Producer Price Index (PPI)

Kalender Forex

producer-price-index

Producer Price Index (PPI) acap kali muncul di Kalender Forex dan ditandai sebagai salah satu event berdampak besar di pasar finansial, bagi pasar saham maupun nilai tukar mata uang. Apa itu Producer Price Index?

Pengertian Producer Price Index (PPI)
Producer Price Index (PPI) adalah perubahan atas harga-harga yang diterima produsen lokal atas output yang telah dihasilkan. PPI merupakan salah satu indeks harga yang dipantau di Kalender Forex. Selain PPI, indeks harga lain diantaranya Consumer Price Index (CPI) yang mengukur inflasi di tingkat konsumen, Employment Cost Index yang mengukur inflasi di pasar tenaga kerja, Import/Export Prices untuk harga barang-barang yang keluar-masuk negeri, dan Gross Domestic Product Deflator (GDP Deflator) guna mengukur inflasi yang dialami individu, pemerintah, dan institusi lainnya. Diantara semuanya, CPI menjadi data paling luas dipantau, tetapi PPI pun tak kalah pentingnya. Karena itu, PPI dari berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan lain-lain muncul sebagai event penting dalam Kalender Forex.

Nilai penting Producer Price Index (PPI) bagi investor adalah posisinya yang mendahului CPI, sehingga dianggap bisa memprediksi. Teorinya adalah, kebanyakan kenaikan biaya terjadi saat penjualan barang di tingkat ritel akan diteruskan ke konsumen, yang mana ini bisa divalidasi oleh CPI. Bank sentral pun biasanya mempelajari laporan Producer Price Index (PPI) guna mendapatkan kejelasan dalam merencanakan kebijakan untuk menanggulangi inflasi di masa depan.

Namun, popularitas PPI cenderung rendah karena pendekatan penghitungannya kadang dinilai kurang akurat. PPI menggunakan pembobotan relatif yang berbeda-beda bagi setiap sektor industri, yang boleh jadi tak secara tepat menunjukkan proporsi kontribusi industri itu di Gross Domestic Product (GDP)

Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat Di Kalender Forex
Data Producer Price Index (CPI) Amerika Serikat bisa berdampak sama besarnya dengan data CPI negeri itu terhadap nilai Dolar AS. PPI AS dilaporkan setiap bulan sekali oleh Biro Statistik Tenaga Kerja, US Department of Labor. Data meliputi tren di pasar wholesale, industri manufaktur, dan pasar komoditas.

Pada dasarnya, semua industri yang memproduksi barang fisik di Amerika Serikat dicakup oleh survei PPI, kecuali sektor impor. Ada beberapa jenis data PPI yang dirilis:
1. PPI Commodity Index (Crude), menampilkan perubahan harga rata-rata untuk komoditas seperti energi, batubara, minyak, dan besi scrap.
2. PPI Stage of Processing Index (intermediate), untuk harga barang-barang setengah jadi yang dijual lagi sebagai bahan baku di industri lainnya, seperti kayu lapis, katun, dll.
3. PPI Industry Index (finished), merupakan angka utama PPI yang menunjukkan perubahan harga-harga di tahap terakhir proses manufaktur.
Selain angka PPI terakhir tadi, yang paling banyak diamati adalah Core PPI, yaitu indeks meliputi harga-harga semua barang jadi kecuali makanan dan energi yang sangat volatile.

Data Producer Price Index (PPI) berupa indeks point dan persentase perubahan dibanding periode sebelumnya. Data-data ini bisa dilihat di Kalender Forex atau laporan lengkap di kanal Biro Statistik AS (http://www.bls.gov/ppi/).

Sementara itu, Producer Price Index (CPI) Inggris dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) (http://www.ons.gov.uk/economy/inflationandpriceindices), sedangkan di Jepang oleh Bank of JapanĀ (https://www.boj.or.jp/en/statistics/pub/pim/index.htm/), dan demikian pula bagi negara-negara lainnya antara dipublikasikan oleh badan statistik atau bank sentral masing-masing. Setiap data berdampak besar bisa ditilik di situs pihak berwenang ataupun di Kalender Forex.