Forex Indonesia, adalah situs yang membahas tentang Broker Forex Terbaik dan terpercaya dan direkomendasikan, dinilai dari perbandingan menyeluruh dari sisi pelayanan yang diberikan serta ulasan para penggunanya. Forex adalah sebuah produk investasi yang melakukan jual-beli valas /mata uang asing dengan memprediksi pergerakan harga valas. Transaksi dilakukan dengan memperhatikan berita dari berbagai Negara dan bagan indikator ekonomi, juga melakukan analisa teknis.


Apa Itu Moving Average?

Moving Average termasuk salah satu tools analisa forex dengan metode teknikal yang paling populer digunakan oleh trader di seluruh dunia.  Namun, tahukah Anda, apa itu Moving Average dan bagaimana cara menggunakannya? Asal tahu saja, meski kelihatannya simpel, ada beberapa trik dalam menggunakan Moving Average yang dapat mempengaruhi akurasi trading Anda.

Pengertian Moving Average

Moving Average adalah nama suatu indikator dalam analisa teknikal yang dibuat dengan menghitung rata-rata pergerakan harga sebelumnya. Indikator ini membantu “menghaluskan” pergerakan harga dengan menyisihkan kebisingan (“noise”) dari fluktuasi harga, sehingga dapat membantu trader untuk mengidentifikasi tren dan menemukan sinyal beli/jual.

Secara harfiah, Moving Average dapat diartikan sebagai “rata-rata bergulir”. Moving Average termasuk indikator “lagging”, karena diperoleh dari harga-harga yang telah terjadi di masa lalu. Ada bermacam-macam jenis Moving Average berdasarkan cara menghitungnya. Tapi ada dua jenis Moving Average yang paling umum digunakan, yaitu Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA).

SMA mengkalkulasikan rata-rata bergulir dari harga suatu pair mata uang secara sederhana. Contohnya, harga dari hari 1-10 adalah 20, 22, 24, 25, 23, 26, 28, 26, 29, 27. Maka SMA-10 atau 10-day SMA bisa dikalkulasikan dari hari keenam: (20+22+24+25+23+26)/6=118.33. Selanjutnya, SMA-10 di hari ketujuh: (22+24+25+23+26+28)/6=24.67
Dan seterusnya.

Di sisi lain, EMA mengkalkulasikan rata-rata dengan memberikan pembobotan lebih besar bagi harga yang lebih baru dalam satu periode waktu. Hasilnya, garis EMA seringkali lebih smooth daripada SMA. Oleh karena itu, EMA biasanya digunakan untuk menghitung Moving Average pada periode lebih pendek (di bawah 50 Day), sedangkan SMA dipakai untuk menghitung periode lebih panjang (50 Day, 100 Day, 200 Day, dst). Coba perhatikan perbedaan garis EMA 25 Day dan SMA 100 Day dalam grafik AUD/USD Daily di bawah ini.

apa-itu-moving-average

Harga yang dimasukkan dalam kalkulasi Moving Average biasanya adalah harga penutupan (Close) dalam suatu periode waktu, baik untuk SMA maupun EMA. Namun, sebenarnya ada juga opsi untuk menggunakan harga pembukaan (Open), terendah (Low), maupun tertinggi (High) dalam satu periode waktu. Pada contoh di atas, periode waktunya adalah harian, tetapi pilihan periode sebenarnya bisa disesuaikan dengan pilihan timeframe saat bertrading, sehingga hitungan menit atau jam pun bisa.

Fungsi Moving Average dalam Analisa Forex

Sebagaimana bisa dilihat pada gambar, penampilan Moving Average dalam satu timeframe menyerupai garis panjang. Garis tersebut memiliki beberapa fungsi dalam analisa forex:

1. Penanda Uptrend dan Downtrend

Fungsi ini terutama berlaku untuk Moving Average dalam periode panjang, seperti MA-100 atau MA-200. Aturannya:

  • Apabila harga bergerak di atas garis MA, berarti sedang terjadi uptrend.
  • Apabila harga bergerak di bawah garis MA, berarti sedang terjadi downtrend.

Seorang trader yang menganut strategi “trend-following” akan mencari peluang buy saat uptrend, dan peluang sell saat downtrend. Peluang trading menguntungkan itu bisa didapatkan dengan menggunakan indikator teknikal lain maupun dengan dengan menggunakan kombinasi beberapa garis Moving Average yang dibahas pada poin 3 di bawah.

2. Level Support dan Resistance Dinamis

Garis Moving Average menandai posisi di mana harga akan cenderung membuat keputusan penting untuk memantul (“bounce”) atau menembus (“breakout”) saat harga yang sedang uptrend/downtrend menyentuh garis MA. Garis Moving Average itu sendiri terus tumbuh seiring dengan pergerakan harga dari waktu ke waktu. Inilah sebabnya mengapa Moving Average dijuluki sebagai level support dan resistance dinamis.

3. Sinyal Beli/Jual

Kombinasi garis MA berjangka waktu pendek (Fast MA) dengan MA berjangka waktu lebih panjang (Slow MA) bisa dimanfaatkan dalam analisa forex untuk menemukan “crossover”, atau perlintasan dua garis MA. Apabila kombinasi periode waktu dan timeframe yang dipilih tepat, maka crossover bisa menjadi sinyal untuk buy ataupun sell. Aturannya:

  • Apabila Fast MA memotong Slow MA dari sisi bawah ke atas, maka itu merupakan sinyal beli.
  • Apabila Fast MA memotong Slow MA dari sisi atas ke bawah, maka itu merupakan sinyal jual.

Misalnya, ada yang menggunakan MA-21 dan MA-55 pada timeframe Daily. Ketika MA-21 melintasi MA-55 ke arah atas, maka itu merupakan sinyal buy. Sedangkan ketika MA-21 melintasi MA-55 ke arah bawah, maka itu menjadi sinyal sell.

Cara Memasang Moving Average Untuk Analisa Forex

Setelah melihat formula perhitungan Moving Average di atas, apakah Anda merasa bingung? Tak usah khawatir, karena analisa forex saat ini bisa dilakukan hanya dengan memasang indikator Moving Average di platform trading seperti Metatrader. Penggunaannya pun cukup dengan melihat grafik saja.

Di Metatrader4 (MT4), Moving Average dapat ditemukan pada menu Sisipkan – Indikator – Tren.  Untuk mengaplikasikannya dalam trading forex, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Bukalah grafik pasangan mata uang dan timeframe favorit.
  2. Pilih menu “Sisipkan” pada toolbar Metatrader, lalu pilih “Indikator”, lanjut ke opsi “Tren”, kemudian klik “Moving Average”. Sebuah jendela pop-up akan muncul di hadapan Anda. Dalam jendela itu, Anda perlu memilih periode waktu, jenis MA yang akan dipakai, serta tipe harga yang akan dikalkulasikan pada window yang muncul. Setelah semuanya diisi lengkap, klik “OK”. Garis MA akan langsung tampil pada bidang grafik. Untuk menambah garis MA baru, ikuti langkah-langkah dari awal lagi.
  3. Jangan lupa memilih warna garis Moving Average sesuai selera. Apabila ingin melakukan analisa forex dengan menggunakan lebih dari dua garis MA, maka disarankan memilih warna yang kontras.

Sebelum mengisi jendela parameter MA,  Anda harus mempertimbangkan kombinasi berapa garis MA yang akan dipakai. Beberapa kombinasi terkenal antara lain MA 50-Day, 100-Day, dan 200 Day untuk trading jangka panjang; serta MA 50-Day, 20-Day, 10-Day, dan 5-Day untuk trading jangka pendek. Anda dapat pula berlatih dan bereksperimen dengan beberapa kombinasi periode lain pada akun demo. Banyak trader yang berhasil membuat kombinasi ampuh-nya sendiri, meskipun gagal menggunakan kombinasi buatan orang lain.

Baca juga: Tutorial Trading Menggunakan Moving Average

Mau tau berita terbaru Forex Indonesia? Gratis!

Info Artikel dan promosi Terbaru, akan di email ke Anda