Rupiah Sedang Menderita, tetapi akan Segera Berakhir

Rupiah Sedang Menderita, tetapi akan Segera Berakhir
Rupiah Sedang Menderita, tetapi akan Segera Berakhir

Setelah mencapai titik terlemahnya terhadap dolar AS dalam hampir tiga tahun, rupiah Indonesia mulai stabil saat ini, ujar Menteri Perdagangan Indonesia kepada CNBC pada hari Rabu.

Rupiah adalah salah satu mata uang Asia dengan kinerja terburuk tahun ini karena investor meninggalkan pasar negara berkembang dengan defisit neraca berjalan dan fiskal. Pada hari Rabu pagi, satu dolar AS membeli sekitar 14.640 rupiah—mata uang Indonesia terlemah sejak Oktober 2015—apabila dibandingkan dengan 13.565 rupiah pada awal 2018.

Federal Reserve AS yang menaikkan suku bunga dan beberapa kebijakan Presiden Donald Trump yang mengangkat greenback, telah menarik investor ke dalam negara dengan perkembangan ekonomi terbesar di dunia, ujar Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita kepada Sri Jegarajah dari CNBC.

“Hal ini bagus untuk AS tetapi itu akan mempengaruhi semua negara,” katanya, seraya menambahkan bahwa Indonesia akan terus menggunakan kebijakan moneter dan fiskal untuk mempertahankan mata uangnya dari pelemahan lebih lanjut.

Ketika menteri ditanya apakah dia yakin kebijakan tersebut akan menstabilkan rupiah dan mencegahnya dari depresiasi lebih, dia menjawab: “Ya, saya yakin.”

Baca juga: Harapan untuk keterpurukan rupiah

Otoritas Indonesia telah menjadikan penghematan mata uang sebagai prioritas. Bank Indonesia menaikkan suku bunga empat kali sejak Mei dan telah menekan cadangan kas luar negeri untuk membeli rupiah. Pemerintah juga mengumumkan langkah-langkah untuk mengambil beberapa tekanan dari rupiah, termasuk mengenakan tarif pada beberapa barang impor yang dapat dibuat secara lokal.

Langkah terakhir bertujuan untuk menurunkan permintaan impor, yang mengurangi kebutuhan untuk menjual rupiah sebagai pertukaran mata uang asing. Hal ini juga akan membantu menahan defisit transaksi berjalan Indonesia, yang merupakan alasan yang banyak dikutip oleh para investor untuk mengambil uang mereka dari negara tersebut.

“Saya pikir Indonesia tidak menjadi sasarannya,” kata menteri ketika ditanya apakah rupiah dijual secara tidak adil oleh investor. Dia menegaskan kembali bahwa depresiasi mata uang adalah “dampak normal” pengetatan umum dalam kondisi moneter global.

Dan bahkan dengan pemilihan tahun depan, Presiden Indonesia Joko Widodo masih berkomitmen untuk memotong defisit negara, kata Enggartiasto. Tidak seperti para pemimpin lain yang biasanya akan meningkatkan belanja publik dengan cara besar untuk meningkatkan suara, tambahnya.

Presiden, yang dikenal sebagai Jokowi, mengatakan bahwa untuk awal bulan ini ia bertujuan untuk mengurangi defisit anggaran negara menjadi 1,84 persen dari produk domestik bruto pada 2019 dari sekitar 2,12 persen tahun ini – bahkan dengan peningkatan belanja.

Beberapa analis masih ragu

Namun, sejumlah analis terus mempertanyakan kemampuan Indonesia untuk meningkatkan pendapatan guna mendanai pengeluarannya yang lebih tinggi.

“Meskipun menyempitkan defisit anggaran, mengingat rekam jejak pendapatan Indonesia yang kurang baik, mungkin terlalu dini untuk menyimpulkan tren peningkatan yang jelas dalam pengumpulan pendapatan,” Zhu Huani, seorang ekonom di Mizuho, ​​menulis dalam catatannya pada hari Rabu.

Sentimen itu ditunjukkan oleh lembaga pemeringkat Moody’s, yang mengatakan situasi utang Indonesia tidak akan membaik jika target pendapatannya tidak terpenuhi.

Baca juga: Gelembung Rupiah Memicu Kekhawatiran Krisis di Indonesia

Negara ini, dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki sekitar 41 persen utang pemerintah pada mata uang asing, menurut catatan Moody’s. Itu artinya, jika Indonesia tidak dapat meyakinkan komunitas investasi bahwa keuangannya sudah membaik, maka rupiah memiliki resiko terdepresiasi lebih jauh lagi—yang membuat utang itu lebih mahal untuk dibayar kembali.

“Akibatnya, mendukung kepercayaan pasar melalui disiplin fiskal sangat penting untuk profil kredit Indonesia,” ujar Moody’s dalam laporan terbaru.

Sumber: cnbc.com

Broker News

Trading Forex vs Saham

Trader pemula dan berpengalaman punya banyak opsi untuk dipilih: bagaimana cara trading, di mana...

Trading Forex Algoritmis

Trading algoritmis adalah trading menggunakan robot atau adviser, algoritme matematis yang dapat...

Cara Trading Selama 2 Jam/Hari dan Menghasilkan Profit

Mayoritas trader Forex menganggap trading sebagai hobi. Mereka tidak seharian duduk di depan...

Bitcoin Adalah Gelembung, Namun Cryptotrading Masih Bekerja

Gelembung ekonomi utama pertama berhubungan dengan ide trading publik. Ketika East India Company...

Fungsi Market Maker sebagai Inovasi Trading GIC Trade untuk menjadi Trader Sukses

Trading Platform GIC Trade MT 5 akan segera resmi diluncurkan pada 1 April 2019. Begitu juga...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...