Strategi Trading Forex Agar Profit konsisten

“Strategi macam apa yang bisa menghasilkan profit konsisten atau bisa juga disebut teknik trading forex profit konsisten? Apakah harus menggunakan indikator fibonacci, menerapkan strategi Price Action, atau perlu beli indikator tambahan?”

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah contoh umum dari rasa penasaran trader awam yang belum mengetahui teknik trading forex profit konsisten terpenting agar bisa mendapatkan keuntungan sebesar – besarnya. Faktanya, keuntungan yang berkelanjutan tidak ditentukan oleh strategi A, B, C, dst. Apapun strategi trading forex yang diterapkan, semua trader masih berpotensi mengalami kerugian karena memang tidak ada yang bisa menebak arah pergerakan harga di masa depan.

Jadi apabila Anda ingin menghasilkan profit konsisten, pahamilah bahwa kunci utama bukan terletak pada apa strategi yang digunakan, tapi bagaimana cara Anda menentukan dan menggunakan teknik trading forex profit konsisten tersebut. Dalam hal ini, ada 2 tahap yang bisa dijalankan, di antaranya adalah:

cara trading forex profit dan konsisten

 

Menguji Strategi / Teknik Trading Forex Profit Konsisten Yang Akan Digunakan

Bagaimana cara Anda menentukan strategi pilihan? Apakah dengan mengikuti pengalaman trader lain yang berhasil profit dengan strategi tertentu? Atau mencoba strategi yang dikatakan memiliki tingkat profitabilitas tinggi?

Jika Anda masih mempraktekkan kedua cara di atas, maka segera ubah teknik dan cara pandang Anda. Pertama-tama, strategi trading forex terbaik adalah yang sesuai dengan pemahaman dan gaya trading Anda sendiri. Kedua, teknik trading forex terbaik sudah terbukti profitable setelah diuji di akun demo.

Jadi apabila Anda belum mengetahui karakteristik trading yang digunakan, coba kenali dulu bagaimana gaya Anda. Apakah cenderung agresif atau konservatif, lebih mengarah pada teknik trading forex scalping atau swing, dsb. Setelah itu, carilah strategi dan time frame yang sesuai dengan karakter trading Anda. Ingat bahwa strategi tersebut haruslah bisa Anda pahami dengan mudah, karena percuma saja Anda menerapkan strategi yang dikatakan bagus jika Anda tidak paham dengan ide dasarnya.

Setelah itu, lakukan uji coba terhadap strategi tersebut di akun demo. Jika dari hasil backtest dan forward test Anda mendapatkan profitabilitas yang bagus, maka gunakan strategi tersebut untuk trading live dengan volume yang kecil dulu. Apabila nantinya penggunaan teknik trading forex tersebut berhasil mendatangkan win rate yang bagus, maka Anda bisa perlahan-lahan memperbesar ukuran trading untuk mendapatkan target keuntungan yang lebih optimal.

Lantas bagaimana jika ternyata teknik trading yang dipilih tidak mendatangkan hasil yang memuaskan saat diuji di akun demo? Solusinya mudah saja. Lupakan strategi itu dan cari teknik lain yang lebih potensial untuk diuji. Selektif memilih strategi merupakan kunci penting dalam usaha memperoleh profit konsisten. Jangan memaksakan diri untuk menerapkan strategi tidak profitable hanya karena trader lainnya sukses menggunakan teknik tersebut. Bagaimanapun juga, karakter setiap trader berbeda-beda. Apa yang berhasil diterapkan trader lain belum tentu cocok Anda gunakan, begitu pula sebaliknya.

Menerapkan Manajemen Risiko

Apapun teknik trading forex Anda, selalu gunakan manajemen risiko. Bukan hanya ‘memagari’ akun trading dari kerugian tak terduga, manajemen risiko dapat memastikan perolehan profit konsisten. Teknik yang kita bicarakan di sini adalah pengelolaan manajemen risiko dengan rasio risk/reward.

Untuk memperjelas pemahaman Anda, perhatikan perbandingan berikut ini:

Trader A Trader B
Win rate 70% no risk 50% risk 1:2
Jumlah Trade 10 10
Menang Trade 7 5
Kalah Trade 3 5

Trader A menerapkan teknik trading forex profit konsisten dengan win rate 70% tanpa manajemen risiko apapun. Dalam 10 kali trade ia menang 7 kali dan kalah 3 kali. A hanya memperhatikan pergerakan harga dan mendasarkan keuputusan close posisi pada prediksinya. Setiap kali menang, ia hanya berhasil menghimpun profit antara 10-20 pips. Tapi jika kalah, A menanggung kerugian minimal 50 pips. Jika diperhitungkan menurut skenario terbaik, maka balance A kini berada di zona negatif, karena keuntungannya cuma bernilai 140 pips (7 x 20), sedangkan kerugiannya terakumulasi sejumlah 150 pips (3 x 50).

Di sisi lain, trader B menerapkan teknik trading forex dengan win rate 50% saja. Akan tetapi, ia menggunakan rasio risk/reward 1:2 di setiap transaksi trading. Dengan batas risiko sebesar 30 pips, maka B selalu menargetkan keuntungan 60 pips. Ketika ia mengevaluasi 10 posisi trading yang berakhir dengan 5 kemenangan dan 5 kekalahan (karena win rate 50%), B masih mengumpulkan keuntungan. Jika dihitung-hitung, jumlah profit dari 5 posisi menang B bernilai 300 pips (5 x 60), sementara posisi loss-nya cuma menanggung kerugian sebesar 150 pips (5 x 30).

Dari contoh di atas, terbukti bahwa manajemen risiko-lah yang paling menentukan hasil trading Anda, bukan win rate dari teknik trading forex profit konsisten. Seampuh apapun strategi yang Anda gunakan, tidak akan mampu mendatangkan profitabilitas yang baik dan konsisten jika tidak diiringi dengan manajemen risiko. Kuncinya, selalu pastikan untuk menetapkan reward lebih besar dari risk. Anda bisa menggunakan rasio risk/reward 1:1,5, 1:2, 1:3, dst.

Recent Post

Quotes by TradingView