Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Beda Trader, Beda cara Pandangnya terhadap Grafik Forex yang Sama

Beda Trader, Beda cara Pandangnya terhadap Grafik Forex yang Sama

 

Jika anda telah mengeluarkan waktu anda untuk melakukan trading Forex atau membaca berbagai analisis secara online, anda dapat menemui perbedaan para trader dalam melihat persamaan grafik Forex yang berbeda. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Ada banyak sekali alasan mengapa para trader yang berbeda-beda dapat melihat hal-hal dengan cara yang berbeda pula, dan dalam artikel ini saya akan mengamati beberapa kasus yang sering terjadi pada peristiwa berikut.

 

Prasangka

Salah satu masalah terbesar yang selalu dimiliki para trader jika mereka memasuki area pasar adalah prasangka. Contohnya, anda mungkin mempercayai bahwa euro tidak akan bertahan selama 20 tahun. Jika anda mempercayai hal ini, mungkin anda akan melakukan penawaran pada sepasang EUR/USD dengan prasangka negatif pada kebanyakan situasi. Sayangnya, banyak sekali pasar yang tidak memedulikan perkiraan anda tersebut dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, karena pasar lebih fokus pada apa yang sedang terjadi saat ini. Bagaimanapun, jika akhirnya anda memiliki prasangka negatif, hal tersebut akan menentukan keputusan trading anda nantinya, kecuali jika anda bersedia untuk melepaskannya. Tapi kebanyakan orang tidak melepaskannya, dan hal ini dapat memicu masalah. Contohnya, walaupun euro melemah hingga ke angka nol, maka akan ada beberapa penolakan nantinya, bahkan bisa berminggu-minggu.

Pernah sekali saya memiliki seorang teman yang sangat berprasangka negatif pada USD/JPY, menjelang krisis keuangan pada satu dekade lalu. Walaupun akhirnya ia benar, ia tetap mencoba untuk mulai menghabiskan sepasang USD/JPY pada akhir 2004. Saya tidak bisa menghitung berapa banyak akun forex yang ia buat marah, karena ia mengira jika the carry traders salah. Mereka mencoba untuk mendapakan upah dari suku bunga tiap harinya, dan begitulah mereka melakukan trade selama beberapa tahun. Walaupun pada dasarnya ia benar, tetapi ia telah menahan banyak sekali kesusahan selama beberapa tahun karena prasangkanya.

Baca juga: Cara Menjadi Trader Forex & Membangun Pola Pikir FX

 

Susunan Waktu

Hal lain yang sangat dapat mempengaruhi bagaimana perbedaan para trader dalam melihat persamaan grafik forex yang berbeda adalah kemungkinan mereka bekerja dalam susunan waktu yang berbeda. Contohnya, seorang scalper tidak menghawatirkan dimana trading dolar Australia terhadap dolar Amerika untuk beberapa waktu kedepan. Bagaimanapun, seorang swing trader akan lebih tertarik di minggu-minggu yang mendukung. Seorang swing trader mungkin paham jika 100 pips dapat menghentikan kerugian dalam berbagai skema besar dan hal tersebut tidak berarti penting, tetapi hal tersebut juga memiliki titik fokus yang berbeda dan tentunya memiliki perbedaan paling besar pada ukuran posisinya dari seseorang yang memperdagangkan grafik selama satu menit. Ada sekitar 12 pips untuk menghentikan kerugian. Jelas sekali ukuran posisi mereka barangkali dapat lebih besar.

Ketika saya mengerjakan analasis saya, umumnya saya akan mengamati grafik hariannya. Bagaimanapun ada beberapa analisis di luar sana yang juga mengamati grafik tiap jamnya. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang salah, hanya saja kami mengamati dua pasar dengan sudut pandang yang berbeda dari seberapa lama kami bertahan di dalamnya.

 

Analisis yang Buruk

Sayangnya, ada beberapa hal serupa dengan analisis yang buruk. Beberapa orang yang tidak mudah memahami teknik analisis, maka dari itu mereka tidak melihat hal yang sama seperti seseorang yang telah memiliki banyak pengalaman atau keterampilan. Tidak semua orang dapat menjadi seorang trader yang memiliki peluang untung secara alami, dan beberapa orang dapat terlihat mengerikan ketika ia melihat grafiknya. Seseorang yang tidak mengerti teknik analisis hanya akan terpaku pada tren, tetapi tidak melihat dukungan dan ketahanannya dengan jelas. Sayangnya, hal tersebut sama sekali tidak mengejutkan jika berbagai trader memiliki keterampilan yang berbeda-beda, dan hal ini dapat menyebabkan mereka salah paham dalam menelaah grafiknya.

 

Metodologi

Salah satu dari mentor saya berkata, “jika anda memiliki lima trader Elliott Wave dalam bidang yang sama, saya jamin anda akan mendapatkan lima perbedaan perhitungan Elliott Wave.” Sejujurnya, saya jarang sekali menggunakan Elliott Wave karena saya percaya hal tersebut dapat menjadi nyata. Ada sedikit subjektivitas dalam metode tersebut, dibandingkan saya yang cenderung lebih fokus pada ketahanan dukungan yang horizontal. Hal tersebut bukan berarti bahwa tidak ada trader Elliott Wave yang cakap di luar sana, hanya saja saya tidak melihat metodologi itu dengan cara pandang para profesional yang benar-benar terampil lihat.

Sebelumnya saya telah mencoba melakukan trade di Elliott Wave dan saya telah menemukan diri saya yang tengah mencari dukungan dan ketahanan untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika saya melakukannya, lalu mengapa saya terganggu dengan perhitungan gelombangnya? Di sisi lain, beberapa trader Elliott Wave sangatlah sukses, tetapi mereka juga telah berlatih dengan metodologi itu selama beberapa tahun.

Ingat, apapun sistem atau metodologi yang anda gunakan, hal tersebut tidak selalu 100% benar. Hal tersebut akan menjadi benar apabila anda membicarakannya dengan Elliott Wave, trading Fibonacci, atau sistem sederhana Moving Average Crossover. Mereka semua dapat menghasilkan uang, tetapi mereka akan memberikan sinyal yang berbeda pada waktu yang berbeda juga. Hal ini sebagian besar berakhir untuk mengetahui kapan sistem anda dapat digunakan dan kapan tidak digunakan.

 

Teknik vs Dasar

Hal lain yang akan dilihat perbedaan dari kesamaan grafiknya oleh para trader yaitu dengan fokus pada dasarnya ketika para trader lain hanya fokus pada teknik analisisnya saja. Contohnya, kecenderungan fokus saya hanya 95% dari upaya saya untuk aksi harga pada grafik, walaupun beberapa dari teman-teman saya yang berada dalam dunia forex akan memperhatikan dasarnya juga. Pada akhirnya titik dasar akan mempengaruhi aksi harga, tetapi bukan berarti mereka akan memiliki dampak pasa saat ini. Saya telah menemukannya selama bertahun-tahun bahwa kebanyakan titik dasarnya para trader merupakan investor yang berjangka panjang walaupun secara teknis para trader tersebut cenderung berfungsi sebagai janga pendek atau swing traders.

Baca juga: Membaca Suku Bunga dan Pengaruhnya terhadap Trading FX

 

Sejuta Alasan Lainnya

Sejujurnya, ada beberapa hari dimana saya tengah memasuki dan mengamati grafik hanya sekedar melihatnya dalam interpretasi yang sangat berbeda selama beberapa jam kedepan. Terkadang hanya karena kita fokus, kadang juga anda hanya merasa tidak baik-baik saja. Mungkin ada sebuah gangguan di ruangan anda, atau mungkin anda tengah mengalami emosional yang tinggi selama melakukan trade terakhir yang anda ambil dan terjadi kerugian nantinya, atau bahkan keuntungan yang akan anda dapatkan.

Di penghujung hari, hal tersebut bukanlah hal yang buruk jika berbagai trader menafsirkan grafik forex pada cara yang berbeda. Bagaimanapun, hal tersebutlah yang membangun pasar – anda membutuhkan seseorang untuk menjualnya saat anda tengah membelinya ataupun juga sebaliknya.

 

Sumber: dailyforex.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda