Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Rupee Terpukul dan Terus Melemah

Rupee Terpukul dan Terus Melemah
Rupee Terpukul dan Terus Melemah

Rupee India yang terpukul akan melemah lebih lanjut terhadap dolar pada tahun mendatang karena kenaikan yang signifikan dalam pertumbuhan ekonomi tidak mungkin terjadi, menurut jajak pendapat Reuters kepada beberapa ahli strategi yang mengatakan wabah virus corona mengalami risiko penurunan.

Sementara Gubernur Reserve Bank of India Shaktikanta Das mengatakan bahwa dia akan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi yang juga menjadi ‘tujuan nasional’ dalam koordinasi dengan pemerintah, anggaran terakhir hanya memberikan dukungan minimal untuk menopang perekonomian yang melambat.

Hal ini terjadi karena epidemi virus corona yang mematikan yang menyebar secara global telah menakuti para investor dan membuat mereka bergegas mencari perlindungan ke dalam aset safe-haven dan menghindari pasar negara berkembang.

Jajak pendapat Reuters yang lebih luas menunjukkan kekhawatiran yang menjaga dolar AS, yang telah mendominasi selama sekitar dua tahun, berada di level puncak hingga 2020 serta yen dan franc Swiss – yang ketiganya dipandang sebagai mata uang safe haven de facto.

Baca juga: Analisis Harga USD/INR: Rupee Terjebak Kisaran 30 Paise

Menanggapi pertanyaan yang terpisah dalam jajak pendapat yang lebih luas, hampir 90% analis mengatakan bahwa mata uang negara berkembang paling berisiko melemah secara signifikan selama tiga bulan ke depan.

“Kita harus mengakui bahwa jika ekonomi global akan melambat, terutama dengan apa yang terjadi di Tiongkok, sangat sulit bagi mata uang lainnya untuk menunjukkan apresiasi yang sangat besar terutama dalam kasus rupee,” kata Leong Sook Mei, Kepala riset pasar global ASEAN dan India di MUFG – peramal paling akurat dalam jajak pendapat Reuters untuk mata uang Asia pada 2019.

“Jika sentimen terus dibatasi oleh kekhawatiran terhadap virus corona, rupee tidak akan menjadi outlier dalam aksi jual-EM yang berkaitan dengan penyebaran virus ini yang ada di atas faktor domestik lainnya yang berpotensi menyebabkan rupee negatif.”

Mata uang India telah kehilangan sekitar 1% dalam 15 hari terakhir dan jajak pendapat pada 3-5 Februari yang dilajukan pada lebih dari 50 ahli strategi memperkirakan bahwa rupee akan tergelincir lebih dari 1% terhadap dolar menjadi 72,00 dalam setahun. Mata uang ini diperdagangkan sekitar 71,20 pada hari Rabu.

Analisis menunjukkan bahwa standar deviasi perkiraan, ukuran dispersi yang umum digunakan, untuk prospek 12 bulan adalah nilai yang terendah dalam lebih dari dua tahun, menunjukkan bahwa sebagian besar ahli strategi berpikir bahwa mata uang akan terdepresiasi lebih lanjut.

Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan hari Kamis ini karena meningkatnya kekhawatiran akan inflasi, meskipun pertumbuhan ekonomi menghasilkan nilai yang paling lemah dalam 26 kuartal dalam tiga bulan hingga bulan September dan diperkirakan menjadi yang paling lambat sejak krisis keuangan saat ini.

Baca juga: Outlook Dolar AS, Rupee : Kurs USD/INR Mungkin Naik

Sementara perkiraan untuk tingkat pertumbuhan pun menunjukkan adanya penurunan, dan pemerintah telah memproyeksikan target defisit fiskalnya sebesar 3,5% untuk tahun fiskal berikutnya, menunjukkan bahwa ruang lingkup terbatas untuk pengeluaran secara besar-besaran dapat meningkatkan output.

Para investor asing telah memompa lebih dari $ 1 miliar ke saham India pada tahun ini, yang umumnya positif untuk rupee, tetapi para ahli strategi mengatakan bahwa prospek pertumbuhan yang buruk akan membutuhkan mata uang ini menjadi lebih lemah untuk meningkatkan daya saing.

“Saya tidak melihat RBI akan memberikan tekanan apresiasi yang menghasilkan pergerakan kenaikan yang berkelanjutan di rupee,” kata Mitul Kotecha, ahli strategi EM senior di TD Securities.

“Karena perekonomian masih cenderung tetap di bawah tekanan pada bulan-bulan mendatang, mata uang ini akan digunakan sebagai alat untuk mencoba dan membantu meningkatkan pertumbuhan. Terutama pada saat tangan RBI menjadi lebih terkendali karena lonjakan inflasi. ”

sumber: Reuters

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda