ASEAN Menunggu Pembahasan Perdagangan AS-Tiongkok

ASEAN Menunggu Pembahasan Perdagangan AS-Tiongkok
ASEAN Menunggu Pembahasan Perdagangan AS-Tiongkok

Dolar AS menyerah pada tekanan jual menjelang akhir pekan lalu meskipun hasil laporan mengenai pekerjaan domestik cukup mengesankan dan tak terduga. Ketua Fed Jerome Powell meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral akan memperhatikan kesengsaraan pasar, mengatakan bahwa mereka akan bersabar dan siap untuk menjadi fleksibel dalam kebijakannya. Dana berjangka Fed saat ini diperkirakan memiliki probabilitas penurunan yang lebih besar daripada kenaikannya.

Hal ini sangat cocok untuk mata uang pasar negara berkembang, khususnya di blok ASEAN. Unggulan terbaiknya adalah Rupiah Indonesia yang terapresiasi ketika Indeks Harga Saham Gabungan naik ke level tertingginya sejak Mei 2018. Lelang obligasi lokal yang kuat dan intervensi mata uang dari Bank Indonesia juga turut berperan.

Di Filipina, hasil inflasi terlembut sejak Mei 2018 ini kemungkinan akan mencegah kenaikan harga PHP lebih lanjut. IHK utama tercatat di angka 5,1% y/y versus antisipasi sebelumnnya yaitu 5,6%. Bank Sentral Filipina kemudian memperkirakan inflasi yang rendah dan stabil pada tahun ini dan pada tahun 2020. Imbal hasil obligasi pemerintah daerah yang turun mencerminkan ekspektasi kebijakan moneter hawkish yang memudar.

Dalam beberapa minggu ke depan, kita dapat menyaksikan tanda-tanda bawah negara-negara Asia Tenggara akan menghadapi sedikit tekanan untuk menegakkan mata uang mereka mengingat keraguan-keraguan yang muncul pada Dolar AS dalam beberapa bulan terakhir. Dengan demikian, hal ini membuka pintu bagi negara-negara seperti Filipina untuk mengakumulasi cadangan devisa dalam aksi jual yang lebih lanjut untuk mata uang mereka.

Baca juga: ASEAN fx Mengalami Kinerja yang Beragam

Berbicara tentang Filipina, negara ini akan merilis data perdagangan November-nya. Terakhir kali, peso terdepresiasi karena impor yang melebihi ekspor yang kemudian memberikan tekanan pada PHP, yaitu kenaikan impor sebesar 15,6% dan ekspor sebesar 6,4%. Dengan demikian, defisit perdagangan lain pun diantisipasi, meskipun angka di atas lebih kecil daripada angka pada bulan Oktober.

Semua mata juga sedang tertuju pada Tiongkok. Pertama, sedang dilakukan pertemuan untuk pembahasan perdagangan antara AS dan Tiongkok yang merupakan pertemuan fisik pertama sejak gencatan senjata perdagangan Desember lalu. Pertemuan ini berlangsung selama hari Senin dan Selasa. Kekecewaan di sini dapat dengan mudah membalikkan kinerja yang terlihat dalam indeks patokan utama dalam beberapa hari terakhir.

Kedua, Tiongkok telah berjanji untuk melakukan pemotongan pajak untuk merangsang ekonomi mereka. Hasil positif pada kedua bidang ini dapat mendorong risiko perdagangan dan meningkatkan mata uang blok ASEAN.

Baca juga: Saham Asia Jatuh Karena Perang Dagang AS-Tiongkok Berakhir

Di luar ini semua, mari perhatikan dengan cermat laporan inflasi AS Desember lalu. Headline CPI diperkirakan akan turun ke 1.9% y/y yang akan mengikuti laju perlambatan pertumbuhan harga pada grafik di bawah ini. Hal ini mungkin juga terjadi karena adanya penurunan pada harga minyak. Namun, laporan NFP yang mengesankan dari minggu lalu meninggalkan pertumbuhan upah terkait dengan laju pada bulan Oktober yang tercatat sejak April 2009.

Hal ini menempatkan Fed di tempat yang canggung setelah Powell berpidato pada hari Jumat lalu. Jika pertumbuhan upah dan inflasi mengungguli tetapi pasar tidak optimis, ke arah mana Fed akan pergi karena terbuka untuk perubahan normalisasi? Powell memang berpidato pada hari Kamis ini di Klub Ekonomi Washington D.C. Dia mungkin akan menerima pertanyaan tentang dilema ini setelah taruhan ‘Powell Put’ dipicu pada minggu lalu.

Namun, ia mungkin hanya akan menekankan pada ketergantungan akan data mengingat lebih banyak konferensi pers yang diadakan pada tahun ini untuk mengukur hasil ekonomi. Hal ini dapat meningkatkan Dolar AS bersamaan dengan mengurangi taruhan kebijakan moneter dovish. Hasil seperti ini akan membantu meningkatkan Dolar AS terhadap mata uang ASEAN seperti Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia.

Sumber: dailyfx.com

Broker News

Bitcoin Adalah Gelembung, Namun Cryptotrading Masih Bekerja

Gelembung ekonomi utama pertama berhubungan dengan ide trading publik. Ketika East India Company...

Fungsi Market Maker sebagai Inovasi Trading GIC Trade untuk menjadi Trader Sukses

Trading Platform GIC Trade MT 5 akan segera resmi diluncurkan pada 1 April 2019. Begitu juga...

Memperkenalkan GICTrade dengan Fitur Inovatif Trading – Roadshow Medan

  Medan, 27 Februari 2019 Platform Trading Unggul dan Legal di...

Cara menentukan tren di Pasar Forex

Di pasar Forex, tren adalah arah dominan pergerakan harga. Contohnya, jika harga meningkat, maka...

PRESS RELEASE GIC TRADE- 18 Feb 2019 – Roadshow Jakarta 20 feb 2019

Inovasi Perdagangan FOREX di Indonesia Memperkenalkan Platform GIC-Trade Jakarta, 18...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...