Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Bagaimana Cara Menggunakan Moving Average Selayaknya Seorang Profesional

Bagaimana Cara Menggunakan Moving Average Selayaknya Seorang Profesional

Banyak sekali trader yang menggunakan moving average sebagai indikator support dan resistance atau memperhatikan apakah penutupan candlestick berada di bawah atau di atas moving averagetertentu. Beberapa metode ini belum tentu menjadi cara terbaik untuk mengolah moving average nya. Sebenarnya dengan cara menggunakan indikator momentum yang merupakan moving average nya mereka akan jauh lebih menguntungkan, hal ini akan memperlihatkan kekuatan atau kekosongan trend yang mana berhubungan dengan pemicu entry lain. Inilah cara mereka digunakan oleh para ahli trading Forex pada umumnya.

 

Jenis Moving Average

Ada berbagai perbedaan jenis moving average dan tiap perbedaannya harus dipahami sebelum digunakan. Hampir tiap platform grafik telah menawarkan semua jenis moving average. Perhatikan terlebih dahulu jika moving average nya bisa diaplikasikan untuk harga penutupan, harga pembukaan, atau harga tinggi dan rendahnya dalam deret waktu. Mereka umumnya diaplikasikan pada harga penutupan, dan hal ini cukup logis karena harga penutupan sangatlah penting, selain itu harga pembukaan juga termasuk ke dalam harga penutupannya atau candle sebelumnya. Harga penutupan memiliki nilai yang besar daripada sampel karena harga penutupan seringkali berada pada level dimana harga telah diputuskan.

Amatilah tiap jenis moving average nya.

Simple Moving Average (SMA) merupakan moving average dari semua periode yang menjadi acuan.

Exponential Moving Average (EMA) telah dikalkulasikan dengan memberikan mutu yang lebih besar pada nilai terbarunya. Maknanya, EMA akan menunjukkan level yang lebih tinggi dari SMA yang mencakup periode pengulangan yang sama jika tadi harganya tetap kemudian mulai mengalami kenaikan.

Linear telah ditimbang oleh moving average, yang mana terkadang hal tersebut ditunjuk hanya sebagai penimbangan moving average (LWMA atau WMA), sama seperti EMA yang juga dikalkulasikan dengan memberikan mutu lebih pada nilai terbarunya, tetapi pembobotannya dilakukan dengan proposional pada semua rangkaian data sedangkan EMA hanya memberikan nilai yang lebih besar pada sampel terbarunya.

Ada beberapa jenis moving average lainnya. Anda tidak perlu merasa khawatir. Karena ketiganya dapat memberikan apapun yang anda butuhkan.

Baca juga: Cara untuk Menggunakan Moving average Eksponensial dalam Trading Forex

 

Moving Average yang Penting

Ada beberapa moving average tertentu yang diamati oleh sebagian besar trader. saya akan menguraikannya di sini, tetapi saya sarankan kepada anda untuk tidak terlalu memperhatikan dimana salah satu keterkaitannya dengan harga, seakan-akan hal itu sangatlah penting. Inilah moving average yang penting:

20 EMA

50 SMA

100 SMA

200 SMA

200 EMA

 

Menggunakan Moving Average Sebagai Indikator Momentum

Salah satu cara yang paling tepat untuk menggunakan moving average selayaknya yang dilakukan oleh para ahli adalah dengan menggunakan moving average sebagai indikator momentum, untuk menentukan apakah trendnya terprediksi dan seberapa kuat trend tersebut. Keunggulan terbaik yang digunakan trader retail adalah melakukan trade pada arah trend yang kuat, jika memang ada salah satunya.

Cara untuk melakukannya yaitu dengan mengamati sudut kemiringan moving average. Contohnya, pada kenaikan trend yang kuat, banyak sekali trader yang akan mengamati sudut 20 EMA. Hal ini akan menunjukkan trend yang ada jika memang sudutnya kuat dan tentunya konsisten. Sekarang, perhatikanlah grafik di bawah, 20 EMA menunjukkan sudut yang nampak kuat, lalu perhatikan kembali harganya yang sebagian besar tetap berada di bawah selama memutar pada grafik. Hal ini mengindikasikan trend yang menurun.

 

Moving Average Crosses Sebagai Indikator Momentum

Cara yang lebih piawai untuk melakukannya adalah dengan mengamati moving average nya, apakah lebih cepat di atas moving average yang lebih lambat serta menerapkannya pada beberapa kerangka waktu. Mungkin anda akan mendapatkan peluang untuk masuk ke arah trend saat anda memiliki kerangka waktu yang lebih tinggi yang menunjukkan kondisi trend yang lebih baik tetapi akan menarik kerangka waktu yang lebih rendah dan saa moving average nya menyilang lagi kea rah yang sama pada kerangka waktu yang lebih tinggi.

Kombinasi yang serinng saya gunakan untuk moving average adalah 3 EMA yang merupakan moving average cepatnya dan 10 EMA yang merupakan moving average lambatnya. Memang tidak ada yang spesial dari angka-angka ini –waspadalah untuk trader yang selalu menggembar-gemborkan periode 42 LWMA contohnya sebagai indikator yang menakjubkan- akan tetapi perbedaan di antara 3 EMA dan 10 EMA cenderung akan memberikan anda peringatan dini tentang arah yang berubah. Faktanya, saya perlu melihat indikator RSI periode 10 yang selaras dengan arahnya. Beberapa kerangka waktu seperti inilah yang membuat strategi moving average nya bisa meningkatkan keuntungan.

Pada grafik di bawah ini, dua MA pada kerangka waktu yang lebih tinggi inilah yang menunjukkan posisi 3 EMA yang berada di bawah 10 SMA. Pada grafik 5 menit ini, kondisinya berada dalam kerangka waktu yang lebih tinggi untuk sementara waktu, seperti yang ditunjukkan panah di bawah ini bahwa 3 EMA mundur dua kali sebelum berhasil memotong di bawah 10 SMA. Kedua persilangan ini dapat memberikan trade jangka pendek yang menguntungkan.

Baca juga: Trading Moving Average

 

Penyimpangan Moving Average

Hampir semua indikator trend yang berdasarkan pada beberapa jenis moving average tidak cukup dihargai secara luas. Contohnya, Bollinger Band yang dianggap hanya 20 EMA yang berada di tengah penyimpangan statistik berdasarkan kisaran harga lamanya.

Meraup seluruh pip yang memiliki probabilitas tinggi dan cepat dengan beberapa metode berikut ini merupakan cara paling piawai untuk menggunakan moving average. Anggaplah jika moving average jangka pendek contohnya 20 EMA menunjukkan sudut yang kuat dan harga yang biasanya bertahan di atasnya. Ada kemungkinan besar harga akan “kembali seperti semula” dengan cepat untuk naik di atasnya jika harga tiba-tiba turun jauh sekali sehingga berada di posisi bawah moving average tersebut.

Variasi lainnya adalah mencari candlestick yang tidak menyentuh moving average nya sama sekali, tetapi menunjukkan pergerakan kembali pada area moving average. Contohnya, pada gambar di atas ini, candlestick ke-8 dari bagian kanan berada di dalam doji dan tidak menyentuh moving average nya sama sekali. Hal ini menunjukkan jika harga akan tetap turun setidaknya beberapa pip seperti yang sudah terjadi.

 

Sumber: dailyforex.com

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda