Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


PDB Indonesia Terhenti karena Ekonomi Global yang Mengalami Penurunan Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir : Bank Dunia

Seorang petugas desinfektan Gedung Fatahillah di depan Musium Sejarah Jakarta yang ditutup sementara di area wisata populer Kota Tua, Jakarta Barat, dalam gambar yang tak bertanggal ini. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan meningkat sebanyak nol persen pada tahun ini karena ekonomi global diprediksi akan mengalami penurunan terparah sejak perang dunia kedua, prediksi Bank Dunia.

 

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) Indonesia akan bertumbuh nol persen pada tahun ini karena ekonomi global diprediksi akan mengalami penurunan terparah sejak perang dunia kedua, prediksi Bank Dunia.

Ekonomi terbesar Asia Tenggara akan terlihat mengalami kinerja paling lemah sejak krisis keuangan Asia 1998 karena krisis COVID-19 menyerang. “suatu hal yang memperparah sesuatu yang sudah rentan” ekonomi global, bank pembangunan yang berbasis di Washington, DC mengatakan dalam Laporan Prospek Ekonomi Global terbaru.

“Penting tetapi biaya ekonomi bagi pengisolasian wilayah yang sudah meluas dan berakibat pada penyusutan yang tajam bagi aktifitas ekonomi, sementara suatu pengetatan mendadak dari kondisi keuangan global menyebabkan arus pengeluaran modal yang cukup besar”,  yang dikatakannya pada laporan.

 

Baca jugaLaporan Kesehatan Keuangan Milenial

“Sementara tidak mengalami penyusutan, rata-rata pertumbuhan Indonesia akan tetap pada titik 5,1 persen lebih rendah dari prediksi bulan Januari,” kata Bank Dunia.

“Pengekspor komoditi regional [termasuk Indonesia] juga mengalami penurunan tajam pada harga komoditi.”

Ekonomi negara diperkirakan akan pulih dan mengalami pertumbuhan 4.8 persen padab tahun 2021, meskipun masih lebih rendah dari pada perkiraan awal Bank Dunia.

Wabah virus corona telah mengganggu aktifitas ekonomi di seluruh kepulauan karena pemerintah menghimbau kepada warganya untuk menerapkan penjarakan fisik untuk menekan angka penyebaran virus corona, memaksa kantor, pabrik, pusat perbelanjaan dan sekolah ditutup. Empat provinsi dan 11 kota telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bisnis yang  tidak  vital  terpaksa ditutup.

Pemerintah berharap tahun ini pertumbuhan ekonomi mencapai peningkatan 2.3 persen dibawah skenario dasar, atau ditetapkan dengan 0.4 persen dibawah skenario terburuk karena pengeluaran dan investasi konsumen berkurang ditengah pandemi. Ekonomi Indonesia meningkat 2.97 persen pada kuarter pertama, laju paling lambat dalam 19 tahun.

Senior ekonom Bank Dunia untuk indonesia, Ralph van Doorn mengatakan awal bulan ini ekonomi Indonesia mungkin menyusut 3.5 persen tahun ini jika PSBB yang diterapkan oleh beberapa pemerintah daerah berlangsung selama empat bulan, menurut perkiraan terburuk lembaga tersebut.

“[Pertumbuhan nol persen pada skenario dasar] mengasumsikan dua bulan dari pembatasan sosial berskala besar dan menghitung perlambatan ekonomi global yang parah dan penurunan yang sangat besar pada harga komoditi, semua itu akan berakibat pada ekonomi Indonesia,” Van Doorn mengatakannya dalam konferensi berita yang disiarkan langsung.

“Kami berharap konsumsi pribadi melambat disebabkan oleh kehilangan pekerjaan dan menurunnya kepercayaan konsumen. Kami juga berharap melambatnya pertumbuhan investasi karena aktifitas ekonomi lebih lemah  dan harga komoditi yang lebih rendah”.

Pengeluaran konsumen domestik diperbesar 2.84 persen pertahun pada kuarter pertama dari 5.01 persen selama periode yang sama tahun lalu.

Dalam kasus ekonomi global, saat ini Bank Dunia memprediksi ekonomi global akan menyusut 5.2 persen, terburuk dalam 80 tahun terakhir, karena pandemik virus corona menimbulkan suatu “guncangan yang cepat dan masif” pada ekonomi.

“ Ini adalah sebuah pemandangan yang serius, dengan krisis yang mungkin meninggalkan bekas luka dalam jangka panjang dan menyebabkan tantangan global yang besar,” kata Ceyla Pazarbasioglu, wakil presiden Grup Bank Dunia untuk pertumbuhan keuangan dan lembaga yang adil yang dilaporkan oleh Agence France-Presse.

Keparahan krisis akan mendorong 70 hingga 100 juta orang kedalam kemiskinan yang berat – lebih buruk dari pada estimasi awal yaitu 60 juta, dia mengatakan kepada reporter pada hari Senin.

Dibawah skenario terburuk, penurunan global dapat berarti 8 persen penurunan, menurut laporan.

Rencana pemberi pinjaman pembangunan meningkatkan untuk 2021 dengan ekonomi global yang bertumbuh sebanyak 4.2 pesen.

“Pandemik ini kemungkinan akan semakin memperlambat  potensi pertumbuhan di wilayah [Asia Tenggara dan Pasifik] dengan melemahkan investasi dan rantai pemasukan yang telah menjadi suatu hal yang penting untuk keuntungan yang lebih produktif di akhir dekade.” Pembacaan laporan.

“Pandangan regional akan memburuk secara signifikan jika ketegangan perdagangan global bertambah lagi.”

Ekonomi maju, termasuk Amerika Serikat dan wilayah eropa direncanakan untuk dikontrak 7 persen tahun ini, sedangkan pasar berkembang dan ekonomi negara berkembang akan menyusut 2.5 persen.

Meskipun begitu, ekonomi di China, rekan perdagangan terbesar Indonesia dan negara dimana wabah berasal, diharapkan bertumbuh 1 persen tahun ini.

 

Sumber : thejakartapost.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda