Rupee Menjadi Mata Uang Terburuk di Asia pada 2018

Rupee Menjadi Mata Uang Terburuk di Asia pada 2018
Rupee Menjadi Mata Uang Terburuk di Asia pada 2018

Kenaikan dampak perang dagang secara global, diikuti dengan harga minyak bumi yang semakin menjulang tinggi, telah menghancurkan nilai rupee India pada tahun 2018 ini, dan menjadikannya sebagai mata uang Asia dengan performa terburuk pada tahun ini.

Selain itu, terdapat juga berbagai macam kekhawatiran terhadap pelebaran defisit dari transaksi berjalan, yang menjadi tidak pasti karena adanya pemilihan umum. Kemudian jatuhnya sektor perbankan dan mata uang dari pasar negara berkembang lain juga menjadi faktor utama dalam pelemahan rupee.

Namun, terdapat juga beberapa perbaikan dalam berbagai macam sentimen risiko global maupun penurunan harga minyak bumi yang tajam, yang membantu rupee untuk kembali pulih dari level terendahnya baru-baru ini.

Baca juga: Pemulihan Mata Uang Setelah Turun Secara Signifikan

Pada basis tahunan, mata uang ini turun sebesar 9,23 persen terhadap USD di 69,77 dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di 63,87 pada 31 Desember 2017.

Sebaliknya, rupee naik sebesar 5,99 persen menjadi 63,87 per dollar pada penutupan tahun 2017.

Mata uang India telah berada di bawah tekanan sejak bulan Februari 2018, karena adanya kenaikan tajam yang tiba-tiba pada harga minyak Brent dan berbagai komoditas lainnya.

Utamanya, harga minyak Brent memandu rupee untuk memiliki lintasan yang lebih baik pada tahun ini.

Minyak bumi, yang merupakan tagihan impor terbesar bagi Indonesia, telah melemahkan rupee menjadi 70 per dolar AS dan akhirnya berhasil membuatnya naik kembali menjadi 74,47 pada Oktober lalu.

Minyak Brent telah melonjak menjadi $ 86 per barel pada awal Oktober, yang mana sebelumnya terdapat penurunan lebih dari 40 persen menjadi di bawah $ 50 dolar per barel setelah AS memberikan keputusan untuk membebaskan 8 negara, termasuk India, dari sanksi impor minyak Iran dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global.

India mengimpor sekitar 80 persen dari kebutuhan minyak buminya dan lonjakan harga global yang memicu risiko inflasi, telah menekan rupee.

“INR mengalami tahun yang sulit, dan merupakan mata uang Emerging Market (pasar negara berkembang) Asia terburuk pada tahun 2018, diikuti oleh Rupiah Indonesia,” kata Madhavi Arora, Ekonom, F dan Rates desk Edelweiss Securities.

“Dalam EM secara keseluruhan, Argentina dan Turki adalah negara dengan mata uang yang terburuk yang disebabkan oleh banyaknya hutang domestik maupun eksternal dan ketidakstabilan politik. Diikuti dengan mata uang Brazillian Real dan Rand Afrika Selatan. India berada di urutan setelahnya dan merupakan mata uang terburuk pada EM Asia.”

Rupee semakin jatuh karena Federal Reserve AS menaikkan suku bunga empat kali tahun ini yang mendorong investor asing untuk keluar dari pasar negara berkembang, termasuk India, yang semakin menyakiti rupee.

Data NSDL menunjukkan bahwa Foreign Portfolio Investor (FPI) menjual Rs 80.919 crore senilai ekuitas, utang, dan instrumen hibrid. Segmen ekuitas sendiri menyumbang aliran keluar Rs 33.014 crore yang menjadi nilai tertinggi selama satu dekade ini.

Rekor ini keluar untuk yang kedua kalinya sejak tahun 2008, ketika pasar keuangan di seluruh dunia jatuh ke dalam resesi yang dalam.

Baca juga: Keunikan Mata Uang Pasar Negara Berkembang

Demikian pula, data sementara dari bursa saham menunjukkan bahwa Investor Institusional Asing (FII) menjual lebih dari Rs 73.000 nilai ekuitas.

Menurut Anindya Banerjee, Wakil Presiden Untuk Mata Uang dan Suku Bunga dengan Square Securities, rupee mungkin akan menghadapi beberapa serangan volatilitas yang intens pada periode awal 2019 karena anggaran sementara dan pemilihan umum.

“Paruh pertama dapat melihat volatilitas yang sangat besar karena pemilihan umum. Kisaran 68-74 dapat dilihat,” kata Banerjee.

Sumber: outlookindia.com

Broker News

Bitcoin Adalah Gelembung, Namun Cryptotrading Masih Bekerja

Gelembung ekonomi utama pertama berhubungan dengan ide trading publik. Ketika East India Company...

Fungsi Market Maker sebagai Inovasi Trading GIC Trade untuk menjadi Trader Sukses

Trading Platform GIC Trade MT 5 akan segera resmi diluncurkan pada 1 April 2019. Begitu juga...

Memperkenalkan GICTrade dengan Fitur Inovatif Trading – Roadshow Medan

  Medan, 27 Februari 2019 Platform Trading Unggul dan Legal di...

Cara menentukan tren di Pasar Forex

Di pasar Forex, tren adalah arah dominan pergerakan harga. Contohnya, jika harga meningkat, maka...

PRESS RELEASE GIC TRADE- 18 Feb 2019 – Roadshow Jakarta 20 feb 2019

Inovasi Perdagangan FOREX di Indonesia Memperkenalkan Platform GIC-Trade Jakarta, 18...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...