Cara Menafsirkan Pola Harga Pada Forex

Belajar Forex

Pola harga pada forex adalah gambaran pergerakan harga masa lampau yang bisa dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya. Jenis pola harga itu sendiri penafsirannya bisa digolongkan menjadi dua, yakni pola yang mensinyalkan pembalikan harga (reversal) dan pola penanda kelanjutan tren sebelumya (continuation). Sedangkan bentuk pola harga bisa berupa Triangle, Rectangle, Flag, Head and Shoulder, dan lain sebagainya.

Pola Harga Jenis Reversal
Golongan pola harga pada forex pertama ini berisikan pola Double Top & Bottom, pola Triple Top & Bottom, serta Head & Shoulders.

Double Top biasanya muncul di penghujung uptrend dan memberikan indikasi bearish. Sesuai namanya, pergerakan harga membentuk dua level tinggi di kisaran setara dan memantul pada posisi support sebelumnya. Sebaliknya, Double Bottom terbentuk di penghujung downtren, serta memberikan indikasi bullish. Formasi Double Top & Bottom akan nampak mirip seperti dua gunung dan dua lembah berjajar, meski ketinggiannya tak harus sama persis.

cara-menafsirkan-pola-harga-pada-forex1

Konfirmasi posisi apa yang akan kita buka, bisa dilakukan ketika harga sampai pada titik keenam dimana grafik menyentuh garis Base setelah serangkaian pergerakan yang membentuk formasi pola harga ini.

Triple Top & Bottom sangat mirip dengan Double Top & Bottom, hanya saja pola harga terdiri dari tiga gunung dan tiga lembah berjajar, bukannya dua. Selain itu, tingginya puncak gunung dan rendahnya lembah tak harus setara sama persis.

Jenis reversal ketiga disinyalkan oleh pola Head & Shoulders yang biasanya muncul saat harga sedang uptrend dan mensinyalkan perubahan tren jadi bearish. Bentuknya mirip kepala manusia dengan dua bahu di sampingnya, tetapi sering salah dipahami sebagai pola Triple Top & Bottom. Ciri khas pola Head & Shoulders adalah adanya garis leher (neckline). Konfirmasi harga benar-benar bullish jika pergerakan harga sudah mencapai titik 6, atau dengan kata lain menembus leher ke arah bawah. Kecenderungan penurunan harga biasanya sama jauhnya dengan jarak antara puncak kepala dengan garis leher (lihat gambar di bawah ini).

cara-menafsirkan-pola-harga-pada-forex2

Selain itu, terdapat pula pola Inverse Head & Shoulders yang biasanya muncul saat harga sedang downtrend dan mensinyalkan perubahan tren jadi bullish. Pada umumnya, pola harga menampilkan tiga gundukan kepala dan bahu terbalik. Jangan anggap remeh kedua jenis Head & Shoulder, karena cukup penting bagi kita.

Pola Harga Jenis Continuation
Bentuk pola harga yang masuk kategori Continuation adalah Triangle (segitiga), Rectangle (persegi), Wedges. Bentuknya mudah dikenali, seperti bisa Anda lihat di bawah ini.

cara-menafsirkan-pola-harga-pada-forex3

Pada contoh pola-pola Triangle itu, kelihatan bahwa harga seakan-akan hendak berbalik dengan perubahan harga makin tipis, tetapi pada akhirnya melanjutkan lagi tren pergerakan harga yang sebelumnya. Hal serupa bisa dilihat pada kemunculan pola harga Rectangle dan Wedge seperti di bawah ini:

cara-menafsirkan-pola-harga-pada-forex4

Dalam hal ini, kemunculan pola harga Triangle, Rectangle, maupun Wedges ketika kondisi pasar sideways, dapat ditafsirkan sebagai situasi buyer dan seller seimbang, sekaligus harga tengah persiapan atau ancang-ancang untuk “ngebut” lagi ke arah tren aslinya.

Kelihatan rumit? Tidak juga. Trader dapat membiasakan diri memantau pola-pola ini dengan mencoba mereka-reka pola harga yang telah terbentuk beberapa waktu lampau di berbagai timeframe. Walaupun, pembacaan pola harga biasanya paling efektif dijadikan patokan untuk Day Trading. Saat ini juga sudah ada tools-tools ekstra yang disediakan broker untuk mendeteksi pementukan pola-pola harga secara otomatis tanpa kita perlu mengamatinya sendiri, seperti tools Autochartist.