6 Pertimbangan Besar bagi Investor

6 Pertimbangan Besar bagi Investor
6 Pertimbangan Besar bagi Investor

Selama satu dekade terakhir, ketika saham-saham kembali dari posisi terendah setelah krisis keuangan dan indeks utama berulang kali mencapai rekor tertinggi baru, para investor tampaknya menghadapi beberapa kekhawatiran. Tetapi ketika ekonomi mencapai tahap akhir dari siklusnya, gelombang kekhawatiran sekarang membebani investor ketika mereka mencoba memutuskan di mana akan berinvestasi berikutnya. Dalam laporan terbaru berjudul “Where to Invest Now,” Goldman Sachs memberikan ekspektasi pasar yang konservatif di tengah masalah yang terus meningkat ini, termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan, menurunnya pertumbuhan manufaktur dan meningkatnya biaya input.

1.       Ketidakpastian Politik Domestik Pergantian staf, pemilihan umum, dan penyelidikan pengacara khusus
2.       Hubungan Internasional Perlindungan dan tarif
3.       Ekonomi Perlambatan pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa
4.       Inflasi Meningkatnya harga tenaga kerja dan komoditas
5.       Tarif Suku Bunga Hawkish Fed melanjutkan pengetatan moneter
6.       Regulasi/ De-Regulasi Risiko regulasi privasi data

Ketakutan Berbobot

Dengan target tingkat akhir tahun 2.850 untuk S&P 500, Goldman tidak melihat banyak sisi kiri untuk paruh kedua tahun ini. Dengan S&P 500 hanya naik 4,6% sejak awal Januari, level sasaran tersebut hanya menyisakan kenaikan potensial 1,9% untuk enam bulan ke depan, pengembalian keseluruhan 6,5% untuk tahun ini. Harapan hangat semacam itu adalah hasil dari iklim investasi yang terbebani oleh beberapa ketakutan.

Dalam bidang politik AS, kekhawatiran akan pergantian staf senior, kemungkinan Demokrat mengambil kembali DPR, dan penyelidikan Penasihat Khusus yang sedang berlangsung, semuanya telah meningkatkan ketidakpastian kebijakan. Ancaman perlindungan dan tarif telah menambah ketidakpastian itu.

Kenaikan biaya input, dalam bentuk upah yang lebih tinggi, harga komoditas yang lebih tinggi meningkat dan biaya pinjaman meningkat karena suku bunga yang lebih tinggi, menempatkan tekanan pada margin laba. Kekhawatiran regulasi, seperti yang terkait dengan privasi data, juga mengancam untuk memaksakan biaya yang lebih tinggi pada perusahaan. Ketika prospek keuntungan melemah, perusahaan mulai menunda investasi baru, terutama untuk kenaikan suku bunga. Indeks Manajer Pembelian (PMI) menunjukkan perlambatan pertumbuhan baik di sektor manufaktur dan jasa.

Baca juga : Haruskah investor mulai khawatir dengan teknologi?

Keprihatinan ini telah memupuskan harapan meskipun ada alasan tertentu untuk bersikap optimis, termasuk reformasi pajak yang bermanfaat, perawatan kesehatan dan legislasi infrastruktur, beberapa survei yang menunjukkan ekonomi yang membaik, inflasi yang masih relatif rendah, dan Fed yang masih relatif akomodatif.

Dimana Harus Investasi Ketika Pertumbuhan Melambat

Sementara Goldman Sachs masih melihat pertumbuhan laba per saham (EPS) yang relatif kuat untuk sisa tahun ini, sepuluh dari sebelas sektor di S&P 500 melihat bahwa penurunan pertumbuhan akan terjadi pada tahun 2019, dengan Consumer Staples menjadi satu-satunya sektor di mana pertumbuhan EPS akan tetap konstan. Perlambatan terburuk diperkirakan terjadi di sektor Energi, Finansial, Layanan Telekomunikasi, dan Bahan.

Baca juga : 8 Perusahaan Teknologi Profit Terbesar Menurut Goldman Sachs

Di tengah perlambatan pertumbuhan laba ini, bank mengharapkan saham dengan pertumbuhan pendapatan tercepat untuk mengungguli, dan perusahaan dengan neraca yang kuat kebal terhadap kenaikan suku bunga akan berkinerja lebih baik daripada perusahaan dengan pengaruh tinggi. Juga, perusahaan dengan biaya tenaga kerja lebih rendah akan berkinerja lebih baik ketika upah naik.

sumber: investopedia.com

Broker News

Fungsi Market Maker sebagai Inovasi Trading GIC Trade untuk menjadi Trader Sukses

Trading Platform GIC Trade MT 5 akan segera resmi diluncurkan pada 1 April 2019. Begitu juga...

Memperkenalkan GICTrade dengan Fitur Inovatif Trading – Roadshow Medan

  Medan, 27 Februari 2019 Platform Trading Unggul dan Legal di...

Cara menentukan tren di Pasar Forex

Di pasar Forex, tren adalah arah dominan pergerakan harga. Contohnya, jika harga meningkat, maka...

PRESS RELEASE GIC TRADE- 18 Feb 2019 – Roadshow Jakarta 20 feb 2019

Inovasi Perdagangan FOREX di Indonesia Memperkenalkan Platform GIC-Trade Jakarta, 18...

KOMPETISI TRADING 2019 : TOTAL HADIAH 1,5 MILYAR RUPIAH 

Sebagai Platform Trading yang menggunakan teknologi Metatrader 5 dengan basis Blockchain, GIC Trade...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Broker Forex Terbaik Di Indonesia Tahun 2016

Di era internet saat ini, banyak sekali broker menyediakan fasilitas trading forex online yang...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...