Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Bagaimana Anda Menghitung Modal Kerja?

Modal kerja merupakan gambaran kemampuan perusahaan dalam membayar liabilitas lancar dan aset lancar. Modal kerja adalah ukuran penting kondisi keuangan karena dengan hal tersebut kreditor bisa mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi utangnya dalam setahun.

Modal kerja menunjukkan perbedaan antara aset lancar dan liabilitas lancar suatu perusahaan. Kesulitannya adalah menetukan kategori yang tepat untuk aset dan liabilitas yang banyak dalam neraca perusahaan dan menguraikan kondisi perusahaan secara menyeluruh dalam memenuhi komitmen jangka pendeknya.

 

KUNCI PENTING

  • Modal kerja adalah jumlah modal yang tersedia yang dapat perusahaan gunakan untuk operasional sehari-hari.
  • Modal kerja adalah ukuran likuiditas perusahaan, efisiensi operasional, dan kondisi keuangan jangka pendeknya.
  • Untuk menghitung modal kerja, bandingkan aset lancar dengan liabilitas lancar, misalnya dengan menggunakan rasio lancar.

 

Isi dari Modal Kerja

Aset lancar

Hal Ini adalah yang dimiliki perusahaan saat ini—baik yang berwujud dan tidak berwujud—yang dengan mudah bisa menjadi uang tunai dalam setahun atau menjadi siklus bisnis, salah satunya lebih sedikit. Kategori yang lebih jelas termasuk giro dan tabungan; surat berharga yang sangat liquid seperti saham, kontrak, reksadana dan ETF; akun uang pasar, kas dan setara kas, piutang usaha, inventaris dan biaya prabayar jangka pendek lainnya. Contoh lain masuk ke dalam aset lancar dari beropreasi yang dihentikan dan utang bunga. Aset lancar tidak termasuk investasi jangka panjang atau tidak liquid seperti dana hedge funds tertentu, real estat, atau koleksi.

Liabilitas Lancar

Dengan cara yang sama, liabilitas mencakup semua utang dan biaya perusahaan yang harus dibayar dalam setahun atau satu siklus bisnis, yang kurang. Liabilitas lancar biasanya mencakup seluruh biaya normal untuk menjalankan bisnis seperti sewa, utilitas, bahan dan pasokan; pembayaran bunga atau utang; akun utang, liabilitas yang harus dibayar, pajak penghasilan yang harus dibayar.  Liabilitas lancar lainnya termasuk utang dividen, sewa guna usaha yang jatuh tempo dalam setahun , dan utang jangka panjang yang kini jatuh tempo.

 

Bagaimana Menghitung Modal Kerja?

Modal kerja dihitung dengan menggunakan rasio lancar (current ratio), aset lancar dibagi dengan liabilitas lancar. Rasio di atas satu berarti aset lancar melebihi liabilitas lancar dan umumnya, lebih tinggi rasio, lebih baik.

Rasio Lancar = Aset lancar ÷ liabilitas lancar

 

Contoh Modal Kerja: Coca-Cola

Untuk tahun fiscal yang berakhir pada 31 Desember 2017, perusahaan Coca-Cola (KO) telah memiliki aset lancar senilai $36,5 miliar. Aset lancar tersebut mencakup kas dan kas setara, investasi jangka pendek, surat-surat berharga, piutang dagang, inventaris, biaya prabayar, dan aset yang dimiliki untuk dijual.

Coca-Cola telah memiliki liabilitas lancar untuk tahun fiscal yang berakhir pada Desember 2017 senilai $27,19 miliar. Liabilitas lancar sudah mencakup utang usaha, biaya yang harus dibayar, pinjaman dan wesel bayar, utang jangka panjang jatuh tempo saat ini, pajak penghasilan yang harus dibayar, dan liabilitas lancar yang dimiliki untuk dijual.

Menurut informasi di atas, rasio lancar perusahaan adalah 1,34:

$36,54 miliar ÷ $27,19 miliar = 1,34

 

Apakah Modal Kerja Berubah?

Ketika dana modal kerja tidak berakhir, angka modal kerja bisa berubah seiring berjalannya waktu. Hal ini dikarenakan liabilitas lancar dan aset lancar perusahaan didasarkan pada giliran selama 12 bulan.

Perhitungan angka modal kerja dapat berubah setiap hari, tergantung dari utang perusahaan. Yang dulunya merupakan liabilitas jangka panjang, seperti pinjaman 10 tahun, menjadi liabilitas lancar dalam sembilan tahun ketika batas waktu pembayaran lagi kurang dari setahun. Demikian pula, yang dulunya merupakan aset lancar jangka panjang, seperti real estat atau perlengkapan, tiba-tiba menjadi aset lancar ketika pembeli berbaris.

Modal kerja sebagai aset lancar tidak bisa didepresiasi seperti halnya aset jangka Panjang. Modal kerja tertentu, seperti inventaris, piutang dagang, mungkin kehilangan nilai atau bahkan terkadang menyusut, akan tetapi bagaimana hal tersebut dicatat tidak mematuhi aturan depresiasi. Modal kerja sebagai aset lancar hanya bisa dikeluarkan langsung sebagai biaya satu kali untuk menyocokkan dengan pendapatan yang mereka bantu unruk penghasilan pada periode tersebut.

Meskipun hal tersebut tidak dapat kehilangan nilainya karena depresiasi dari waktu ke waktu, modal kerja dapat didevaluasi ketika beberapa aset harus menjadi marked to market. Hal itu terjadi ketika harga aset di bawah dari harga aslinya, dan yang lainnya tidak bisa diselamatkan. Dua contoh yang umum melibatkan inventaris dan piutang dagang.

Inventaris yang tidak dapat dijual bisa menjadi masalah nyata dalam beroperasi. Ketika hal ini terjadi, pasar untuk inventaris telah dihargai lebih rendah daripada pembelian awal inventaris yang dicatat dalam buku akuntansi. Untuk menggambarkan kondisi pasar lancar dan menggunakan metode lower of cost and market, perusahaan menandai turunnya inventaris, yang mengakibatkan hilangnya nilai modal kerja.

Beberapa piutang mungkin tidak tertagih karena beberapa hal dan harus disusutkan secara keseluruhan, yang menghilangkan nilai dalam modal kerja. Karena kerugian dalam aset lancar mengurangi modal kerja di bawah level yang diinginkan, kerugian ini mungkin membutuhkan dana jangka panjang atau aset untuk menambah kekurangan aset lancar, cara yang berharga untuk membiayai modal kerja tambahan.

 

Modal Kerja Berarti

Bisnis yang sehat akan memiliki kapasitas yang cukup untuk melunasi liabilitas lancar dengan aset lancar. Semakin tinggi rasio di atas 1 berarti aset perusahaan dapat dikonversikan pada tingkat yang lebih cepat menjadi uang tunai. Semakin tinggi rasio, semakin memungkinkan sebuah perusahaan melunasi liabilitas jangka pendek dan utangnya.

Rasio yang lebih tinggi juga berarti bahwa perusahaan dapat mendanai operasional sehari-hari dengan mudah. Semakin banyak modal kerja yang dimiliki sebuah perusahaan berarti bahwa perusahaan mungkin tidak perlu berutang untuk mendanai perkembangan bisnisnya.

Perusahaan dengan rasio kurang dari 1 dianggap berisiko oleh investor dan kreditor karena hal itu menunjukkan bahwa perusahaan mungkin tidak dapat menutupi utangnya jika dibutuhkan. Rasio lancar kurang dari 1 dikenal sebagai modal kerja negatif.

Dapat kita lihat pada grafik di bawah ini bahwa modal kerja Coca-Cola, seperti yang ditunjukkan oleh rasio lancar, telah meningkat secara stabil beberapa tahun terakhir.

 

Rasio yang lebih ketat adalah quick ratio, yang mengukur perbandingan likuiditas jangka pendek dibandingan dengan liabilitas lancar. Perbedaan antara quick ratio dan current ratio adalah pada pembilang, di mana pada bagian aset mencakup uang tunai, surat-surat berharga, dan piutang dagang. Quick ratio diluar inventaris, yang bisa lebih sulit untuk diubah menjadi uang tunai dalam jangka pendek.

Nilai modal kerja harus dinilai secara berkala dari waktu ke waktu untuk menjamin agar tidak terjadi devaluasi, karena operasional berkelanjutan membutuhkan modal kerja yang cukup.

 

Sumber: https://www.investopedia.com/ask/answers/071114/how-do-you-calculate-working-capital.asp

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda