Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Day Trading vs. Swing Trading: Apa Bedanya?

Day Trading vs. Swing Trading: Apa Bedanya?

 

Day Trading vs. Swing Trading: Sebuah Penggambaran.

Trader yang aktif kerap kali mengelompokkan diri mereka menjadi dua bagian: The Day Traders dan The Swing Traders. Kedua bagian tersebut mencari keuntungan dari pergerakan saham jangka pendek (versus investasi jangka panjang). Namun, startegi Trading manakah yang lebih baik? Berikut adalah pro dan kontra dari Day Trading dan Swing Trading.

 

Kunci Penting:

  • Day Trading, sebagaimana usulan namanya, melibatkan lusinan pembuatan trade dalam kurun waktu sehari dan pembuatan trade tersebut berdasarkan analisis teknis dan sistem pemetaan yang canggih.
  • Swing Trading adalah trading yang berdasarkan pada pengidentifikasian perubahan saham, barang, dan mata uang yang diambil pada waktu yang berhari-hari.
  • Tidak ada strategi yang lebih baik dari yang lainnya dan trader harus memilih pendekatan apa yang bekerja untuk keterampilan, pilihan, dan gaya hidup mereka.

Baca juga: Cara Mengelola Rasa Takut dan Serakah dalam Trading

 

Day trading

Day trading, seperti usulan namanya, melibatkan lusinan pembuatan trade dalam kurun waktu sehari dan pembuatan trade tersebut berdasarkan analisis teknis dan sistem pemetaan yang canggih. Tujuan dari The Day Trader adalah untuk menghasilkan uang dari Trading saham, barang-barang, atau mata uang dengan cara menghasilkan keuntungan yang kecil pada banyak trade dan membatasi kerugian pada trade yang tidak menguntungkan. Biasanya Day Trader tidak menjaga posisi atau surat-surat berharga apapun dalam waktu semalaman.

Daya tarik terbesar dari day trading adalah potensinya untuk meraup keuntungan yang besar. Namun, hal tersebut hanya mungkin terjadi pada perorangan yang memiliki sifat yang dibutuhkan, contohnya ketegasan, kedisplinan, ketekunan. Sifat-sifat tersebut dibutuhkan untuk menjadi trader yang sukses.

Menurut Securities and Exchange Commision AS, “Day Trader biasanya mendapatkan kerugian pada bulan pertama Trading dan tidak ada yang berhasil ke status menghasilkan laba.” Sementara SEC memberikan peringatan jika Day Trader seharusnya hanya mempertaruhkan uang yang bisa mereka tanggung, namun pada kenyataannya, banyak Day Trader yang malah terkena kerugian besar pada uang yang dipinjam, entah melalui trade margin atau pinjaman besar dari keluarga atau sumber lainnya. Kerugian ini tidak hanya membatasi karir Day trading mereka, namun juga membauat mereka hutang besar-besaran.

  • Day Trader bekerja sendirian, tidak bergantung pada keinginan para pejabat korporat. Mereka memiliki jadwal kerja yang fleksibel, bisa beristirahat kapanpun mereka butuh, juga bekerja dengan kecepatannya sendiri, tidak seperti orang yang bekerja pada alur kecepatan perusahaan.
  • Day Trader harus bersaing dengan Trader yang sudah memiliki frekuensi tinggi, pendanaan yang terlindungi, dan pasar yang sudah profesional lainnya yang menghabiskan dana jutaan untuk mendapatkan keuntungan Trading. Dalam lingkungan tersebut, seorang Day Trader hanya memiliki sedikit pilihan. Mereka menghabiskan uang mereka pada platform Trading, pemetaan pada perangkat lunak, teknologi komputer mutakhir, dan semacamnya. Pengeluaran yang terus berlanjut tersebut termasuk ke dalam biaya untuk mendapatkan penawaran harga langsung dan biaya komisi yang bertambah karena volume Trading.
  • Day Trader yang sudah lama berkecimpung dalam Trading menyukai sensasi adu domba pada pasar profesional hari demi hari. Adrenalin dari Trading yang cepat tersebut adalah hal yang tidak banyak diakui oleh Trader, namun hal tersebut adalah faktor utama dari keputusan mereka dalam menghasilkan uang dari Day trading. Ragu rasanya jika orang-orang semacam mereka merasa puas untuk menghabiskan waktu mereka menjual widget dan berkutat dengan angka di kantor.
  • Agar semuanya benar-benar berjalan, seorang Day Trader harus berhenti dari pekerjaan hariannya dan merelakan gaji bulanannya yang stabil itu. Kemudian Day Trader harus bergantung seutuhnya pada keterampilan yang dimilikinya, berjuang untuk menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membayar tagihan, dan menikmati gaya hidup yang layak.
  • Day trading itu penuh tekanan. Hal tersebut dikarenakan mereka harus menatap banyak layar untuk mendapatkan kesempatan untuk Trading, dan bertindak cepat ketika kesempatan itu datang. Hal itu juga harus dilakukan hari demi hari, dan tuntutan untuk berfokus dan berkonstrasi tinggi sering menyebabkan kelelahan.
  • Untuk banyak pekerjaan di bidang keuangan, memiliki gelar yang bagus dari universitas yang bagus hanyalah sebuah prasyarat untuk wawancara. Berbeda dengan Day trading, jenis trading tersebut tidak mematok pendidikan mahal dari sekolah Ivy League. Meskipun tidak ada persyaratan pendidikan formal untuk menjadi seorang Day Trader, kursus pada bidang analisi teknis dan Trading terkomputerisasi akan sangat membantu.

 

Swing trading

Swing trading adalah trading yang didasari pada pengidentifikasian perubahan saham, barang, dan mata uang yang terjadi selama beberapa hari. Sebuah Trade Swing mampu menghabiskan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu sampai benar-benar bekerja. Tidak seperti Day Trader, seorang Swing Trader tidak menjadikan trading sebagai karir paten mereka. Meskipun begitu, seorang trader bisa saja memilih menjadi seorang Day Trader dan seorang Swing Trader.

Siapapun orang dengan pengetahuan dan investasi yang besar bisa mencoba Swing trading. Karena susunan waktunya yang lebih panjang (dari hari ke minggu berlawanan dengan menit dan jam), seorang Trader Swing tidak perlu terpaku pada layar komputernya seharian. Ia pun bisa mengurus pekerjaan dengan waktu penuh secara terpisah (sepanjang ia tidak memeriksa layar trading selama bekerja).

  • Trades umumnya butuh waktu untuk berhasil. Menjaga Trade untuk aset terbuka selama beberapa hari atau minggu menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada trading keluar dan masuk dari keamaan yang sama dalam beberapa kali sehari.
  • Biasanya, karena Swing trading melibatkan kepemilikan posisi setidaknya semalaman, batas persyaratannya pun lebih tinggi. Maksimal pengaruhnya biasanya dua kali lipat modal seseorang, bandingkan dengan Day trading yang batasannya empat kali modal.
  • Seorang Trader Swing bisa menghentikan kerugian. Walaupun tentunya ada risiko harga yang tidak menguntungkan jika berhenti, hal tersebut mampu mengalahkan pemantauan konstan dari semua posisi terbuka yang merupakan ciri khas dari Day Trader.
  • Sebagaimana halnya dengan Trading dengan berbagai macam gaya, Swing trading juga mampu mengakibatkan kerugian besar karena Swing trading menjaga posisi mereka lebih lama dari Day Trader, mereka pun juga beresiko rugi lebih besar.
  • Karena Swing trading adalah pekerjaan yang jarang jadi pekerjaan penuh, ada kemungkinan kecil untuk seseorang kelelahan karena stress. Swing Trader biasanya memiliki pekerjaan tetap atau sumber pendapatan lain yang dari situlah mereka mampu mengimbangi dan mengurangi kerugian besar.
  • Swing trading bisa dilakukan dengan satu komputer dan peralatan Trading biasa, tidak perlu menggunakan komputer mutakhir seperti Day trading.

 

Kunci Perbedaan:

Day trading dan Swing trading, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada strategi yang lebih baik daripada strategi lainnya, dan Trader harus memilih pendekatan yang sesuai untuk kemampuan, pilihan, dan gaya hidup mereka. Day trading lebih cocok untuk orang yang berhasrat  pada Trading dengan waktu penuh dan memiliki tiga ‘D’ yaitu ketegasan, displin, dan ketekunan (syarat untuk menjadi Day trading yang sukses).

Day trading yang sukses juga membutuhkan sebuah pemahaman tentang Trading secara teknis dan pemetaan. Karena Day trading intens dan stress, Trader harus tetap tenang dan mengontrol emosi mereka. Lalu, Day trading melibatkan resiko—Trader harus siap untuk pergi dengan 100% kerugian.

Di sisi lain, Swing trading, tidak memerlukan ciri atau sifat yang   hebat. Karena Swing trading bisa dilakukan oleh siapa saja dengan modal investasi dan tidak perlu perhatian penuh, Trading ini adalah opsi yang bagus untuk mereka yang masih mau mempertahankan pekerjaan tetap mereka namun ingin mencoba-coba pasar Trading. Swing Trader pun harus bisa mengombinasikan antara analisis fundamental dan teknis, daripada hanya analisis saja.

 

Day trading

  • Membuat bebarapa Trade per hari.
  • Posisi bertahan dari jam ke hari.
  • Pekerjaan penuh.
  • Menggunakan sinyal jual beli jangka pendek.
  • Bergantung pada Platform dan peralatan Trading.
  • Beberapa lebih banyak, lebih kecil pendapatan atau kerugian.

 

Swing trading

  • Membuat beberapa Trade per minggu.
  • Posisi bertahan dari hari ke minggu.
  • Menggunakan trend dan indikator waktu.
  • Bisa disertai dengan akun brokerage standar.
  • Hanya beberapa namun lebih besar rugi dan untungnya.

Baca juga: Cara Menggunakan Kerangka Waktu Mingguan dalam Trading Forex

Penting: Day trading melibatkan keterampilan unik yang sulit dikuasai. Kursus “Become a Day Trader” Investopedia, menyediakan gambaran yang lebih dalam tentang Day trading, lengkap dengan video yang dibuat berdasarkan permintaan selama lima jam. Selama kursus, kamu akan mempelajari banyak hal mulai dari tipe permintaan sampai teknik analisis teknis hingga memaksimalkan risiko pengembalian yang disesuaikan.

 

Sumber: investopedia.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda