Mendeteksi Downtrend Dengan Tepat Dalam Analisa Forex

Analisa Forex

mendeteksi-downtrend-dengan-tepat-dalam-analisa-forex

Downtrend adalah pergerakan harga suatu aset ke arah bawah, yang bisa jadi tidak lancar terus tetapi disertai dengan koreksi atau pullback ke arah atas, tetapi harga kembali menurun setelah koreksi berakhir.

Kebanyakan trader forex pemula memilih melakukan satu jenis eksekusi saja, yakni buy. Anggapan umumnya adalah bahwa lebih mudah untuk profit ketika harga sedang naik. Padahal, salah satu keunggulan pasar forex terletak pada kemampuannya untuk memberikan profit juga saat downtrend. Upaya untuk profit saat harga menurun itu disebut juga “short-selling”.

Dalam analisa forex, kemampuan untuk mendeteksi downtrend sangat penting. Bukan hanya bisa membuka peluang profit baru bagi trader, melainkan juga bisa melindungi profit hasil buy Anda agar tidak terhantam downtrend. Di sini, kita akan memaparkan struktur harga sebuah downtrend dan bagaimana mentradingkannya.

Analisa Forex Pada Struktur Harga Sebuah Downtrend
Pergerakan harga dalam downtrend biasanya tidak mulus terus menurun, melainkan terbentuk dalam gelombang-gelombang. Ada dua jenis gelombang umum: impulse (dorongan) dan correction (koreksi). Jika harga jatuh dari $100 ke $90, lalu naik ke $90.30 dan turun lagi ke $80, maka setiap pergerakan itu akan membentuk gelombang. Gelombang impulse biasanya lebih besar, misalnya dari $100 ke $90, atau dari $90.30 ke $80, sedangkan gelombang koreksi lebih kecil, seperti dari $90 ke $90.30.

Intinya, downtren terbentuk ketika pergerakan secara keseluruhan terus menurun dengan gelombang koreksi kecil-kecil ke arah atas terjadi sesekali.

Cara lain untuk memandang downtrend adalah sebagai serangkaian level high dan level low yang terus menurun. Setiap gelombang impulse lebih rendah dari impulse sebelumnya. Sebuah downtrend muncul ketika ada dua rangkaian gelombang impulse tercipta, dan benar-benar resmi terbentuk saat ada tiga rangkaian impulse di atas chart.

Ketika rangkaian impulse mengarah ke bawah seperti ini, maka pilihlah untuk bertrading short-selling saat terjadi koreksi, atau dengan kata lain: Sell pair mata uang pilihan Anda ketika harga yang sedang downtrend itu tertarik ke atas sejenak. Ini akan memberikan peluang profit lebih besar dengan risiko lebih rendah, ketimbang Sell tepat setelah koreksi berakhir dan impulse downtrend berlanjut.

Perlu diperhatikan bahwa jika setiap gelombang impulse berukuran sama, maka harga bergerak ranging/sideways, bukan downtrend. Cara bertrading saat pasar sideways akan berbeda dengan cara bertrading saat pasar downtrend.

Cara Trading Di Pasar Downtrend
Downtrend bisa ditradingkan di timeframe berapapun. Namun, cara paling optimal adalah bertrading di timeframe rendah (di bawah satu jam), tetapi dengan menengok timeframe yang lebih besar ketika melakukan analisa forex. Tren pada timeframe yang lebih besar (H4, daily, atau weekly) biasanya lebih unggul ketimbang di timeframe rendah, sedangkan koreksi lebih sering terjadi pada timeframe di bawah satu jam. Dengan memanfaatkan dua chart yang berbeda timeframe, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk “menangkap” peluang yang tercipta saat koreksi terjadi.

Segera susun strategi untuk “menangkap” koreksi-koreksi kecil begitu downtrend resmi terbentuk. Dalam hal ini, ada beberapa tools analisa forex yang bisa Anda manfaatkan:
1. Fibonacci Retracement.
2. Pivot Points.
3. Stochastics.

Pasang target bertingkat untuk mengantisipasi kalau-kalau kelak harga berbalik menjadi Uptrend. Caranya bisa dengan menerapkan Trailing Stop maupun dengan menggeser Stop Loss secara manual. Titik Take Profit terdekat bisa diterapkan pada atau di bawah level Low sebelumnya.

Recent Post

Dolar Menguat Kembali Selepas Kerugian Pasca Kebijakan Fed

Dolar Menguat Kembali Selepas Kerugian Pasca Kebijakan Fed Dolar menguat kembali pada hari...

Review Forex Minggu ke 4 Desember

Review Forex Minggu ke 4 Desember Review Forex Minggu ke 4 Desember. Pekan lalu sangat negatif...

EUR/USD Turun dari Zona Resistensi

EUR/USD Turun dari Zona Resistensi Dolar memantul setelah menyentuh level terendah bulanan...

Sterling Berada di Jalur untuk Minggu Terbaik sejak Awal November

Sterling Berada di Jalur untuk Minggu Terbaik sejak Awal November Sterling Inggris berada di...

Pengaturan Forex Mingguan, 24 Desember 2018

Pengaturan Forex untuk Minggu 24 Desember 2018 Potensi Likuiditas Rendah di Seluruh Periode...

Broker News

Metode Scalping Forex Terbaik

Jika Anda ingin mulai melakukan scalping di Forex, Anda perlu berpikir ulang tentang keseluruhan...

Apa yang Dimaksud Dengan Scalping Dalam Perdagangan Forex?

Ketika orang berbicara tentang trading Forex secara online dalam jangka pendek, mereka hampir...

Bagaimana Cara Trader Mengelola Risiko Perdagangan Mereka?

Manajemen risiko Forex adalah titik esensial tempat bergantungnya profitabilitas transaksi....

Apa Strategi Terbaik untuk Trading Jangka Pendek?

Trading short-term atau jangka pendek dapat menjadi sangat menguntungkan, namun juga berisiko...

Bagaimana Agar Dapat Menguasai Analisis Teknikal?

Salah satu cara terbaik untuk membuat prakiraan pergerakan harga di masa mendatang pada pasar Forex...

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, cara bermain forex untuk pemula tanpa modal makin sering disebut-sebut sebagai...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...

Daftar Broker Forex Resmi Di Indonesia

Trading forex adalah salah satu cara investasi jangka pendek yang bisa dilakukan dengan mudah oleh...