Belajar Rahasia Cara Penggunaan Indikator Trading Forex Parabolic SAR

Dikategorikan sebagai indikator trend, Parabolic SAR (Stop and Reverse) memiliki beragam fungsi alternatif yang lebih banyak diandalkan ketimbang sekedar menunjukkan arah trend.

Jika merunut arti namanya, maka konsep utama Parabolic SAR adalah untuk menandakan berakhirnya sebuah trend (stop), yang kemudian berbalik (reverse) untuk membentuk trend baru. Nyatanya, kemunculan Parabolic SAR sebagai titik-titik yang muncul di atas harga saat downtrend atau di bawah harga ketika uptrend memang dapat dimanfaatkan untuk mengenali reversal. Trader dapat mengikuti perpindahan posisi titik Parabolic SAR sebagai momen pembalikan trend.

Belajar Parabolic Sar

Akan tetapi, tahukah Anda bila indikator trading forex yang juga sering disebut sebagai PSAR itu masih menyimpan satu manfaat lagi? Ya, di samping menunjukkan arah trend dan reversal, Parabolic SAR juga dapat digunakan sebagai sinyal entry dan exit yang akurat. Fungsi tersembunyi ini tidak seumum 2 manfaat Parabolic SAR lain, sehingga seringkali disebut sebagai cara rahasia penggunaan Parabolic SAR. Padahal sebenarnya, cukup mudah untuk mengaplikasikan indikator trading forex tersebut sebagai penunjuk entry dan exit.

Entry Trading Dengan Parabolic SAR

Mengingat kegunaan utama Parabolic SAR adalah untuk menengarai titik reversal, maka posisi entry terbaik bisa diambil ketika Parabolic SAR baru saja berpindah posisi. Contoh grafik di bawah ini memperlihatkan bagaimana Parabolic SAR dapat membantu Anda mengenali posisi entry yang potensial.

Karena mustahil bagi trader untuk selalu mengantisipasi reversal secara non-stop, maka seringkali trader terlambat merespon sinyal entry Parabolic SAR. Tak jarang trader ketinggalan momen dan baru masuk ketika titik Parabolic SAR sudah lama berpindah mengikuti trend baru. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan melihat jarak dari titik Parabolic SAR terhadap harga.

Jika diamati lagi, semakin jauh titik-titik indikator trading forex itu, maka semakin kuat trend yang terbentuk. Setiap kali harga akan berubah arah, Parabolic SAR makin mendekat hingga akhirnya muncul di sisi lain harga. Jadi apabila Anda mencari entry dari peluang reversal, perhatikan bagaimana jarak Parabolic SAR terhadap harga. Apabila masih tampak jauh, maka artinya harga masih akan menguat dalam trend yang sama. Namun jika titik Parabolic SAR mulai mendekat ke harga, maka Anda bisa bersiap-siap entry di reversal berikutnya.

Exit Trading Dengan Parabolic SAR

Jika Anda mengira artikel ini akan merekomendasikan exit trading ketika titik Parabolic SAR berganti posisi, berarti tebakan Anda kurang tepat. Metode itu memang menjadi cara dasar exit trading dengan Parabolic SAR. Tapi sekali lagi, di sini kita sedang belajar rahasia cara penggunaan Parabolic SAR. Jadi jangan heran bila teknik yang kita bahas akan sedikit berbeda dari pemahaman umum.

Walaupun Parabolic SAR dapat menunjukkan potensi exit dengan perpindahan sinyal titiknya, kita tidak akan mengungkap teori itu karena:
1. Caranya sama persis dengan strategi entry yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
2. Ada risiko besar ketika trader terlambat mengenali sinyal reversal.

Salah satu strategi exit yang banyak direkomendasikan ahli adalah stop loss dan take profit. Dua fitur itu memang sangat spesial, terutama karena dapat menyajikan eksekusi otomatis yang membantu trader menerapkan manajemen risiko sesuai batas toleransi.

Dalam hal ini, Parabolic SAR sekali lagi membuktikan dirinya sebagai indikator trading forex multiguna. Hal itu karena, Anda bisa memanfaatkan titik-titik Parabolic SAR di awal trend sebagai rekomendasi stop loss maupun take profit. Katakanlah Anda menempatkan order sell, maka stop loss bisa diletakkan pada titik Parabolic SAR di awal trend. Sementara itu, take profit dapat diposisikan di level yang menjadi tempat kemunculan sinyal reversal up sebelumnya.

Jika Anda termasuk tipe trader konservatif, maka stop loss bisa ditempatkan di titik Parabolic SAR yang mulai menjauh dari pergerakan harga. Hal yang sama juga berlaku untuk pemilihan level take profit.

Cara Sukses Belajar Rahasia Parabolic SAR

Dengan hanya memahami dan mempraktekkan metode di atas saja, kesuksesan trading Anda belum terjamin secara pasti. Agar rahasia Parabolic SAR bisa dioptimalkan, maka jangan lupa untuk memperhatikan prinsip-prinsip berikut saat belajar menggunakan indikator trading forex tersebut:

-Parabolic SAR sangat efektif jika diterapkan pada pasar yang sedang trending. Semakin kuat trend harga, maka semakin baik pula sinyal Parabolic SAR yang muncul. Sebaliknya, indikator trading forex ini tak mampu memberikan sinyal yang jelas di pasar sideways. Oleh sebab itu, hindari trading di market flat apabila Anda mengandalkan Parabolic SAR.

Baca Artikel Forex Lainnya :

  • Mengenal Rahasia Trading Forex Ketika Market Flat
  • Broker Forex Micro Terbaik
  • Menyingkap dasar Analisa tekhnikal Forex
  • Broker Forex Terbaik Tanpa Spread
  • Broker Forex Terbaik Yang Cocok Untuk Trader Pemula
  • Menghitung Swap pada Forex

-Gunakan indikator lain sebagai konfirmator sinyal Parabolic SAR. Sangat penting untuk mendapat filter sinyal, karena sebagai indikator lagging, Parabolic SAR juga memiliki beberapa kekurangan. Beberapa indikator trading forex yang dianggap kompatibel dengan Parabolic SAR adalah tipe oscillator seperti RSI, Stochastic, dan MACD, juga indikator volatilitas seperti Bollinger Bands.


Keterangan gambar: Contoh penerapan Parabolic SAR dengan Stochastic

Recent Post

Quotes by TradingView