Penjualan Ritel

Kalender Forex

penjualan-ritel

Aktivitas berbelanja sering dipandang remeh, padahal dalam lingkup nasional, kegiatan itu bisa menguatkan kondisi ekonomi nasional dan mempengaruhi kekuatan nilai tukar mata uang, sebagaimana terbukti dari dimasukkannya indikator ekonomi Penjualan Ritel (Retail Sales) dalam Kalender Forex. Apa itu Penjualan Ritel dan mengapa indikator ini dianggap penting?

Pengertian Penjualan Ritel
Penjualan ritel adalah data hasil penghitungan jumlah keseluruhan penjualan barang secara eceran (ritel) dalam suatu periode. Biasanya data dibuat dari sampel yang diekstrapolasi untuk menggambarkan aktivitas penjualan ritel di seluruh negeri. Penjualan ritel merekam data penjualan di toko, katalog, dan pesanan lainnya, dengan mengelompokkannya menjadi beberapa kelompok seperti makanan dan minuman, pakaian, dan otomotif. Hasil akhirnya biasanya dihadirkan dalam dua data: Penjualan Ritel keseluruhan (Retail Sales) dan Penjualan Ritel Non-Otomotif (Retail Sales Ex Auto). Ini karena harga otomotif lebih kaku, sehingga bisa menimbulkan abnormalitas dalam data.

Penjualan ritel berupaya mengukur permintaan konsumen akan produk-produk yang telah diproduksi, sekaligus mengetahui kuat-lemahnya detak ekonomi, serta memproyeksikan apakah ke depan akan berekspansi atau berkontraksi. Bagi investor saham, data Penjualan Ritel menjadi pertimbangan utama untuk investasi di sektor ritel. Sementara itu secara makro, Penjualan Ritel merupakan komponen terbesar dalam Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Bruto/GDP) yang menjadi ukuran kekayaan nasional suatu negara yang pertumbuhannya berbasis konsumen (Consumer-driven Economy).

Di negara-negara seperti itu, penurunan Penjualan Ritel secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu bisa memicu terjadinya resesi ekonomi, di mana perusahaan-perusahaan mulai memecat para karyawan dan pembayaran pajak pun ikut berkurang. Karena alasan ini lah maka data Penjualan Ritel menjadi salah satu indikator ekonomi makro paling menonjol dan tercatat berdampak kuat di Kalender Forex.

Di Kalender Forex, Penjualan Ritel dari beberapa negara menjadi sorotan. Diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan lain-lain. Akan tetapi, yang paling menjadi pusat perhatian adalah Penjualan Ritel Amerika Serikat, karena posisi negeri ini sebagai adidaya dan mata uangnya menjadi valas paling banyak dipertukarkan di dunia.

Membaca Data Penjualan Ritel AS Di Kalender Forex
Di Amerika Serikat, Penjualan Ritel termasuk indikator ekonomi yang dipublikasikan setiap bulan. Laporannya disusun oleh Biro Sensus, US Department of Commerce. Laporan yang dipublikasikan bulan ini akan mencakup data-data bulan lalu dari sekitar 5000 outlet penjualan eceran, dan dirilis sekitar dua minggu setelah pergantian bulan. Angka Penjualan Ritel yang banyak dikutip berupa persentase perubahan Month-over-Month (MoM) dan Year-over-Year (YoY), selain juga ada Penjualan Ritel Non-Otomotif.

Secara MoM, Penjualan Ritel di AS sejak tahun 1992 hingga September 2016 memiliki rata-rata 0.35%. Pertumbuhan bulanan sempat mencapai rekor tertinggi pada bulan Oktober 2001, tetapi juga pernah terpuruk di rekor terendah -3.70% pada November 2008. Sementara itu dalam basis tahunan (YoY), rata-rata laju Penjualan Ritel di AS sejak 1993 hingga September 2016 adalah 4.35%, dengan puncak tertinggi 11.20% pada Maret 1994 dan terendah -11.50% pada Desember 2008.

Anda dapat melihat laporan Penjualan Ritel di Kalender Forex atau langsung di situs Biro Sensus (https://www.census.gov/retail/index.html) dalam bentuk Monthly and Annual Retail Trade. Namun demikian, akan lebih mudah menyimaknya di Kalender Forex karena sudah disarikan komponen data terpenting saja, serta ada angka-angka estimasinya. Apabila angka Penjualan Ritel lebih baik dari estimasi maka Dolar AS berpotensi menguat, sedangkan bila sebaliknya maka akan menjadi negatif bagi mata uang itu.