Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Dolar dan Beberapa Saham Melemah Karena Brexit

Dolar dan Beberapa Saham Melemah Karena Brexit
Dolar dan Beberapa Saham Melemah Karena Brexit

Dolar dan Beberapa Saham Melemah Karena Brexit. Dolar mencetak minggu terburuk hampir selama empat bulan ini pada hari Jumat lalu, terpukul oleh reli sterling dan euro yang didorong oleh tercapainya kesepakatan tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa, sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang paling lemah selama tiga dekade ini terus membebani ekuitas.

Dolar merayap lebih rendah terhadap euro karena euro sedang menikmati harapan akan kesepakatan Brexit yang dapat meningkatkan peluangnya untuk menghindari resesi.

Suramnya data manufaktur dan kekhawatiran perang dagang antara AS dengan Tiongkok dapat memperlambat perekonomian zona euro dan telah mengguncang euro untuk tahun ini, sementara kekhawatiran akan Brexit yang tidak pasti telah menghantam sterling hingga minggu lalu.

“Kami dapat dengan mudah mengetahui faktor apa yang mendorong euro, yaitu adalah kemungkinan dari tercapainya kesepakatan Brexit. Kami akan mencari tahu pada akhir pekan ini apakah faktor ini akan berubah menjadi realita atau sekedar mimpi, “kata Paul Mendelsohn, kepala strategi investasi di Windham Financial Services di Charlotte, Vermont.

Euro naik sebesar 0,36% ke level tertingginya dalam hampir dua bulan di level $ 1,1162. Sterling naik sebesar 0,42% ke level tertinggi baru dalam lima bulan di level $ 1,2942.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengacaukan lawan-lawannya pada hari Kamis lalu dengan membuat kesepakatan baru dengan Uni Eropa, meskipun blok itu berjanji untuk tidak akan pernah membuka kembali perjanjian yang telah disepakati tahun lalu.

Baca juga: Dolar dan Sterling Bergejolak; Aussie Naik karena Didukung oleh Data Pekerjaan

Pada hari Sabtu ini, anggota parlemen akan menentukan kesepakatan yang dapat berdampak pada saham di bisnis yang berorientasi di Inggris, seperti pembangun rumah, yang dapat meroket ke rekor tertingginya jika disetujui. Para investor juga memperkirakan pound bisa reli sekitar 5%.

Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets di London, mengatakan bahwa bagaimanapun anggota parlemen memberikan suara mereka, saga Brexit sepertinya tidak akan berakhir.

“Jika anggota parlemen menahan diri dan memberikan suara untuk kesepakatan tersebut, setidaknya kita dapat beralih ke fase 2 yang merupakan negosiasi hubungan baru selama periode transisi 14 bulan ke depan,” katanya.

Laporan pendapatan yang suram datang dari produsen mobil Prancis, Renault, dan perusahaan makanan, Danone, yang menurunkan saham Eropa sementara berita negatif tentang Johnson & Johnson dan Boeing di Wall Street mengimbangi pendapatan perusahaan AS yang umumnya positif.

Indeks saham MSCI di seluruh dunia turun sebesar 0,24% sementara indeks FTSEurofirst 300 dari saham-saham terkemuka di Eropa turun sebesar 0,38%.

Data perekonomian Tiongkok yang suram juga memperburuk selera risiko, dengan indeks Shanghai Shenzhen turun sebesar 1,2%.

Saham Asia pun tersandung setelah pertumbuhan kuartal ketiga Tiongkok melambat lebih dari yang diperkirakan menuju laju terlemahnya dalam hampir tiga dasawarsa karena perang perdaganganya dengan AS yang memanas dan menghantam output pabrik. Produk domestik bruto (PDB) naik sebesar 6,0% YoY.

Wall Street juga turun sedikit lebih rendah di tengah munculnya kekhawatiran tentang kondisi perekonomian global setelah rilisnya data PDB Tiongkok dan J&J.

Saham J&J turun sebesar 6,2% sementara Boeing turun sebesar 6,79% setelah terbukanya pesan antara dua karyawan Boeing pada tahun 2016 yang membahas isu mengenai sistem keamanan utama pada Boeing 737 MAX yang sedang diberi sanksi.

Baca juga: Dolar Melemah Terhadap Yen dan Pudarnya Harapan Brexit

Penghasilan yang kuat dari Coca-Cola Co dan Schlumberger NV telah membantu mengurangi kerugian. Coke naik sebesar 1,84% dan Schlumberger naik sebesar 1,32%.

Dow Jones Industrial Average turun sebesar 255,68 poin, atau 0,95%, menjadi 26.770,2. Sementara S&P 500 kehilangan 11,75 poin, atau 0,39%, menjadi 2.986,2 dan Nasdaq Composite turun sebesar 67,31 poin, atau 0,83%, menjadi 8.089,54.

Imbal hasil obligasi zona euro naik pada satu hari sebelum pemungutan suara Brexit. Yields umumnya mencetak angka yang lebih tinggi sejak para pemimpin Irlandia dan Inggris pada seminggu yang lalu menyatakan bahwa mereka melihat jalan menuju kesepakatan Brexit, sehingga meningkatkan selera risiko dan mengikis permintaan untuk aset safe haven seperti obligasi.

Imbal hasil 10-tahun Jerman berada di -0,39%, setelah menyentuh level tertingginya sejak akhir Juli pada Kamis lalu.

Imbal hasil AS turun karena para investor menunggu pemungutan suara Brexit hari Sabtu ini, dengan patokan Treasury AS 10-tahun AS naik 1/32 harga dan mendorong yield turun menjadi 1,7501%.

Harga minyak naik tipis karena masih adanya kekhawatiran tentang perekonomian Tiongkok yang lebih berat pada sinyal bullish.

Benchmark Futures minyak mentah Brent turun 49 sen menjadi $ 59,42 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 15 sen menjadi US $ 53,78 per barel.

Sementara itu, harga emas tetap stabil, yang merupakan dampak dari melemahnya dolar. Emas berjangka AS ditutup dengan harga 0,3% lebih rendah pada $ 1,494.10 per ons.

Sumber: Reuters

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda