Pasar Negara Berkembang Tidak Lagi Memiliki Tail Risk Tinggi

Pasar Negara Berkembang Tidak Lagi Memiliki Tail Risk Tinggi
Pasar Negara Berkembang Tidak Lagi Memiliki Tail Risk Tinggi

Aset yang tampaknya sangat berisiko pada tahun lalu - termasuk mata uang negara berkembang dengan imbal hasil lebih tinggi dan saham Tiongkok - kini tampak semakin menarik.

Ketakutan telah melanda pasar risiko pada akhir 2018 lalu, dan menghasilkan respons pemerintah serta bank sentral yang mengurangi risiko opsi ekstrem. Tail risk pun menyusut, dan beberapa aset paling berisiko, misalnya, mata uang lokal pasar berkembang, terlihat menjadi semakin menarik.

Untuk hedge fund, perdagangan carry (penghasilan bunga) adalah kuncinya. Pemodelan yang dilakukan mengungkapkan bahwa risiko / imbalan terbaik adalah yield mata uang Asia yang lebih tinggi–peso Filipina, rupee India, dan rupiah Indonesia–berdasarkan kombinasi manajemen bank sentral yang baik dan kondisi ekonomi yang menguntungkan.

Sementara itu, Turki dan Brazil juga untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun akhirnya dapat diinvestasikan. Investor individu dapat memperoleh paparan hutang mata uang lokal EM melalui ETF.

Baca juga: Risiko Besar Bagi Pasar Negara Berkembang di Tahun 2019

Biaya rata-rata dari nilai mata uang hedge pasar berkembang terhadap dolar telah runtuh selama beberapa bulan terakhir. “Volatilitas” pada grafik di bawah ini hanyalah harga normal dari opsi satu bulan pada nilai tukar mata uang EM utama.

Terdapat beberapa alasan untuk penurunan risiko seperti halnya pemilu Brazil tahun lalu telah membawa pemerintahan pasar bebas untuk memiliki kekuasaan yang telah mengesankan para investor. Atau Turki yang telah mengakhiri perselisihannya dengan Amerika Serikat, dan telah menyerahkan kebijakan moneternya kepada bank sentral yang kompeten. Filipina telah menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, dengan keberhasilan yang nyata.

Turki, Filipina, Indonesia dan India semuanya mendapatkan manfaat dari penurunan harga minyak. Tapi alasan global dari jatuhnya risiko yang utama adalah realisasi The Fed bahwa pengetatan kebijakan moneter dalam menghadapi lingkungan dunia deflasi bukanlah ide yang cerdas.

Konvergensi risiko antara AS dan saham pasar berkembang selama lima bulan terakhir juga luar biasa. Kembali pada bulan Agustus lalu, volatilitas tersirat dari opsi pada EM Equity Index ETF (EEM) kira-kira sebanyak dua kali lipat dari S&P 500 (indeks VIX). Sekarang mereka berada di posisi yang kurang lebih sama. Anda dapat membeli S&P sebanyak 18 kali, atau EEM 12 kali, dengan risiko yang sama.

Perlu disadari bahwa gambaran mengenai tail risk yang menyusut sangat berbeda dengan beberapa retorika yang muncul dari komunitas keuangan. Pagi ini mantan Gubernur Bank of England Mervyn King memperingatkan bahwa rasio hutang terhadap PDB di seluruh dunia telah memecahkan rekor untuk sepanjang masa. Tetapi situasi hutang dunia sangat tidak berbahaya dibandingkan dengan 2008 lalu.

Antara tahun 2001 dan 2008, hutang dunia (tidak termasuk Tiongkok) hampir sebesar dua kali lipat, seperti yang ditunjukkan grafik. Antara 2010 dan 2018, hutang dunia (tidak termasuk Tiongkok) naik hanya sebesar 18%.

Untuk Tiongkok, diperlukan perhitungan hutang yang khusus. Tiongkok menyumbang sebagian besar hutang, terutama melalui neraca perusahaan milik negara, untuk membangun infrastruktur, termasuk jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang melebihi 29.000 kilometer pada tahun 2018.

Tidak ada banyak hutang yang menggantung di pasar negara berkembang. Brazil memiliki cadangan devisa yang cukup untuk membeli kembali semua hutang valuta asingnya. Ada banyak risiko politik di pasar negara berkembang, tetapi beberapa negara telah meningkatkan manajemen perekonomiannya selama beberapa bulan terakhir (kecuali untuk Meksiko, diperintah oleh populis yang tidak kompeten, dan Afrika Selatan).

Investor yang kurang berani mungkin akan mempertimbangkan obligasi korporasi AS. Mereka menghasilkan sedikit lebih sedikit daripada yang mereka lakukan pada akhir kepanikan di bulan Desember lalu, tetapi masih menawarkan risiko yang dapat diterima. Hal terpenting yang perlu diketahui tentang hutang yield AS adalah seberapa bergantungnya harga pada pasar energi yang memiliki potensi untuk mengacaukan pasar.

Baca juga: Jakarta dan Manila Memimpin Pasar Saham Negara Berkembang di Asia

Selama beberapa bulan terakhir pada tahun 2018, biaya hedge dari harga minyak (karena volatilitas tersirat dari opsi minyak) memiliki dampak yang besar terhadap pasar. Ketika harga minyak turun dan nilai hedge naik, yield pun menyebar. Grafik di bawah ini menunjukkan apa yang terjadi di pasar minyak dan HY selama lima bulan hingga 23 Januari ini:

Tail risk terbesar bagi ekonomi dunia di benak para pakar keuangan adalah ekonomi Tiongkok. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Tiongkok berada pada risiko yang substansial, tetapi jika pertumbuhan ini turun secara substansial, dampaknya terhadap permintaan minyak akan sangat besar. Namun ternyata Tiongkok terus mengalami pertumbuhan ekonomi di atas angka 6% dalam setahun, dan impor minyak terus tumbuh dengan tren yang meningkat.

Sulit untuk memiliki kepercayaan pada pasar yang hari ini mampu menawar IBM sebesar 9% pada laporan keuntungan, tetapi mengalahkan Capital One Financial sebesar 6%. Hipersensitifitas pasar terhadap hasil laba triwulanan dan panduan manajemen menunjukkan banyak ketidakpastian tentang nilai saham.

sumber: asiatimes.com

Recent Post

Ada 5 Pertanyaan Ketika Anda Tidak Mendapatkan Keuntungan

Ada 5 Pertanyaan Ketika Anda Tidak Mendapatkan Keuntungan Dalam perdagangan Forex, tujuan...

Mata Uang Asia Dinilai Terlalu Optimis

Mata Uang Asia Dinilai Terlalu Optimis Mata uang negara-negara berkembang di Asia sedang...

Analisis Teknis Indeks Dolar, EUR/USD, dan Emas

Analisis Teknis Indeks Dolar, EUR/USD, dan Emas Indeks Dolar AS (DXY) tampaknya siap untuk...

Trump Mengaktifkan Kembali Pemerintahannya, Apa Dampaknya Bagi Dolar?

Trump Mengaktifkan Kembali Pemerintahannya, Apa Dampaknya Bagi Dolar? Setelah penutupan...

Harga Rupee Melonjak Pada Sesi Ketiganya

Harga Rupee Melonjak Pada Sesi Ketiganya Pada hari Jumat ini, harga Rupee India terhadap dolar...

Broker News

Apa pasangan mata uang yang paling sulit untuk diperdagangkan?

Jika Anda melihat panduan perdagangan Forex mana pun, Anda akan direkomendasikan untuk berdagang...

Metode Scalping Forex Terbaik

Jika Anda ingin mulai melakukan scalping di Forex, Anda perlu berpikir ulang tentang keseluruhan...

Apa yang Dimaksud Dengan Scalping Dalam Perdagangan Forex?

Ketika orang berbicara tentang trading Forex secara online dalam jangka pendek, mereka hampir...

Bagaimana Cara Trader Mengelola Risiko Perdagangan Mereka?

Manajemen risiko Forex adalah titik esensial tempat bergantungnya profitabilitas transaksi....

Apa Strategi Terbaik untuk Trading Jangka Pendek?

Trading short-term atau jangka pendek dapat menjadi sangat menguntungkan, namun juga berisiko...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...