Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara untuk Menggunakan Moving average Eksponensial dalam Trading Forex

Cara untuk Menggunakan Moving average Eksponensial dalam Trading Forex

Sebagai permulaannya, mari kita lupakan mitos yang tengah beredar di antara para trader baru. Banyak orang percaya bahwa ada beberapa jenis “moving average magis” yang diikuti banyak bank. Mereka percaya bahwa entah dimanapun itu pasti ada sebuah moving average yang “tidak bisa dilewatkan.” Tidak ada yang bisa melanjutkan kebenarannya, sama seperti lainnya, moving average merupakan suatu alat sederhana yang dapat digunakan para trader untuk menetapkan suatu trend, dan mungkin juga menemukan area potensi dari support dan resistance. Kata kuncinya di sini tentunya ialah “potensi.”

Baca juga: Trading Moving Average

 

Apa itu “EMA” dalam Trading Forex?

“EMA” merupakan singkatan dari Exponential Moving Average yang berarti Moving average Eksponensial. Untuk memahami apa itu EMA sebenarnya, anda perlu memahami apa itu moving average sederhana. Moving average merupakan sebuah perencanaan rata-rata harga atas jumlah sinyal terakhir yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, merupakan rata-rata harga sebelumnya atas 20 sinyal, 50 sinyal, 100 sinyal, dan sebagainya. Trader dapat memilih seberapa banyak sinyal yang mereka ingin amati kembali. Walaupun moving average dapat menggunakan harga pembuka, tinggi, rendah, atau penutup sinyal sebesar 99,9% pada saat orang-orang menggunakannya untuk menerapkan harga penutup terhadap sinyal-sinyal tersebut.

Simple moving average (SMA) atau moving average sederhana merupakan kalkulasi moving average langsung yang anda bisa harapkan. Dengan kata lain, SMA 20 direncanakan pada suatu grafik, hal ini akan memberitahu anda apa itu rata-rata harga pada penutupan 20 sinyal sebelumnya. Saat pasar bergerak menghasilkan sinyal lainnya, hal ini akan menyesuaikan hitungan 20 sinyal yang masuk sebelumnya, dan seterusnya. Dengan menarik rata-rata harga penutupan dan menjumlahkannya lalu membagikannya, SMA dapat menghasilkan nilai yang telah dikalkulasikannya. Kemudian hal ini direncanakan untuk mengkalkulasikannya pada grafik, menarik garis melalui semua titik untuk membentuk sebuah garis yang lebih panjang melintasi lebarnya grafik.

EMA pada trading Forex juga sama, kecuali rumusnya yang secara matematis diberi tekanan yang berat pada kebanyakan sinyalnya akhir-akhir ini. Hal ini menyebabkan jenis moving averagenya menjadi lebih sensitif terhadap fluktuasi harga dan oleh karena itu hal ini akan mengubah arahnya dengan lebih cepat. Jenis dari moving average pada trading Forex apa yang seharusnya anda gunakan? Kebanyakan trader menggunakan EMA, tapi pada akhirnya EMA digunakan dengan kebanyakan cara yang sama oleh mereka. Garis hitam merupakan SMA 20 hari, sedangkan yang berwarna merah merupakan EMA 20 hari.

 

Bagaimana Biasanya EMA Digunakan dalam Trading Forex

Ada banyak sekali fungsi EMA dalam trading Forex online, dan sebenarnya imajinasi anda yang menjadi satu-satunya batasan.

EMA Sebagai Ukuran Trend

Pada bentuk yang paling dasar, para trader cenderung menggunakan EMA sebagai suatu ukuran trend. Dengan kata lain, jika moving averagenya berkembang dalam waktu ke waktu, maka hal ini dianggap jika trend tersebut berdampak sangat positif. Sebaliknya, jika moving averagenya malah bergerak rendah dalam waktu ke waktu, maka pasar akan dianggap bearish dan negatif.

EMA Sebagai Support/Resistance Dinamis

Beberapa trader akan menggunakan EMA yang spesifik sebagai support dan resistance mereka. Hal ini dikarenakan adanya beberapa pengikut EMA yang sangat banyak. Kebanyakan dari mereka kembali mengingat pada hari-hari trading saham. Beberapa yang paling umum yaitu EMA 20 hari, EMA 50 hari, EMA 100 hari, dan EMA 200 hari. Praktik penggunaan bilangan bulat khusus ini memiliki sifat psikologis dan kembali ke tahun-tahun awal teknik analisis, dan oleh karena itu hal ini kurang lebih merupakan suatu perjanjian yang lain. Saat anda melanjutkan karir trading online anda, anda akan melihat moving average yang menurut orang-orang memiliki keahlian lebih baik dari yang lain, tapi pada akhirnya hal ini merupakan masalah pilihan pada pribadi masing-masing. Trader jangka pendek cenderung senang dengan angka yang lebih kecil seperti EMA 9, karena hal ini memiliki reaksi yang sangat cepat dibandingkan dengan EMA 50. Namun, jika anda seorang trader dengan trend jangka panjang, maka anda akan lebih banyak memperhatikan angka yang lebih tinggi karena membutuhkan lebih banyak informasi dan pergerakan untuk mengubah arah moving average tersebut, sehingga anda tetap berada dalam trade untuk periode waktu yang lebih lama lagi. Untuk melihat gerak support dan resistance yang dinamis, lihatlah pada grafik di bawah ini:

 

Beberapa EMA sebagai sebuah “Naga”

Seperti yang anda bisa lihat pada grafik harga di bawah, ada beberapa EMA yang telah direncanakan, dan anda hanya dapat melihat bagaimana perbedaan dari tiap EMA yang bereaksi terhadap harga pada grafik hariannya. Pada grafik ini, saya telah merencanakan EMA 9, 20, 50, 100 dan 200 hari. Faktanya, beberapa orang menggunakan jenis pengaturan ini untuk memastikan jika mereka melakukan trading dengan banyak trader sejauh trend yang berkenaan. Mereka hanya akan melakukan trade pada semua arah moving average dan hanya saat mereka bergerak pada cara yang sama.

 

Sistem Crossover MA

Cara lain yang orang-orang akan gunakan sebagai suatu indikator dalam sebuah “sistem crossover” sebagai suatu strategi trading. Hal ini merupakan salah satu dari sistem dasar trading online di luar sana, dan pada dasarnya sangat membutuhkan trend supaya bisa mendatangnya keuntungan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan dua moving average, yang satu sebagai moving average jangka pendek dan satu lagi sebagai moving average jangka panjang. Contohnya dalam grafik harga mata uang  CAD/JPY yang ditunjukkan di bawah ini, saya memiliki EMA 50 hari yang digambarkan dalam garis merah, dan EMA 200 hari yang digambarkan dengan garis hitam. Usulannya jika moving averagenya lebih pendek, pada kasus ini EMA 50 hari, melintas di atas EMA 200 hari, maka anda harus mecari bagaimana cara trade jangka panjang. Sebaliknya, jika EMA 50 hari melintas di bawah EMA 200 hari, maka anda harus mencari bagaimana cara trade jangka pendek. Beberapa trader menggunakannya sebagai sebuah sistem mekanik untuk memudahkan trade tanpa filter kapanpun crossover terjadi. Masalah terbesarnya tentu saja jika anda membutuhkan trend yang kuat agar bisa berfungsi, dan pada sekitaran pasar anda akan mendapatkan banyak trading palsu, yang menyebabkan kerugian kecil lagi yang berulang, tapi pada akhirnya anda mendapatkan trend yang kuat dan anda mampu mengahsilkan keuntungan yang lebih besar lagi. Tentunya membutuhkan jenis psikologi baru yang mampu melakukan trade pada sistem tersebut selama jangka panjang.

 

Pendapat Akhir

EMA merupakan salah satu dari kebanyakan dasar dan umum indikator teknik yang anda bisa gunakan. Namun, bukan berarti “silver bullet” untuk keuntungan. Hanya sebuah alat seperti indikator lainnya, dan anda harus ragu pada orang yang memberitahu anda bahwa “ini moving average yang digunakan sama bank”, karena tidak ada formula yang ajaib. Moving average dapat memberikan anda sebuah ide sebagaimana arah trend yang bergerak, dan juga dapat memberikan anda ide yang mana beberapa trader lain bisa lirik untuk membeli atau menjualnya, tapi anda perlu memakai gerakan harga untuk membuat keputusan trading anda, karena seluruh indikator merupakan gambaran besar sekunder. Anda menggunakannya untuk mengonfirmasi gerakan harga bukan untuk menggantikannya. Contohn grafik harga yang ditunjukkan di bawah ini merupakan breakout yang telah dikonfirmasi oleh EMA 20.

Baca juga: Bagaimana melakukan Short Forex: Penjelasan Mata Uang Short Selling

 

FAQ Moving average Eksponensial

Bagaimana cara anda menggunakan EMA pada Forex?

Anda dapat menggunakan EMA dengan beberapa cara di pasar Forex. Cara yang paling umum yaitu dengan menggunakan beberapa moving average tersebut dengan menentukan trendnya, tapi hal ini perlu juga dicatat bahwa tidak ada “moving average yang sempurna”, walaupun beberapa juga akan mencoba untuk mengatakan sebaliknya. Juga ada beberapa moving average sistem crossover, dan tentunya support dan resistance yang dinamis.

Apa makna EMA di Forex?

EMA singkatan untuk Exponential Moving Average, yang mana berbeda dari moving average pada umumnya, sebagaimana faktornya dalam gerak harga terbaru dengan sedikit lebih berat dalam rumusnya, membuatnya lebih responsif terhadap perubahan harga, sehingga menangkap pergeseran trend lebih cepat daripada rata-rata yang sederhana.

Moving average terbaik apa yang digunakan dalam Forex?

Sayangnya, tidak ada moving average “terbaik” yang digunakan dalam trading Forex. Namun, perlu dicatat jika ada beberapa moving average yang sering digunakan, seperti 9, 20, 50, 100, dan 200 moving average (EMA). Ada bermacam sistem di luar sana yang mungkin menggunakan moving average lebih “eksotik”, tapi pada akhirnya semua cenderung menghasilkan hasil yang sama.

Apa itu EMA 50?

EMA 50 merupakan ratra-rata pergerakan sederhana dari 50 periode terakhir. Susunan waktunya bukanlah hal yang penting, haya moving average dari haga 50 sinyal terakhir, umumnya berdasarka harga penutup. Hal ini telah diwakili oleh garis yang berlekuk-lekuk pada grafik yang bisa anda gunakan untuk mencari tahu harga rata-rata atas 50 sinyal sebelumnya. Hal ini terus meningkat pada trend yang terkini, dan turun dalam trend yang mulai redup.

 

Sumber: dailyforex.com