Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Sang Raja Indikator: RSI

Sang Raja Indikator: RSI

Fungsi khusus indikator Forex sebenarnya berpotensi menimbulkan kerugian daripada menguntungkan untuk trader yang tidak memiliki pengalaman, walaupun hal ini terdengar agak berlawanan dengan intuisi. Namun, jika anda masih ingin menggunakannya juga, maka gunakanlah RSI (Relative Strenght Indikator) yang merupakan indikator Forex terbaik, karena RSI sangat mencerminkan momentum dan dibentuk supaya bisa memberikan keunggulan dalam mengikuti momentum Forex untuk anda. RSI merupakan indikator momentum Forex dan indikator momentum terbaik. Cara terbaik jika anda menggunakan RSI yaitu dengan menggunakannya dalam trade jangka panjang yang tengah menunjukkan 50 ke atas untuk semua kerangka waktu ataupun dalam trade jangka pendek yang menunjukkan 50 ke bawah untuk semua kerangka waktu. Namun, cara yang terbaik yaitu selalu melakukan trade dengan trend selama 10 minggu terakhir atau lebih.

 

Apa itu RSI (Relative Strength Index)?

Formula RSI telah dikembangkan pada tahun 1970-an, sama halnya dengan konsep analisis teknis lainnya. RSI dibentuk dengan mengalkulasikan rasio perubahan dari kenaikan tiap unit waktu pada perubahan dari penurunan tiap unit waktu selama satu periode ke belakang. Tetapi, perhitungan indikator yang sebenarnya lebih rumit lagi dibandingkan apa yang kita pikirkan. Jadi perlu dipahami yaitu misalnya jika periode sebelumnya adalah 10 unit waktu dan tiap satu dari 10 candle ditutup maka RSI akan menunjukkan angka yang hampir mendekati 100. Tetapi, jika tiap satu dari 10 candle itu menurun maka angkanya akan mendekati 0. Dan indikator RSI akan menunjukkan angka 50 jika aksinya benar-benar seimbang antara kenaikan dan penurunannya.

Definisi RSI sendiri merupakan oscillator momentum. Hal ini menunjukkan jika bull atau bear menang dalam periode sebelumnya yang bisa disesuaikan oleh para pengguna.

Baca juga: Indikator Leading Didefinisikan dan Dijelaskan

 

Analisis Teknis RSI

Indikator RSI umumnya memang digunakan untuk meramalkan dan dalam strategi trading dengan beberapa cara berikut:

  1. Diperkirakan akan menurun ketika RSI di atas 70. Karena harga akan dikonfirmasikan mulai bergerak turun jika penurunannya di bawah 70 dari posisinya di atas 70.
  2. Diperkirakan akan megalami kenaikan ketika RSI berada di bawah 30. Karena harga akan dikonfirmasikan mulai bergerak naik jika kenaikannya di atas 30 dari posisinya di bawah 30.
  3. Harga yang mulai bergerak naik akan dianggap sebagai sinyal jika RSI melintas ke atas 50 dari posisi bawah 50.
  4. Harga yang mulai bergerak turun akan dianggap sebagai sinyal jika RSI melintas di bawah 50 dari posisi atas 50.

 

Apa Cara Terbaik Untuk Menggunakan RSI?

Dalam metode ketiga dan keempat yang sudah dipaparkan di atas tentang melintasi level 50 umumnya memang lebih unggul dibandingkan metode pertama dan kedua tentang 30 dan 70. Hal itu karena keuntungan dari trade jangka panjang dapat dibentuk di Forex dengan cara mengikuti trend dibandingkan dengan mengharapkan harga akan selalu bangkit ke posisi awalnya, maka berhati-hatilah untuk tidak memindahkan stop loss agar bisa mencapai titiknya dengan terlalu cepat.

Poin yang periu dikembangkan yaitu – apa harus mengikuti trend atau malah “menghilangkannya” dengan melakukan trade dengan arah yang berlawanan. Banyak sekali nasihat trading kuno untuk masalah ini yang sebagaian besarnya dikembangkan di era pra-1971 dimana saat itu nilai tukar mata uang belum berkembang, tetapi menetapkan pasak pada emas atau mata uang lain. Di era ini, lebih banyak yang melakukan trading saham atau pada tingkat yang lebih kecil lagi yaitu komoditas. Fakta jika sham dan komoditas cenderung menunjukkan aksi harga yang sepenuhnya berbeda dibandingkan nilai tukar pasangan mata uang Forex – karena saham dan komoditas lebih sering menjadi trend dan lebih mudah berubah serta memilii trend yang lebih lama dan kuat dibandingkan pasangan mata uang Forex yang memiliki kecenderungan kuat untuk kembali ke tengah kisaran ‘mean’. Hal ini berarti melakukan trading Forex pada sebagian besar waktu dengan menggunakan RSI untuk melakukan trade yang berlawanan dengan pergerakan arah menggunakan metode 1 dan 2 yang telah dijelaskan di atas, akan berjalan lebih sering tapi juga tidak banyak menghasilkan keuntungan dibanding dengan metode 3 dan 4 yang mengikuti trend dengan melakukan trading pada arah trend yang berlaku, jika memang trend semacam itu ada. Walaupun nampaknya sangat menarik untuk mencoba memenangkan jumlahnya yang kecil dan lebih sering serta menggunkan pengelolaan uangnya untuk menggabungkan kemenangan dengan lebih cepat, tetapi akan jauh lebih sulit lagi membangun model pengembalian rata-rata yang menguntungkan dibandingkan membangun model dengan mengikuti trend yang menguntungkan, bahkan jika melakukan trade pasangan mata uang Forex.

Jadi, jawabannya adalah dengan menggunakan indikator pada beberapa kerangka waktu dari pasangan mata uang yang sama merupakan cara terbaik untuk melakukan trade yang melintasi level 50.

 

Beberapa Time Frame Cross Pada Level 50

Bukalah beberapa grafik pasangan mata uang yang sama pada beberapa kerangka waktu: mingguan, harian, H4, hingga ke bawahnya. Kemudian buka indikator RSI pada semua grafik dan pastikan jika level 50 telah anda tandai. Semua program grafik atau perangkat lunak seacar praktis akan menyertakan RSI sehingga tidak akan sulit lagi. Periode sebelumnya terlihat bagus untuk digunakan untuk indikator ini adalah 10. Selain itu, periode sebelumnya juga sama pentingnya pada semua grafik kerangka waktu yang berbeda.

Jika anda menemuka sepasang mata uang dimana semua kerangka waktunya yang lebih tinggi berada antara di atas atau di bawah 50 dan keranggka waktunya yang lebih rendah merupakan sisi lain dari 50, maka anda bisa menunggu kerangka waktunya yang lebih rendah menlintas kembali ke angka 50 dan membuka trade pada arah trend jangka panjang.

Semakin baik kemungkinan trade apabila nilai RSI semakin tinggi atau rendah. Inilah ketetapan hukum dari pasar jika trend yang kuat akan memiliki kemungkinan yang lebih untuk terus berjalan dan retracement akan cenderung berbalik gerakannya ke arah trend dengan baik. Metode ini merupakan cara yang cerdas untuk menggunakan indikator: hal ini mengidentifikasikan jika retracement berada dalam trend yang kuat dan menunjukkan kapan kemungkinan retracement akan berakhir.

 

Contoh Trade Jangka Pendek

Contoh yang sudah ditunjukkan di bawah menggunakan pasangan mata uang AUD/USD pada beberapa kerangka waktu dengan menggunakan indikator RSI yang diatur pada 10 periode ke belakang. Berada di bawah 50 pada tiap minggunya, harinya, dan kerangka waktu 4-jam, dan juga hanya melintas dari atas 50 ke bawah 50 pada kerangka waktu 5 menit. Hal ini bisa diartikan sebagai sinyal trade jangka pendek.

Tidak ada alasan mengapa hal ini tidak bisa digabungkan dengan sytrategi lain seperti support dan resistance, moving average crossover, seharian, dan lainnya.

Selain itu, juga bisa digunakan sebagai strategi trading day ketika anda sudah siap untuk menurunkannya hingga kerangka waktunya cukup rendah.

Baca juga: Indikator Teknis, Didefinisikan dan Dijelaskan

 

Mingguan:

 

Harian:

 

4 Jam:

 

5 Menit:

Catatan: Itu semua bukan contoh yang betul-betul sempurna, karena itu semua akan menjadi lebih baik jika kerangka waktu per jamnya juga sudah menunjukkan RSI di bawah angka 50. Hasil yang paling bagus bisa diperoleh saat tidak ada satu celah yang besar antara kerangka waktu yang digunakan.

 

 

Sumber: dailyforex.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda