Teknik Trading Daily Limit

Ada bermacam-macam cara trading forex yang disukai oleh trader Indonesia. Salah satunya adalah teknik trading Daily Limit. Sesuai namanya, teknik ini dapat digunakan untuk trading harian, dengan mendasarkan analisa pada candle yang terbentuk di hari perdagangan sebelumnya. Berikut ini cara trading forex menggunakan teknik trading Daily Limit.

1. Pagi hari sekitar pukul 5:00-8:00, buka platform trading Anda pada pasangan mata uang apa yang ingin dianalisa. Umpamanya EUR/USD atau AUD/USD. Pastikan bahwa tidak ada berita besar yang menghebohkan pasar di hari sebelumnya. Setelah itu, set timeframe pada Daily (D1), dan ubah jenis grafik menjadi Candlestick.

2. Perhatikan grafik harga, apakah nampak tren yang jelas? Jika nampak tren yang jelas, baik itu bearish ataupun bullish, maka teknik trading Daily Limit dapat digunakan. Namun, jika nampak pasar sedang sideways atau ada sinyal reversal seperti candle Doji, maka teknik trading Daily Limit boleh jadi kurang cocok digunakan saat itu.

3. Identifikasi apakah candle terakhir itu bullish (cenderung naik) atau bearish (cenderung turun). Jika candle bullish, maka posisi trading nantinya akan menggunakan Pending Order tipe Buy Limit. Sedangkan jika candle bearish, maka posisi trading nantinya menggunakan Pending Order tipe Sell Limit.

4. Dengan panduan tiga Candle terakhir, tentukan Open Posisi, Target Profit, dan Stop Loss. Kemudian jika harga sedang meningkat dan akan open Buy Limit, maka tarik garis Support dari Candle kemarin sebagai acuan. Untuk Stop Loss, tarik dari Support pada Candle dua hari yang lalu. Terakhir, tentukan Take Profit dari Resisten pada Candle kemarin. Tampilannya seperti pada gambar di bawah ini:

Teknik Trading Daily Limit

Sedangkan jika harga sedang menurun dan akan open Sell Limit, maka tarik garis Resisten dari Candle kemarin sebagai acuan. Untuk Stop Loss, tarik dari Resisten pada Candle dua hari yang lalu. Terakhir, tentukan Take Profit dari Support pada Candle kemarin. Berikut ini contohnya:

Teknik Trading Daily Limit

Satu hal yang penting diperhatikan: Dalam penentuan Stop Loss dan Target Profit, pastikan bahwa jaraknya dengan Open Posisi berimbang (seperti contoh 1 EUR/USD Daily), atau jika berat sebelah maka jarang dengan Stop Loss harus lebih rendah (seperti contoh 2 AUD/USD Daily).

5. Setelah Pending Order berupa Buy Limit atau Sell Limit dipasang, tinggalkan saja. Periksa lagi beberapa jam kemudian atau di hari berikutnya, apakah harga bergerak sesuai analisa atau tidak. Jika harga mencapai target, maka analisa ini bisa dilanjutkan untuk posisi trading hari berikutnya. Sedangkan jika target tidak tercapai, maka bisa ditutup, tak peduli kondisi sedang loss ataupun profit.

Demikianlah teknik trading Daily Limit yang cukup banyak digunakan oleh trader Indonesia. Anda pun dapat mencoba untuk menerapkannya dalam trading harian. Namun sebelum mahir menggunakan, sebaiknya cobalah dulu pada akun trading demo yang umum disediakan oleh broker forex unggulan.
Baca Juga: Mengenal Teknik Diversifikasi Dalam Forex.

Recent Post