Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara Membaca Analisis Fundamental dalam Forex

Cara Membaca Analisis Fundamental dalam Forex

Meskipun sebagian besar trader Forex menggunakan analisis teknis untuk melakukan trading, trader yang lebih berpengalaman dan sukses cenderung meningkatkan tingkat keberhasilan mereka dengan menggunakan analisis fundamental dalam trading. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang analisis fundamental dalam artikel ini dan mempelajari cara melakukan dan menerapkannya untuk trading yang lebih menguntungkan.

 

Pengantar Analisis Fundamental

Dalam hal memprediksi pergerakan harga dan mengidentifikasi peluang trading Forex, ada dua pendekatan utama. Salah satunya adalah analisis teknis yang berupaya untuk memprediksi arah harga berdasakan data dan statistik harga historis.

Pendekatan utama lainnya adalah melakukan analisis fundamental yang, seperti namanya, didasarkan pada pertimbangan fundamental ekonomi dari aset, sektor, atau ekonomi tertentu untuk menentukan apakah saat ini diperdagangkan lebih tinggi atau lebih rendah dari “fair price” (harga wajar), dengan asusmsi bahwa pada akhirnya harga akan merefleksikan informasi ini. Dengan kata lain, tujuan utamanya adalah menetapkan, berdasarkan data yang tersedia secara publik, apakah aset tersebut dinilai terlalu rendah, dinilai terlalu tinggi, atau diberi harga “dengan benar”.

Cara lain memandang hal tersebut melibatkan pemahaman bahwa pasar Forex didorong oleh supply dan demand, dan bahwa pendekatan fundamental bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi supply dan demand untuk tujuan mendapatkan profit.

Fundamental trading adalah metode yang sangat populer, meskipun sering dikaitkan dengan strategi buy-and-hold daripada short-term trading. Beberapa dari investor-investor hebat, seperti Warren Buffet dan Benjamin Graham, sering kali membuat keputusan investasi mereka berdasarkan fundamental.

Trader saham biasanya mendasarkan penilaian fundamental mereka pada financial statement (laporan keuangan) dari perusahaan yang mereka nilai. Ini memungkinkan mereka untuk menentukan apakah tepat untuk sell atau buy saham tertentu.

Juga memungkinkan untuk memakai pendekatan ini ketika melakukan analisis pasar mata uang. Sama seperti financial statement dari perusahaan tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan apakah sahamnya diperdagangkan lebih tinggi atau lebih rendah dari “harga wajar”, indeks-indeks ekonomi (yang membantu mengukur kinerja ekonomi suatu negara) dapat membantu menentukan apakah suatu mata uang terlalu mahal atau tidak, atau memprediksi arah mana yang dapat pasar ambil setelah publikasinya atau bahkan dalam jangka panjang.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan sebelum mengeksplorasi pendekatan ini. Pertama, beberapa indeks ekonomi yang relevan memiliki dampak yang lebih besar pada kinerja suatu mata uang daripada yang lain, ini menyiratkan bahwa publikasi indeks atau angka tertentu lebih cenderung memiliki pengaruh yang lebih besar di pasar daripada publikasi informasi atau peristiwa relevan yang lainnya. Selain itu, pasar sering bergerak berdasarkan ekspektasi untuk masa depan, sehingga kriteria dan antisipasi para ahli dan analis mengenai suatu angka atau peristiwa ekonomi dapat menjadi relevan sebelum dan sesudah informasi dirilis atau peristiwa tersebut terjadi.

Oleh karena itu, seorang trader yang tertarik mengadopsi pendekatan ini bukan hanya harus memerhatikan angka dan peristiwa itu sendiri, tetapi juga perkiraan analis, karena ekspektasi dapat memengaruhi reaksi pasar secara signifikan.

Baca juga: Apa Saja Indikator dalam Analisis Teknis?

 

Studi Kasus Fundamental: Dolar AS

Mari kita ambil dolar AS sebagai contoh. Dolar AS adalah mata uang resmi Amerika Serikat, yang menyiratkan bahwa kinerjanya seharusnya terkait secara intrinsik dengan keadaan ekonomi AS dan ekspektasinya. Dan tidak hanya itu, perilaku harga (price behavior) dolar juga sangat rentan terhadap peristiwa yang tidak selalu terkait dengan Amerika Serikat itu sendiri: peristiwa atau data apapun yang relevan dengan mata uang lain dapat mendorong trader menuju dolar AS, menjadi kompetitor utama dari beberapa mata uang yang terpenting (seperti Euro atau Yen) dan aset safe haven yang terkenal.

Dalam hal angka dan indeks yang relevan, ada beberapa yang diterbitkan secara teratur oleh pemerintah Amerika Serikat maupun organisasi swasta. Contohnya adalah Consumer Price Index (lebih dikenal sebagai CPI atau tingkat inflasi) yang diterbitkan oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS dan digunakan untuk memperkirakan apakah negara tersebut sedang mengalami periode inflasi atau deflasi.

Terlepas dari segala opini pribadi yang mungkin dimiliki trader individu dalam hal menginterpretasi apa arti angka ini bagi perekonomian Amerika Serikat, CPI yang menurun biasanya dianggap sebagai sinyal positif oleh pasar, dan sebaliknya.

Ekspektasi pasar terhadap CPI sendiri seringkali mempengaruhi kinerja mata uang. Karena itu, biasanya diketahui bahwa publikasi angka apa pun telah diperkirakan oleh pasar.

Inilah sebabnya mengapa terkadang pasar tampaknya tidak bereaksi seperti yang diharapkan tepat setelah peristiwa atau pengumumang penting, karena terkadang peristiwa itu sendiri cukup bisa diprediksi dan sudah diasimilasi oleh trader. Selain itu, terkadang prediksi menjadi tidak akurat, yang dapat menyebabkan reaksi yang tidak terduga di pasar.

Misalnya, jika Federal Reverse mengumumkan penurunan suku bunga yang tak terduga, ini kemungkinan akan mendorong investor untuk menjual aset dalam denominasi dolar mereka, yang dapat memberi tekanan ke bawah yang signifikan pada dolar tepat setelah pengumuman tersebut. Jika tidak, mereka sudah akan mempertimbangkan hal ini, yang tidak akan menyebabkan reaksi dramatis.

Sama seperti Consumer Price Index dan suku bunga yang dapat menjadi bagian penting dari informasi untuk trader yang berpengalaman, ada beberapa indikator  dan peristiwa ekonomi lainnya yang bisa jadi relevan untuk kinerja mata uang tertentu. Angka Non-Farm payrol, di antara indikator ekonomi lainnya, muncul dalam kasus dolar AS.

Beberapa di antaranya cenderung menandakan keadaan ekonomi yang sebenarnya, seperti kasus angka pengangguran dan angka Gross Domestic Product (Produk Domestik Bruto).  Sementara yang lain mungkin hanya meningkatkan atau menghalangi ekspektasi masa depan, pengumuman suku bunga misalnya, serta pengumuman atau pernyataan yang dibuat oleh pejabat pemerintah atau bank sentral.

Ini juga berlaku untuk mata uang lainnya. Peningkatan Consumer Price Index zona euro cenderung memiliki pengaruh negatif pada kinerja Euro, sementara penilaian positif terhadap ekonomi zona euro oleh presiden Bank Sentral Eropa mungkin dapat meningkatkanya.

 

Kalender Ekonomi Forex

Mempertimbangkan bahwa biasanya sangat sulit untuk melacak semua informasi relevan yang berkaitan dengan mata uang tertentu saat terlibat dalam trading mata uang, muncul kebutuhan untuk cara yang efisien untuk melakukan hal tersebut. Meskipun informasi ini dapat diakses dengan mudah dari banyak outlet berita, mungkin lebih nyaman untuk memiliki akses ke pembaruan otomatis. Banyak broker Forex dan situs berita menyediakan akses ke salah satunya.

Kalendar ekonomi tipikal tidak hanya menyediakan informasi kunci real-time yang terkait dengan mata uang yang paling populer, tetapi juga memberikan informasi kepada trader tentang peristiwa relevan yang akan datang yang dapat mempengaruhi pasar, ekspektasi analis, angka sebelumnya dan bahkan kemungkinan tingkat dampak informasi yang dilaporkan.

Sebagian besar kalender Ekonomi dapat disesuaikan agar hanya menampilkan informasi yang trader anggap relevan. Misalnya, jika seorang trader tertarik untuk trading pasangan EUR/JPY, ia dapat memfilter kalenderr sehingga hanya informasi yang relevan mengenai Euro dan Yen Jepang yang muncul.

Dengan menggunakan data yang disediakan oleh kalender ekonomi, seorang investor dapat menentukan apakah mata uang tertentu memiliki fundamental yang kuat atau lemah, yang akan membantunya untuk memutuskan apakah ia harus buy, sell, atau hold.

Metode alternatif atau yang berdekatan untuk menggunakan kalender ekonomi dan mengandalkan penilaian fundamental Anda sendiri adalah mendasarkan strategi Anda pada persepsi pihak ketiga. Beberapa situs berita, platform trading dan broker menyediakan penilaian fundamental mereka sendiri untuk klien mereka, sehingga mempelajari cara membaca analisis fundamental dalam forex dan mengandalkan wawasan mereka bisa menjadi opsi yang layak.

 

Membuat dan Menerapkan Analisis Fundamental

Buat daftar semua mata uang yang ditawarkan broker Forex Anda untuk trading. Carilah data terbaru mata uang tersebut yang dapat mempengaruhi perilaku mereka di kalender ekonomi. Produk Domestik Bruto dan Suku Bunga adalah contoh data yang umum digunakan untuk melakukan analisis fundamental.

Penting untuk mempertimbangkan angka-angka aktual serta perkiraan konsensus pasar, yang juga tersedia di kalender ekonomi reguler mana pun. Data ini dapat digunakan untuk menganalisis dan membandingkan tren dan untuk memastikan apakah angka aktual tersebut sesuai dengan perkiraan ahli. Langkah terakhir ini penting karena dampak publikasi data ekonomi bergantung pada apakah informasi tersebut tidak diduga oleh pasar: jika angka tersebut masih sesuai dengan konsensus pasar, maka dampak publikasinya akan relatif lebih rendah karena mungkin pada saat itu informasi tersebut sudah diperkirakan oleh pasar.

Misalnya, jika Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan bahwa PDB AS meningkat pada kuartal terakhir, ini jelas merupakan sinyal bullish karena menandakan fundamental yang kuat. Namun, jika angka tersebut masih sesuai dengan perkiraan analis, ini kemungkinan besar bahwa data ini sudah diperkirakan di pasar, jadi saat dipublikasikan, dampak dari positif informasi ini terhadap kinerja dolar bisa lebih rendah jika datanya lebih tinggi dari yang diharapkan.

Penting untuk memperhatikan bahwa analisis tersebut bisa menjadi jauh lebih efektif jika data historis, yang juga tersedia di kalender ekonomi reguler, digunakan. Dalam hal ini, data historis dapat digunakan untuk mengetahui apakah kinerja ekonomi AS berada pada lintasan yang meningkat, yang merupakan tanda pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Lebih baik melengkapi analisis Anda dengan menggunakan informasi ekonomi relevan lainnya, seperti tingkat inflasi, atau PMI manufaktur. Misalnya, peningkatan PMI manufaktur akan mendukung kasus pertumbuhan ekonomi AS yang kuat, membantu posisi bullish, di sisi lain, angka negatif dapat melemahkan penilaian Anda, yang mungkin merupakan tanda untuk memikirkan kembali strategi Anda.

Dengan menggunakan pendekatan ini, Anda dapat mengklasifikasikan semua mata uang menjadi tiga kelompok utama:

  1. Mata uang dengan fundamental kuat: ini menyarankan Anda harus bullish pada mata uang ini.
  2. Mata uang dengan fundamental lemah: ini menyarankan Anda harus bearish pada mata uang ini.
  3. Mata uang yang merupakan campuran: ini menyarankan Anda untuk menghindari (atau setidaknya untuk saat ini) atau bersikap netral dalam trading mata uang ini.

 

Jika mata uang tertentu memiliki fundamental yang kuat, sedangkan salah satu pesaingnya tidak, pendekatan yang umum adalah menjual mata uang dengan fundamental lemah dibandingkan mata uang lain dengan fundamental bullish. Misalnya, jika analisis Anda menunjukkan bahwa Anda harus bullish pada Yen Jepand dan bearish pada Dolar Australia, maka Anda harus menjual AUD/JPY. Jika tidak, strategi terbaik adalah menjual pasangan tersebut.

 

Trading dengan Fundamental: Sebuah Peringatan

Fundamental trading bisa menjadi metode yang sangat ampuh untuk menghasilkan uang di pasar, khususnya jika digabungkan dengan strategi yang didasarkan pada analisis teknis.

Bagaimanapun, Anda harus menyadari bahwa pasar mungkin tidak bereaksi seperti yang Anda harapkan setelah rilis data ekonomi, bahkan jika artinya terlihat positif atau negatif. Seperti yang telah kami sebutkan, terkadang pasar sudah memperkirakan peristiwa tersebut, atau menentukan untuk menginterpretasi data tersebut dengan cara lain. Mmisalnya, angka pengangguran yang terlalu positif dapat diartikan sebagai tanda kemungkinan stagnasi pasar kerja, atau data relevan lainnya yang tidak positif (misalnya, pendapatan rata-rata yang lebih rendah) dapat dirilis pada waktu yang sama dan menarik perhatian pasar.

Baca juga: Cara untuk Menggunakan Moving average Eksponensial dalam Trading Forex

 

FAQ

Bagaimana Anda melakukan analisis fundamental dalam Forex?

Metode terbaik untuk melakukan analisis fundamental dalam forex adalah dengan menyimpan kalender ekonomi dengan semua informasi masa lalu dan masa depan yang relevan tentang mata uang yang Anda perdagangkan. Perhatian khusus harus diberikan pada peristiwa yang tercantum sebagai berdampak tinggi.

 

Bagaimana Anda membaca analisis fundamental?

Pantau perubahan dari waktu ke waktu pada variabel ekonomi utama suatu negara, seperti PDB, inflasi (CPI), dan suku bunga. Bandingkan angka-angka terbaru di sini juga dengan perkiraan sebelumnya. Jika data menjadi lebih baik dan melebihi perkiraan, maka fundamental menyarankan mata uang harus semakin kuat.

 

Apa fundamental dalam Forex?

Analisis fundamental dalam forex berarti mengidentifikasi nilai fundamental dari suatu mata uang. Beberapa indikator ekonomi dapat digunakan untuk melakukannya, seperti indikator pasar kerja, Produk Domestik Bruto, dan lain-lain.

 

Apa itu analisis teknis dan fundamental dalam Forex?

Analisis teknis adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga mata uang tertentu berdasarkan tren statistik dan data historis.

Analisis fundamental mencoba melakukan hal yang sama, tetapi seperti namanya, analisis ini didasarkan pada fundamental mata uang.

 

Sumber: dailyforex.com