Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Hutang Indonesia Membengkak Lagi pada Tahun 2021 Untuk Pemulihan Ekonomi Keuangan

Kepala Biro Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan rasio hutang produk domestic bruto Indonesia (GDP) akan membengkak hingga diantara 33.8 persen dan 35.8 persen tahun depan ((Shutterstock.com/Maciej Matlak).

Hutang Indonesia Membengkak Lagi pada Tahun 2021 Untuk Pemulihan Ekonomi Keuangan. Hutang indonesia akan membengkak signifikan tahun depan karena peningkatan pengeluaran pemerintah untuk membantu pemulihan negara dari pandemi COVID-19, kata seorang pejabat.

Kepala Biro Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan rasio hutang produk domestik bruto (GDP) Indonesia akan membengkak hingga antara 33.8 persen dan 35.8 persen tahun depan, naik dari 29.8 persen pada akhir tahun, untuk menutupi defisit anggaran yang meningkat selama pandemi.

“Ini adalah konsekuensi langsung dari kebijakan countercyclical untuk mendukung pemulihan ekonomi dan memperkuat ekonomi dasar pada tahun 2020 dan 2021,” kata Febrio dalam sebuah diskusi pada hari Rabu. “ Kami akan terus melihat pada berbagai sumber pembiayaan untuk mempertahankan kesehatan rasio hutang.”

Pemerintah mengharapkan defisit anggaran mencapai 6.34 persen dari produk domestik bruto atau GDP tahun ini untuk menutupi  Rp 695.2 triliun (US$49.23 milyar) paket stimulus. Di tahun 2021, pemerintah berharap defisit anggaran naik antara 3.05 persen dan 4.01 persen.

Baca juga: Hutang Luar Negeri Indonesia Meningkat pada Bulan April karena Pemerintah Menerbitkan Obligasi Global, Surat Hutang

Pemerintah berencana untuk mengeluarkan senilai Rp 990 triliun lainnya dari obligasi pemerintah dari bulan Juni hingga Desember tahun ini untuk biaya defisit yang meningkat. Obligasi pemerintah bulan Mei telah habis senilai Rp 369 triliun, sebuah peningkatan 98.3 persen dari periode yang sama tahun lalu. Gambaran anggaran negara tahun depan masih dalam diskusi.

“Pemerintah menyadari bahwa disiplin fiskal adalah hal yang krusial untuk mempercepat pemulihan ekonomi,” Febrio menambahkan. “Kami berharap defisit anggaran akan dapat kembali dibawah 3 persen pada tahun 2022.”

Pemerintah telah melonggarkan batas defisit anggaran negara 3 persen dari produk domestik bruto atau GDP, sebuah batas diperkenalkan setelah krisis keuangan Asia tahun 1998, yang mana belum pernah dilewati sebelumnya. Pemerintah memilih untuk melewati batas untuk memperjuangkan kesehatan, sosial dan ekonomi akibat dari pandemi.

Akan tetapi, hukum yang mengizinkan pemerintah untuk melewati batas yang ditetapkan bahwa pemerintah harus mengembalikan lagi 3 persen batas dari tahun 2023.

“Kebijakan fiskal kita untuk tahun depan adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat reformasi sektoral untuk mencegah kita dari jatuh kedalam jebakan pendapatan menengah,” kata Febrio.

Pemerintah berharap ekonomi dapat bertumbuh antara 4.5 persen dan 5.5 persen pada tahun 2021 dan proyeksi pertumbuhan tahun ini akan naik antara 2.3 persen dan minus 0.4 persen. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pertumbuhan tahun ini sepertinya mungkin berada dalam kisaran nol hingga 1 persen pada ekonomi kuartal kedua yang diproyeksikan agar menyusut 3.1 persen.

Indonesia menempati pertumbuhan produk domestik bruto atau GDP terendah dalam 19 tahun pada kuartal pertama: 2.97 persen. Wabah virus corona memaksa orang untuk tinggal di rumah, mengganggu bisnis dan aktifitas ekonomi.

Direktur Fitch Rating untuk penguasa dan supranasional Thomas Rookmaker menduga rasio hutang pemerintah Indonesia membengkak hingga 38 persen di akhir tahun, penambahan tersebut akan tetap dibawah peringkat BBB setara dengan median dari 53 persen produk domestic bruto atau GDP.

“Sebuah peningkatan yang sangat cepat pada hutang publik dihasilkan dari naiknya defisit anggaran adalah sebuah sensibilitas peringkat negatif dari ulasan terakhir kami ketika kami menegaskan peringkat Indonesia pada BBB dengan prospek stabil, tetapi itu sebelum pandemi virus corona,” Rookmarker menceritakan The Jakarta Post pada hari Rabu.

Kunci pertanyaan dari suatu perspektif peringkat adalah bagaimana pemerintah akan menggunakan jarak fiskal dan apakah dampak itu akan dimiliki dalam keuangan publik jangka menengah Indonesia, kata dia.

Indonesia memiliki catatan kebijakan fiskal yang didukung oleh spektrum politik. Ini memberikan kredibilitas untuk pemerintah untuk mengembalikan keuangan publik kembali pada jalur pra-krisis mereka dan dapat mendukung peringkat,” pernyataan Rookmarker.

Baca juga: Saham Indonesia, Lonjakan Rupiah dalam Beberapa Pekan Terakhir Meskipun Prospek Ekonomi Lemah

Senior ekonomis Bank Dunia untuk Indonesia Ralph van Doorn mengatakan bulan lalu bahwa hutang negara akan naik hingga 37 persen dari GDP tahun ini, didorong oleh suatu peningkatan yang dipinjam untuk menutupi peningkatan defisit anggaran dan untuk mengatasi perlambatan ekonomi dan penyusutan kurs rupiah.

“Indonesia harus mempertahankannya dengan susah payah kepercayaan pasar yang dapat hilang dengan mudah, karena badan peringkat kredit mengisyaratkan kekhawatiran [tentang hutang] dalam jangka menengah,” kata Van Doorn.

“Hal itu harus mengembalikan lagi batas defisit dan akhir defisit keuangan parsial Bank Indonesia” setelah meredanya ancaman virus, dia menambahkan.

 

Sumber: thejakartapost.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda