sentral utama lainnya: Jepang -0.1%, Swiss -0.75%, Bank Sentral Eropa 0%, Bank of England 0.75%, Australian Reserve Bank 1.5%, Bank Kanada 1.75% dan Bank Sentral dari Federasi Rusia 7.75%.

Baca juga : AUD/USD tersendat dekat SMA 200-hari di sekitar 0,7300

Yang mengherankan tidak ada yang terkejut dengan hal ini, The Fed mempertahankan suku bungany agar tidak berubah pada pertemuan Januari. Namun, pengumuman yang direncanakan naik di 2019 mungkin lebih sedikit dari yang diharapkan (atau tidak sama sekali) akan mengejutkan. Dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan itu, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mencatat bahwa perkembangan dalam beberapa bulan terakhir (ekonomi global yang melambat, ketidakpastian Brexit, ketegangan perdagangan dengan China dan penutupan sebagian pemerintah baru-baru ini di AS) memerlukan pendekatan fiskal yang lebih hati-hati:

“Kami melihat ketidakpastian ini, kami bisa menunggu. Lamanya periode pasien ini akan bergantung sepenuhnya pada data yang masuk dan implikasinya terhadap prospek”.

Baca juga : PMI Tiongkok Tenggelam dalam Dolar Australia dan Kiwi

Berita bahwa suku bunga akan ditahan untuk sementara waktu memberikan perangsang untuk pasar saham Amerika. S&P 500 naik 1,56%, Nasdaq melihat kenaikan 2,2% dan Dow Jones Industrial Average selesai diperdagangkan naik 1,75%. Dolar, secara mengejutkan, jatuh kembali terhadap mata uang marginal lainnya pada pengumuman bahwa suku bunga akan diadakan.

Secara historis, suku bunga AS masih sangat rendah. Angka rata-rata jangka panjang adalah 5,69% (1971 sampai saat ini), jauh di atas angka batas atas 2,5% saat ini. Inflasi di AS saat ini berada di 1,9%, level terendah sejak Agustus 2017.

 

Sumber : https://www.dailyforex.com/forex-fundamental-analysis/2019/02/fed-signals-a-pause-to-rate-hikes/109208

 

Broker News

AMEGA Forex Broker Review

AMEGA is an international broker, offering some of the best trading conditions on the market. The...

Saham CubeSmart Siap Untuk Tembus

Saham CubeSmart siap untuk tembus. CubeSmart (CUBE), penyimpanan-sendiri real esatate investment...

Rekor Saham Roku Keluar Setelah Penghasilan Besar

Rekor saham Roku keluar setelah penghasilan besar. Saham mencapai puncak baru 52-minggu, tetapi...

Saham Boeing Jatuh ke Dukungan Utama Setelah Turun

Saham Boeing Jatuh ke Dukungan Utama Setelah Turun Saham Boeing Jatuh ke Dukungan Utama Setelah...

Apakah Sebaiknya Saya Membiarkan Order Terbuka di Akhir Pekan?

Jumat adalah akhir minggu kerja bagi semua trader. Setelah itu datang akhir pekan dan waktu...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...