Perlambatan Ekonomi Global Menekan Pasar

Perlambatan Ekonomi Global Menekan Pasar
Perlambatan Ekonomi Global Menekan Pasar

Perlambatan Ekonomi Global Menekan Pasar. Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global mendominasi pasar pada hari Senin, mengirim harga minyak lebih rendah dan mendorong investor untuk mengharapkan nada dovish dari Federal Reserve dalam pernyataannya akhir pekan ini.

Baca juga : Jadwal Ekonomi & Politik Minggu Ke Tiga Bulan Maret

Harga minyak merosot sedikit mengingat data global yang lemah yang mengisyaratkan penurunan permintaan tetapi tetap didukung oleh pemotongan produksi OPEC yang dilaksanakan pada awal tahun untuk menjaga harga dari penurunan. WTI futures AS turun 0,07 persen pada 02:57 malam. HK/SIN, menjadi $ 58,48 per barel. Minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan sedikit lebih tinggi, naik 0,22 persen menjadi $ 67,31 per barel. Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan pada hari Jumat bahwa pihaknya memperkirakan pasar minyak akan mengalami defisit moderat dari kuartal kedua tahun ini. Sementara itu, OPEC tetap berkomitmen untuk pengurangan produksinya, seperti halnya Rusia, setidaknya sampai akhir Juni. Demikian juga, Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk memberikan sanksi terhadap Iran dan Venezuela, yang akan membantu mengurangi pasokan global juga.

Baca juga : Inggris Meminta Perpanjangan Brexit

Pergerakan Mata Uang

Pada hari Senin, dilaporan bahwa ekspor Jepang menurun untuk bulan ketiga berturut-turut membuat pasar goyah dan melemahkan yen. Dolar naik 0,07 persen terhadap yen diperdagangkan  111,53, meskipun greenback tetap lunak terhadap sisa mitra dagang utama. Demikian pula data yang lemah dari AS pada hari Jumat mengkonfirmasi penurunan 0,4 persen dalam output manufaktur AS pada bulan Februari, dan mengipasi kekhawatiran investor tentang Federal Reserve mengambil nada kebijakan dovish akhir pekan ini. Menurut Reuters, banyak investor mengharapkan Fed untuk menahan suku bunga dalam waktu dekat dan untuk menyajikan rencana untuk mengakhiri limpasan neraca nanti di 2019.

Indeks dolar turun 0,15 persen pada pertengahan sore, ke 96,45 .DXY. melihat kerugian indeks mingguan tertajam minggu lalu sejak Agustus. Euro membukukan keuntungan kuat terhadap dolar, naik 0,13 persen menjadi $ 1,1339, sementara dolar Australia melonjak 0,41 persen lebih tinggi terhadap greenback.

Sumber : https://www.dailyforex.com/forex-news/2019/03/global-economic-slowdown-pressures-markets/111189

Broker News

Webinar Forex Eksklusif

Webinar Forex Eksklusif XM selalu berupa untuk memberikan edukasi terbaik kepada semua trader,...

Faktor yang Memengaruhi Pasar Cryptocurrency Saat Ini

Cryptocurrency mengacu kepada mata uang digital yang dlindungi teknologi cryptographic. Saat ini,...

Apakah Sebaiknya Saya Membiarkan Order Terbuka di Akhir Pekan?

Jumat adalah akhir minggu kerja bagi semua trader. Setelah itu datang akhir pekan dan waktu...

Trading Forex vs Saham

Trader pemula dan berpengalaman punya banyak opsi untuk dipilih: bagaimana cara trading, di mana...

Trading Forex Algoritmis

Trading algoritmis adalah trading menggunakan robot atau adviser, algoritme matematis yang dapat...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...