Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa yang Terjadi Dengan Saham Netflix?

Apa yang Terjadi Dengan Saham Netflix?

 

Pada tanggal 20 Juli 2020, saham Netflix turun karena pelanggan Q3 melemah.

Pada minggu lalu, saham Netflix (NASDAQ: NFLX) menurun sekitar 13% dari $569, turun menjadi sekitar $493 – sementara perusahaan tersebut mengeluarkan pendapatan Q2nya dan dituntun dengan penambahan pelanggan yang lebih rendah dari apa yang diharapkan untuk kuartal ketiga. Tentunya, penurunan yang terjadi lumayan besar, tapi mari kita mundur sedikit saja: saham Netflix masih bisa naik sebanyak 50% selama tahun ini. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dengan Netflix?

Netflix menambahkan pelanggan yang lebih kuat dari yang mereka harapkan yaitu sebanyak 10.1 juta pelanggan pada Q2, (jika dilawan dengan panduan mereka yang menargetkan penambahan pelanggan sebanyak 7.5 juta pelanggan), selama pandemi Covid-19  yang dimana dilanjutkan dengan kebijakan lockdown,  yang justru malah membantu mempertahankan kepesatan perusahaan tersebut. Bagaimanapun, Netflix sudah mengarahkan hanya sebanyak 2.5 juta pelanggan bersih untuk Q3, hal tersebut justru berada di bawah harapan para analis dan juga berada di bawah angkat 6.7 juta pelanggan yang telah ditambahkan pada Q3 di tahun 2019. Faktanya, jumlah tersebut sangat rendah daripada jumlah penonton bersih yang mereka tambahkan di Q2 2019, yaitu sebanyak 2.7 juta pelanggan.

Secara adilnya, Netflix telah mengisyaratkan semenjak hasil pendapatannya berkembang pada metrik yang sudah dilacak dengan cermat  namun metrik tersebut hanya bisa melemah selama beberapa kuartal selanjutnya sebagaimana yang dilihat dari ketertarikan pelanggan, dengan kemungkinan orang-orang yang akan berlangganan selama dua setengah tahun, mereka berlangganan dengan layanan streaming lebih awal dari yang diduga selama wabah menyebar.

Jadi kenapa sahamnya bereaksi sangat kuat untuk meredam tuntunan pelanggan?

Baca juga: Bell Pembukaan: Futures Falter, Saham Global Naik Seiring Kasus COVID-19 Meningkat

 

Para Investor Kurang Menerima Kegagalan yang Terjadi Pada Pelanggan sebagai Tantangan Harga

Uang yang dikeluarkan oleh Netflix pada konten-kontennya sangatlag banyak – perusahaan tersebut direncakana untuk mengeluarkan $17 miliar untuk konten-konten selama tahun 2020. Sementara kemungkinan Covid-19 memperlambat lajur ini selama beberapa waktu, tapi pengeluaran uang untuk konten per pelanggan sudah meningkat dengan kuat. Satu-satunya cara agar Netflix mampu mendanai itu semua adalah dengan meningkatkan harga atau dengan menambah lebih banyak pelanggan. Sementara ARPU (menyesuaikan dengan dampat valuta asing) sudah tumbuh sebanyak 5% dari tahun-ke-tahun pada Q2, hal ini berkat kenaikan harga pada tahun 2019, adanya kompetisi yang meningkat semakin ketat mengartikan bahwa Netflix akan terpuruk jika menyangkut dengan kenaikan harga dalam jangka waktu dekat ke sedang. Contohnya, Disney dan Apple sudah memberi harga layanan streaming mereka dengan sangat kompetitif pada harga $7 dan $5 per bulan di Amerika Serikat. dibandingkan dengan paket popular milik Netflix yaitu seharga $13.

Ini artinya para investor masih memperhitungkan penambahan pelanggan sebagai penilaian yang paling signifikan- yang menjelaskan penjualan yang tajam pada panduan yang lemah untuk metrik ini di kuartal selanjutnya.

Tahukah Anda bahwa kapitalisasi pada pasar Netflix yang terjadi baru-baru ini beringsut melewati media raksasa yaitu, Disney? Manakah taruhan yang lebih baik? Cari tahu lebih banyak dalam analisis kami Disney vs Netflix: Apakah Pergerakan Harga Saham Masuk Akal?

 

Harga Dan Risiko Margin Netflix

 

Netflix telah memindahkan tuas harganya dengan penuh kecemburuan, bukan hanya sekali tapi sebanyak dua kali selama tiga tahun terakhir. Perusahaan menaikkan harga pada rencananya dari harga $10 menjadi seharga $11 pada tahun 2017 dan menaikkan harganya sekali lagi menjadi seharga $13 pada awal tahun 2019. Hal inilah  yang menjadi alasan utama di balik margin laba bersih perusahaan tersebut (laba setelah semua biaya menjadi bagian dari penjualan) lalu meluas dari sekitar 2% pada tahun 2016 menjadi lebih dari 9% pada tahun 2019. Namun, ada risiko yang signifikan karena tuas emas ini bisa saja menghilang untuk beberapa waktu. Dalam analisis ini, kami melihat tuas harga dalam konteks tantangan utama Netflix dalam mengelola biaya konten tunai.

Sebagai usaha tindak lanjut dari kasus yang terbalik tentang bagaimana saham Netflix bisa naik 2 kali lipat, kami menggarisbawahi skenario penurunan yang bisa menampakkan penurunan saham Netflix hampir 50% dari level saat ini jika kekuatan harganya berkurang dan pertumbuhan margin terhenti. Cari tahu lebih banyak di dasbor kami tentang Skenario Kelemahan Netflix: Menuju Kembali ke $250?

 

3 Fakta

Mari kita lihat 3 fakta berikut untuk memahami risiko penurunan jumlah penonton Netflix:

Fakta 1: konten berbayar tunai di Netflix mematok harga $82 per pelanggan di tahun 2019, hal tersebut mengalami kenaikan dari harga $62 pada tahun 2015.

Fakta 2: pendapatan rata-rata tahunan di Netflix terhitung sebanyak $112 per pelanggan, hal ini juga mengalami kenaikan dari yang tadinya seharga $95 pada tahun 2017.

Fakta 3: Disney memasang harga $84 dan Apple sebanyak $60 sebagai pendapatannya per perlanggan di tahun 2020.

Satu-satunya cara untuk mempertahankan angka $112 dalam ARPU tahunan adalah dengan cara terus menggeser posisi biaya konten nomor 1 dan lebih cepat dari perusahaan raksasa seperti Apple, Disney, dan Amazon.

 

Disney+, AppleTV+, dan Lainnya yang Munculkan persaingan dengan harga rendah

Secara keseluruhan, kami pikir tidak mungkin Netflix akan dapat menaikkan harga di Amerika Serikat  dalam jangka waktu dekat sampai menengah, dengan kompetisi persaingan yang sedang memanas ini. Perusahaan besar seperti Disney, Apple, dan Amazon terus bergerak maju, memperkuat dan memperbanyak tawaran video gratis atau lebih murah. Untuk sudut pandang berikut:

  • Disney+ memberi harga yang menarik yaitu $7 per bulan dan menawarkan perpustakaan konten yang luar biasa selain perpustakaan yang perkembang melalui pemrograman asli.
  • Layanan baru Apple (seharga $5 per bulan) menawarkan layana secara gratis selama setahun dengan pembelian perangkat Apple baru. Raksasa komputasi pribadi inil juga berinvestasi secara signifikan dalam hal konten, mereka berencana untuk menghabiskan sekitar $6 miliar pada jajaran acara TV mereka.
  • Amazon – pemain terbesar dalam hal penetrasi rumah tangga – juga terus meningkatkan proposisi nilainya, mereka menggabungkan lebih banyak penawaran ke langganan Prime.

 

 

Mengapa Peningkatan Harga Adalah Hal Penting Bagi Netflix?

Biaya konten di Netflix meningkat dengan cepat, dengan pengeluaran uang  untuk konten yang bertumbuh dari $9 miliar pada tahun 2017 menjadi $14.6 miliar pada tahun 2020, dan ini mengartikan bahwa Netflix terbakar melalui peningkatan jumlah uang yang gratis. Di sisi lain, pertumbuhan pelanggan malah melambat, terutama di Amerika Utara. Ini artinya uang yang Netflix miliki dihabiskan untuk konten per pelanggan yang telah meningkat dari angka $76 di tahun 2017 menjadi $82 di tahun 2019, dan Netflix perlu meningkatkan harga mereka untuk membenarkan hal tersebut. Tentu saja, pandemi Coronavirus untuk sementara waktu dapat mengubah dinamika tersebut, ini karena pelanggan menambahkan lebih dari Q1 2020 yang melonjak karena perintah yang mengharuskan untuk tetap di rumah, sementara produksi konten malah cenderung melambat. Tetapi tren umum dari pengeluaran konten yang lebih tinggi kemungkinan akan tetap utuh, mengingat bahwa Netflix direncanakan untuk menghabiskan lebih dari $17 miliar untuk kontennya pada tahun 2020, dengan manajemen juga mengisyaratkan pertumbuhan pelanggan yang melemah di beberapa kuartal mendatang.

 

Streaming Memang tidak menghasilkan hasil Seri, Tapi Investor Bisa Memikirkan Kembali Valuasi Jika Penghasilan Lambat

Meskipun ruang streaming bukan permainan yang seri, dengan pengguna yang sering memilih beberapa layanan sekaligus, lanskap kompetitif baru memberikan Netflix jauh lebih sedikit pengaruh dengan harga. Lagi pula, pelanggan Netflix di Amerika Serikat menambahkan kemerosotan sekitar 70% dari tahun-ke-tahun dan hanya menjadi 0,55 juta pada Q4 di tahun2019 – kuartal di mana Disney dan Apple meluncurkan layanan terbaru mereka. Selain itu, saham Netflix cukup fluktuatif dan bereaksi tajam terhadap berita peluncuran layanan terbaru itu. Jika pertumbuhan pelanggan terputus-putus dan terlihat lemah pasca Covid, misalnya pada tahun 2021, ada kemungkinan bahwa pertumbuhan pendapatan yang terjadi lebih kecil untuk satu atau dua kuartal dengan pertumbuhan berkelanjutan dalam biaya konten membantu merubah skenario perataan EPS yang dapat mengakibatkan penilaian Netflix berlipat ganda dari tingkat sekitar 70x penghasilan maju saat ini, menjadi sekitar 50x pada tahun 2021. Saham tersebut telah turun 15% hingga 20% beberapa kali di masa lampau, seperti yang kami uraikan dalam analisis kami “Bagaimana Saham Netflix bereaksi terhadap Penghasilan Guncangan Di Masa Lalu?” Jika para investor mengukur bahwa ini akan menjadi tren yang lebih sekuler, mungkin saja kelipatannya dapat jatuh lebih jauh dan tetap tertekan, karena kami menguraikan dalam analisis interaktif kami Skenario Kelemahan Netflix: Menuju Kembali ke $ 250?

 

Apakah Ada Pilihan Lain Untuk Netflix Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Mereka?

Netflix telah dieksekusi secara luar biasa di pasar internasional, di mana masih ada ruang untuk mereka meningkatkan penetrasinya. Perusahaan internasional berbasi pelanggan itu berdiri di hanya 112 juta vs 69 juta di Amerika Utara pada Q1 2020, dan peningkatan fokusnya pada konten regional harus membantunya menandatangani pada pelanggan baru. Namun, pelanggan di banyak pasar ini jauh lebih sensitif terhadap harga, dan ini dapat membuktikan trade-off yang menantang dari sudut pandang margin.

Saham Disney turun lebih dari 20% tahun-ke-tahun dibandingkan dengan Netflix, yang justru naik 35%. Manakah taruhan yang lebih baik? Cari tahu lebih banyak dalam analisis kami Disney vs Netflix: Apakah Pergerakan Harga Saham Masuk Akal?

Baca juga: Federal Reserve Bank: Panduan Trader Forex

 

Bagaimana Saham Netflix Dapat Berlipat Ganda

Apakah saham Netflix (NASDAQ: NFLX) mahal, melakukan trading dengan sekitar 100x penghasilan tambahan? Tidak semuanya. Apalagi jika Anda mempertimbangkan fakta bahwa penghasilannya bisa sekitar 4x level saat ini dalam beberapa tahun mendatang. Bagaimana bisa? Pertama, kami percaya bahwa pendapatan Netflix dapat berlipat ganda pada tahun 2025 ke level sekitar $ 45 miliar dari sekitar $ 20 miliar pada tahun 2019 dan diperkirakan $24,5 miliar pada tahun 2020, mewakili tingkat pertumbuhan hampir 15% per tahun (untuk konteks pertumbuhan tahunan sekitar 30% selama dua tahun terakhir). Bisnis streaming internasional Netflix tersebut telah berhasil masuk dengan sangat baik ke lebih dari 190 negara dan kemungkinan akan mengikuti buku pedoman ekspansi yang telah dijalankan oleh perusahaan streaming raksasa dengan sangat baik di Amerika Serikat dan Kanada. Tentu, pertumbuhan pendapatan masih bisa lebih tinggi jika pandemi Coronavirus menyebabkan perubahan permanen dalam pola konsumsi konten dan berpotensi memberikan Netflix kekuatan pada harga yang lebih baik, tetapi pertumbuhan 2x di baris teratas selama lima tahun ke depan terlihat cukup dapat dicapai sebagai kasus dasar.

Coba Kombinasikan pertumbuhan pendapatan dengan fakta bahwa margin Netflix (laba bersih, atau laba setelah semua pengeluaran dan pajak, dihitung sebagai persentase dari pendapatan) berada pada lintasan yang membaik – mereka tumbuh dari sekitar 2% pada 2015 menjadi lebih dari 9% pada 2019. Rekan-rekan penghasil konten Netflix yang lebih besar seperti Disney memiliki margin sekitar 14% dan kami melihat margin Netflix dapat mencapai dan berpotensi melampaui level ini ke depannya, dua kali lipat menjadi sekitar 18% pada tahun 2025. Mengapa hal ini mungkin? Netflix memiliki biaya akuisisi dan distribusi pelanggan yang lebih rendah, dan biaya tetap seperti amortisasi konten akan lebih baik diserap seiring peningkatan pendapatan. Jadi, apakah pertumbuhan 4x dalam lima tahun ke depan mungkin terjadi? Iya. Terlihat sangat masuk akal ketika Anda menggabungkan pertumbuhan pendapatan 2x dengan pertumbuhan 2x yang dimungkinkan dalam margin Netflix.

Sekarang jika pendapatan tumbuh 4x, P / E ganda akan menyusut ke level 1/4 saat ini, dengan asumsi harga saham tetap sama. Tetapi itulah yang dipertaruhkan oleh para investor Netflix, hal itu tidak akan terjadi! Jika penghasilan meluas 4 kali lipat selama beberapa tahun ke depan, alih-alih P/E menyusut dari sekitar 100x sekarang menjadi sekitar 25x, skenario di mana metrik P/E tetap sekitar 45x atau bahkan 50x terlihat lebih memungkinkan. Untuk perspektif, sektor hiburan yang lebih luas diperdagangkan pada kelipatan 48x sebelum krisis Coronavirus dan aman untuk berasumsi bahwa Netflix akan berdagang setidaknya pada level ini. [4] Ini akan membuat sekitar 2x pertumbuhan harga saham Netflix menjadi kemungkinan nyata di tahun-tahun mendatang.

Jadi ya, Netflix bisa, nyatanya, dianggap sebagai pembelian yang baik untuk sekarang – dengan kata hati-hati. Para nvestor harus mengevaluasi arus dana Netflix yang berbeda dengan pendapatan.

Bagaimana dengan waktu 5 tahun ke depan untuk skenario kita? Dalam praktiknya, hal itu tidak akan membuat banyak perbedaan apakah itu memakan waktu 3 tahun atau 5. Selama Netflix berada di lintasan ekspansi pendapatan dan margin ini, harga saham kemungkinan akan merespons dengan cara yang sama.

Secara terpisah, bagaimana jika margin pendapatan mendekati 14% atau 15% daripada 18% yang kami perkirakan? Kami percaya risiko ini diimbangi dengan naiknya perkiraan pertumbuhan pendapatan 15% kami untuk mendekati 20% atau bahkan lebih tinggi mengingat bahwa sejarah eksekusi Netflix di pasar internasional menghasilkan sekitar 30% pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah saham Netflix lebih baik daripada membeli perangkat lunak milik titan Microsoft? Dasbor kami Netflix vs Microsoft: Apakah Pergerakan Harga Saham Masuk Akal? memiliki angka yang mendasarinya.

 

Sumber: forbes.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda