Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Cara Kerja Hedging dalam Forex

Cara Kerja Hedging dalam Forex

Sebagian besar trader forex tidak memahami cara kerja hedging dalam forex. Bagi banyak trader, hedging adalah “holy grail” yang diharapkan bisa menghasilkan banyak uang dalam waktu yang sangat singkat. Persepsi yang umum adalah strategi hedging yang cermat dapat beroperasi dengan sedikit atau tanpa risiko sementara pada saat yang sama mencapai keuntungan yang belum pernah terdengar. Tampak mencurigakan, bukan?

tampak mencurigakan? Itu mungkin terlalu ‘muluk’ untuk jadi kenyataan….

Banyak strategi ‘hedging‘ yang populer di luar sana yang secara keliru disebut sebagai strategi hedging. Sementara mereka dirancang untuk meminimalkan kemungkinan kehilangan uang dan untuk melindungi trader dari volatilitas pasar, strategi hedging atau lindung nilai ini sebenarnya melakukan pekerjaan yang baik untuk mengekspos modal trader pada kerugian besar. Dalam prosesnya, strategi ini melanggar batas-batas manajemen risiko yang tepat yang merupakan bagian integral dari strategi apa pun. Akibatnya, strategi hedging ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan hedging mata uang nyata.

Baca juga: Sinkronisasi Waktu dan Tempat untuk Trading Forex

 

Jadi Apa Itu Hedging Sebenarnya? (Terkait FX)

Hedging Forex oleh Perusahaan Internasional

Hedging forex biasanya dilakukan oleh perusahaan internasional besar yang perlu mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi nilai tukar. Ini dapat dicapai dengan menggunakan instrumen derivatif seperti mata uang berjangka dan opsi.

Hedging Forex oleh Trader Mata Uang

Tentu saja, trader forex ritel yang mencari untung dari spekulasi mata uang dapat melakukan hedging terhadap kepemilikan mata uang spot mereka dengan opsi mata uang tetapi ini mungkin dalam beberapa kasus tidak sebanding dengan premi opsi. Bagi sebagian besar trader forex, mungkin lebih mudah dan tidak rumit untuk hanya mengontrol risiko mereka dengan menggunakan stop loss order dan ukuran posisi konservatif.

Trader forex yang terlibat dalam strategi carry trade dapat menggunakan opsi mata uang untuk melindungi nilai carry trade mereka. Trader ini juga dapat menggunakan pasangan mata uang berkorelasi tinggi lainnya untuk melindungi nilai carry trade mereka. Misalnya, posisi long pada pasangan X menghasilkan tingkat bunga 3% sedangkan posisi short pada pasangan Y menghasilkan -1,2%. Jika X dan Y sangat berkorelasi, posisi long di X dapat secara efektif dilindungi nilai dengan posisi short di Y, sementara pada saat yang sama mendapatkan carry (bunga) positif di antara kedua perdagangan.

Forex dan Lindung Nilai Energi

Mata uang tertentu sangat berkorelasi dengan harga minyak. Contoh paling menonjol adalah dolar Kanada. Ketika harga minyak naik, dolar Kanada cenderung diuntungkan darinya. Oleh karena itu, kenaikan harga minyak seringkali menyebabkan penurunan nilai tukar USD/CAD. USD/CAD dan harga minyak cenderung berkorelasi terbalik.

Harga minyak dan dolar Kanada sering kali bergerak beriringan.

Namun, ada kalanya USD/CAD dan minyak berkorelasi pada tingkat tertentu atau tidak berkorelasi sama sekali. Ketika ini terjadi, trader dapat melakukan hedging exposure mereka terhadap USD/CAD dengan terlibat dalam perdagangan minyak spot (CFD) atau posisi dalam instrumen derivatif seperti futures (kontrak berjangka) dan opsi.

Misalnya, ketika USD/CAD dan minyak sama-sama bergerak lebih tinggi, trader dapat membuka long trade di kedua instrumen ini. Dalam hal ini, jika guncangan pasar yang tiba-tiba membuat harga minyak lebih rendah, USD/CAD kemungkinan besar akan bergerak lebih tinggi karena sensitivitas dolar Kanada terhadap harga minyak. Ini akan menghasilkan keuntungan dalam long trade USD/CAD yang akan menyerap kerugian pada long trade minyak.

Jika harga minyak tiba-tiba melonjak karena kendala supply, misalnya, long trade USD/CAD dapat mengalami kerugian sementara long trade minyak menghasilkan keuntungan.

Tentu saja, USD/CAD dan harga minyak dapat terus diperdagangkan lebih tinggi (untuk alasan apa pun), dalam hal ini kedua perdagangan akan menguntungkan.

Baca juga: 5 Cara Menemukan Broker Forex Scammy

 

Berhati-hatilah dengan Jenis ‘Hedging’ Ini

Strategi trading forex tertentu yang secara keliru disebut strategi hedging, berisiko dan sebaiknya dihindari. Alih-alih mengurangi exposure pasar dan bertindak sebagai jenis asuransi, strategi hedging yang salah ini membuat akun trader mengalami kerugian besar. Berikut adalah penjelasan singkat tentang bagaimana strategi bodoh ini bekerja secara umum.

Apa yang disebut hedging oleh banyak trader, sebenarnya adalah salah satu jenis sistem trading martingale yang biasanya dipadukan dengan pendekatan grid trading. Meskipun ada variasi yang berbeda dari strategi ‘hedging’ ini, semuanya berpotensi untuk membuat akun trader forex menjauh. Dalam kondisi pasar tertentu, strategi trading ini dapat menghasilkan hasil yang luar biasa tetapi penggunaan ukuran lot yang tidak konsisten menimbulkan bahaya besar bagi akun trading. Ketika jenis kondisi pasar yang salah pada akhirnya datang, strategi ‘hedging’ forex ini dapat dengan mudah merusak akun trading forex.

Strategi ‘hedging’ yang seperti Martingale cukup berbahaya!

Bertentangan dengan ini, strategi hedging yang tepat membatasi exposure trader terhadap risiko yang diambil di forex dan pasar lain dan bertindak sebagai jaminan terhadap potensi kerugian.

 

Sumber: fxleaders.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda