Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


3 Indikator Terbaik untuk Melakukan Day Trading

3 Indikator Terbaik untuk Melakukan Day Trading

Day trading memang sangat menantang, tetapi juga menjadi sangat berguna. Pada artikel ini, saya akan menunjukkan 3 indikator terbaik yang menurut saya paling tepat digunakan anda semua para day trader untuk mendapatkan banyak keuntungan. Jika anda sudah siap membuka akun untuk memulai day trading, maka lihatlah daftar broker Forex/CFD terbaik kami untuk para scalper atau day trader di luar sana.

Sebelum itu, mungkin ada satu hal yang harus saya tunjukkan kepada anda bahwa ada beberapa bias personal untuk mencari indikator Forex “terbaik”. Cara melakukannya melalui sisi pengalaman yang mana melebihi apapun, dan perlu diingat bahwa trading merupakan hal yang sifatnya sangat personal, terlepas dari persoalan personal, saya sudah lebih dari bersedia untuk membagikan apa yang telah saya temukan yaitu tiga indikator Forex terbaik untuk melakukan day trading.

 

Indikator Repainting vs. Non-Repainting

Anda perlu mengerti konsep-konsep yang menyertai indikatornya untuk memahami artikel ini. Saat seseorang lebih mengacu pada suatu indikator semacam “repainting” atau “non-repainting”, maknanya adalah apakah kalkulasinya berubah atau tidak seiring waktu. Hal ini umumnya menyertakan kalkulasi yang berpacu ke sebelumnya dan mengalkulasikan beberapa jenis rata-rata atau osilasi yang berguna untuk merancang tempat yang mana memiliki potensi berkembang atau tidak untuk pasar. Indikator tersebut jelas sekali berubah seiring waktu dan hal inilah yang menjadi masalah terbesar dalam indikator repainting. Contohnya, jika anda menggunakan suatu indikator yang dapat menyelidiki dua puluh candle terakhir, maka seiring berjalannya waktu, candlestick baru yang masuk ke dalam pasar dapat memengaruhi indikator tersebut. Tentunya hal ini tidak selalu berpacu pada poin-poin utama dalam sejarahnya, dan juga tidak menduga-duga kemungkinan perilaku yang ada di pasar.

Faktanya, yang merupakan salah satu masalah terbesar dari indikator repainting yaitu mereka yang selalu melakukan pengujian ulang pada awalnya. Mesikupun begitu, indikator juga akan terlihat lebih baik seiring waktu karena indikator tersebut dapat memeriksa dirinya agar sejalan dengan pasar. Dan bukan berarti indikator akan memberikan semua informasi yang anda butuhkan saat situasinya sedang memanas. Sama seperti indikator lainnya, anda tidak boleh melakukan trade dengan hanya melihat satu sinyal dari satu indikator khusus. Hal ini hanya aksi harga yang telah terkonfirmasi yang anda ingin dapatkan.

Baca juga: Apa Saja Indikator dalam Analisis Teknis?

 

EMA Klasik

Saya tahu EMA memang terdengar agak ketinggalan jaman, tetapi indikator dengan rata-rata pergerakan sederhana yang mana merupakan salah satu indikator paling efektif. Meskipun begitu, EMA (exponential moving average) telah diikuti banyak sekali trader sehingga sudah dipercayai oleh para penggunanya karena pada faktanya akan ada banyak orang yang melihatnya. Hal ini bergerak agak melebihi batasnya karena memberikan anda sebuah gagasan tentang trend yang dapat berhasil dalam rangka waktu trade.

Contohnya, anda bisa menggunakan rata-rata EMA untuk menentukan trend jangka panjangnya, tetapi anda juga bisa menunggu sampai EMA jangka pendek yang anda sukai dapat sejalan dengan trend yang lebih luas. Contoh, anda dapat menggunakan EMA 200-day untuk menentukan trend jangka panjang dan menunggu EMA 9 untuk membantu anda saat grafik jangka pendek tengah memberi sinyal trading kepada anda, sebagaimana yang ditunjukkan di bawah ini. Lihatlah bagaimana EMA 9 turun dengan sangat cepat, memulai sebuah trend yang lebih luas lagi di sisa hari itu dengan grafik lima-menitnya. Hal ini juga terjadi tepat saat trend sedang turun di grafik harian, yang mana dapat membuat anda terus berada pada arah yang sama seperti “big money”, dan mungkin “momen besar” yang lebih penting.

 

Kekuatan Relatif Indeks

RSI atau “Relative Strength Index” merupakan suatu indikator yang ukuran kekuatan relatifnya tepat. Indikator ini pada dasarnya membutuhkan momentum yang biasanya digunakan oleh para praktisi analisis teknis untuk mengukur perubahan harga akhir-akhir ini untuk sepasang mata uang agar dapat menentukan apakah harga pasar telah mencapai batas jenuh kenaikannya atau harga pasar telah mencapai batas jenuh penurunannya. Inilah isolator yang menunjukkan dirinya berada di bawah grafik, dengan bacaan antara 0 sampai 100. Telah hadir selama kurang lebih lima puluh tahun dan banyak juga pedagang yang menggunakannya dalam bagai rangka waktu.

Ide dasar dibalik indikator ini adalah kalau trend cenderung berlebihan di saat waktu-waktu ini, maka dari itu anda harus melihat sesekali pembalikan ketika semuanya sudah di luar kendali. Maka dari itu ada yang dikenal sebagai periode “melihat kembali”, yang biasanya terdiri dari empat belas candle. Anda tentu bisa saja merubahnya, tapi standarnya berada di nomor yang spesifik. RSI akan menghitung pendapatan presentase dari 14 candlesticks terakhir, untuk memperhitungkan jumlah rata-rata. Contohnya, mungkin sepasang mata uang telah tutup sepuluh dari empat belas hari terakhir dengan pendapatan rata-rata 1%. Empat hari yang masih tersisa memiliki kerugian rata-rata -0,5%. Kemudian indikator menghitung angka yang sesuai dan menanamnya dalam oscillator di bawah grafik. indikatornya akan naik sebagaimana angka penutupan yang positif melonjak bersama dengan ukurannya, dan akan turun sebagaimana angka dan ukuran dari kerugian candle naik. Melalui algoritma yang mulus, kemudian indikator menentukan apakah kita lebih banyak membeli atau menjual.

Ketika indikator lebih dari 70% maka rasa berada dalam bahaya yaitu lebih banyak membeli. Ketika indikator berada di bawah 30%, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa pasar berada dalam bahaya karena terlalu banyak menjual. Dalam hal ini para trader mulai mencari kesempatan dalam arah yang berlawanan atau dengan sederhananya memperhatikan untuk mengambil untung jika mereka sudah memakai trend tersebut. Hal ini tentu saja merupakan pengulangan indikator karena ia memindahkan perhitungannya bersama dengan 14 candle sebelumnya, yang artinya candle berikutnya akan mengakibatkan penurunan dari candle sebelumnya dan meliha kembali jumlah statistik jaraknya.

Coba lihatlah indikator di bawah dan perhatikan dimana kondisi lebih banyak membeli dan menjual.

 

Naik atau Turun Hari Sebelumnya

Walaupun tidak secara tegas berbicara tentang “indikator-indikator”, mengetahui bagaimana anda membandingkan kunci dari naik dan turun terhadap sesi trading sebelumnya membuat perbedaan yang besar dalam bagaimana hal tersbeut dapat bekerja dan menjadi bagian dari analisis teknis. Seorang day trader profesional cenderung fokus pada beberapa level yang penting seperti bagaimana naik atau turun di hari sebelumnya karena pada hari itu menyarankan jika momentum meningkat jika level tersebut terlampaui. Jika anda terpikirkan soal hal tersebut, kesederhanaan adalah ide cemerlang dalam menggunakan strategi ini. Jika ada level yang spesifik yang mana mengakibatkan resistance kemarin, tapi sekarang kita melakuakn trading di atas itu semua dan kemudian menujukkan jika momentum berlanjut menuju ke atas dan tentu saja kebalikannya.

Ingat, salah satu hal bagus tentang pasangan mata uang forex adalah mereka cenderung untuk melakukan trend dalam jangka waktu yang lama. Bagi saya, indikator forex terbaik untuk tidak mengulang kembali untuk day trading adalah sedikit “retasan” kecil yang sederhana. Bagaimanapun, hal tersebut menjaga anda untuk tetap fokus pada trend, khususnya jika hal ini cocok untuk trend mingguan yang lama. Hampir trend forex jangka panjang cenderung bertahan selama beberapa tahun, jadi selama tidak ada yang bisa digaransi 100%, trading dengan menggunakan trend tersebut dan tentu saja sebagaimana pasar untuk memecah sebuah pembatas support atau resistance yang mana merupaka n sebuah kombinasi yang kuat.

Lihatlah grafik di bawah. Anda akan mengetahui jika saya memiliki grafik harian yang ditandai sebelumnya. Sudah jelas indikator yang tidak diulang karena ketinggiannya tidak berubah terlepas dari apa yang terjadi selama sesi trading. Saat kami memecahkan ketinggian tersebut, semakin banyak trader ikut bergabung dalam hiruk pikuk karena mereka menyadari bahwa kami semakin tinggi.

Saya juga menunjukkan jika area 8,23 yang sudah pecah di atas grafik juga menawarkan support beberapa kali selama sesi jangka wakt lima menit. dengan begitu, kami juga memiliki area yang mana kami butuh untuk keluar dari trade jika trade tersebut bekerja berlawanan. Bagi anda yang mengkutinya, ini adalah pasangan dari EUR/TRY. Hal ini juga dikonfirmasi oleh trade harian yang tentunya lebih tinggi. Lihatlah gambar di bawah berikut.

Dengan mencampurkan jangka waktu yang berbeda dan berlangsung dengan semua trend, pada dasarnya anda hanya mencari pasar untuk mengonfirmasi jika hal tersebut siap untuk berlanjut lebih tinggi. Apakah hal ini bekerja 100% pada waktu itu? tentu saja tidak, tidak ada yang berhasil. Dengan menempatkan peluang yang menguntungkan anda, anda sedang menuju ke titik kesejahteraan, dan indikator yang simple ini adalah salah satu hal yang paling handal yang pernah saya temukan selama bertahun-tahun. Sebagaimana yang bisa anda lihat, hal ini bekerja di dua arah, dan khususnya memiliki kekuatan ketika dicocokan pada trend yang kuat.

Baca juga: Strategi Day Trading yang akan Berhasil

 

Simpulan

Dengan menjaga hal-hal sederhana anda bisa lebih fokus pada kesempatan dan apa yang lebih penting daripada mencari sinyal yang rumit, dan sambil menunggu untuk terlibat yang mana lebih dikenal dengan “lumpuh karena analisis”.

Cara terbaik adalah menggunakan indikator non-repaint karena anda akan belajar lebih banyak dan bertumbuh menjadi trader yang lebih baik sebagaimana anda sudah mengerti print indikator yang lebih baik jika mereka tidak repaint.

RSI adalah salah satu indikator yang penelitian sudah tunjukkan memiliki beberapa prediktabilitas ketika digunakan pada rangka waktu, karena hal tersebut mengindikasikan momentum.

Kunci dari naik dan turun adalah “garis di pasir” yang sangat baik yang menunjukka support dan resistance cenderung bertahan atau pecah dalam satu arah tertentu.

Jika anda belajar untuk menguasai peralatan sederhana ini, anda memiliki kesempatan bagus untuk menjadi day trader yang untung.

 

FAQ Indikator Forex untuk Day Trading

Apa indikator terbaik untuk day trading?

RSI, rata-rata pergerakannya eksponensial, dan harga tertinggi dan terendah sebelumnya adalah indikator terbaik yang digunakan untuk day trading.

Apa EMA terbaik untuk day trading?

Dengan menggunakan EMA yang cepat dan pendek bisa menjadi hal yang efektif dalam day trading. Biasanya, kombinasi periode 9 dan 50 EMA yang digunakan.

Apa grafik terbaik untuk day trading?

Grafik harga candlestick Jepang adalah yang terbaik untuk day trading.

 

Sumber: dailyforex.com